Ada 300RB Orang di Dunia Positif COVID-19 Hanya Dalam 24Jam

Ada 300RB Orang di Dunia Positif COVID-19 Hanya Dalam 24Jam

Ada 300RB Orang di Dunia Positif COVID-19 Hanya Dalam 24Jam – Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia  (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Kasus COVID-19 di dunia masih terus meningkat. Melansir World O Meters, jumlah kasus COVID-19 di dunia bertambah 304.534 dalam 24 jam terakhir menjadi 174,3 juta orang per Selasa (8/6/2021) pukul 06.46 WIB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 157,6 juta orang telah Deposit IDN Poker Pakai Dana sembuh dan 3,75 juta orang meninggal dunia akibat virus corona.

1. India alami penambahan kasus COVID-19 terbanyak

India's Epidemic of False COVID-19 Information | The New Yorker

Penambahan kasus COVID-19 terbanyak dalam semalam masih dimiliki India dengan total 87.345 orang. India masih berada di peringkat kedua dunia dengan jumlah kasus mencapai 28,9 juta.

Dari jumlah tersebut, 27,3 juta orang telah dinyatakan sembuh dan 351.344 orang meninggal dunia.

2. Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus COVID-19 terbanyak
AS Jadi Negara Pertama di Dunia yang Tembus 10 Juta Kasus Virus Corona COVID -19 - Global Liputan6.com

Negara dengan akumulasi kasus terbanyak masih berasal dari Amerika Serikat dengan 34,2 juta orang telah terpapar COVID-19. Jumlah itu bertambah 10.012 kasus dalam sehari terakhir.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 28,1 juta orang telah sembuh dan 612 ribu orang meninggal dunia.

3. Indonesia berada di peringkat ke-18 dunia
Indonesia: Little Transparency in COVID-19 Outbreak | Human Rights Watch

Indonesia berada di peringkat ke-18 dunia dengan 1,86 juta orang atau bertambah 6.993 kasus dalam 24 jam terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,71 juta orang telah sembuh dan 51.803 lainnya meninggal dunia.

Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Virus ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan, misalnya ketika berada di ruang tertutup yang ramai dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau kontak langsung dengan droplet.

Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome  (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS).  Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.