Anggota Parlemen Ukraina Ditemukan Tewas di Dalam Taksi

Anggota Parlemen Ukraina Ditemukan Tewas di Dalam Taksi

Anggota Parlemen Ukraina Ditemukan Tewas di Dalam Taksi –  Seorang anggota parlemen Ukraina yang sebelumnya terlibat dalam desakan untuk menggulingkan jaksa agung negara itu meninggal saat naik taksi di ibukota, Kyiv.

Polisi Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 8 Oktober bahwa pemeriksaan forensik telah diperintahkan untuk menetapkan penyebab kematian Anton Polyakov.

Menurut pernyataan polisi, Polyakov ditemukan tidak sadarkan diri di kursi belakang taksi yang dihentikan karena pelanggaran lalu lintas pada awal 8 Oktober. Sebuah ambulans dipanggil dan dokter menyatakan dia meninggal di tempat kejadian.

1. Ditemukan tidak sadarkan diri di dalam taksi

Menurut keterangan dari aparat kepolisian yang melakukan penyelidikan pada Jumat lalu, mengungkapkan bila Polyakov ditemukan tidak sadarkan diri di kursi belakang taksi. Pada saat itu, mobil taksi yang ditumpanginya sedang diberhentikan oleh petugas usai melanggar lalu lintas.

Setelah itu, polisi memanggil ambulans untuk membawanya ke rumah sakit terdekat. Meski sudah mendapat pertolongan dari paramedis, tapi akhirnya nyawa anggota parlemen berusia 33 tahun itu tetap tidak dapat tertolong.

Sementara itu, pihak kepolisian sudah membuka investigasi kriminal untuk mengetahui lebih lanjut terkait penyebab utama kematian Polyakov yang mengejutkan ini, dilansir dari laman Interfax.

2. Polyakov sudah menjabat sebagai anggota parlemen sejak 2019

Anton Polyakov merupakan seorang anggota parlemen yang terpilih pada Juli 2019 dan berasal dari Partai Servant of the People. Namun, ia pernah dikeluarkan dari keanggotaan partai terkait tudingan melakukan tindakan yang tidak etis.

Sementara itu, Polyakov pernah berkata bahwa pengusirannya terkait usahanya untuk mendapatkan tanda tangan dalam mengadakan voting mosi tidak percaya kepada mantan Jaksa Agung Ruslan Ryaboshapka.

Setelah diusir dari keanggotaan partai, ia lantas bergabung dengan kelompok parlemen yang tidak berafiliasi atau anggota parlemen independen, dikutip dari RFE/RL.

3. Taksi dan pengemudinya sudah diamankan kepolisian

Dilaporkan dari NDTV, Polyakov mengaku tidak enak badan ketika ia masuk ke dalam taksi di area pinggiran Kiev. Bahkan ia mengatakan jika dirinya merasa tidak sehat kepada pengemudi taksi tersebut.

Setelah kejadian ini, ditemukan sejumlah barang-barang berharga, dokumen penting dan ponsel serta sejumlah uang. Kesemua barang-barang tersebut akhirnya disita oleh kepolisian untuk diselidiki lebih lanjut.

Sedangkan kendaraan taksi yang ditumpangi Polyakov juga sudah dibawa untuk diselidiki dan pengemudi taksi juga dibawa untuk diinterogasi oleh tim investigator. Selain itu, investigasi forensik dan otopsi juga sudah dilakukan demi mengetahui kepastian penyebab kematiannya.

Polyakov, 33, terpilih sebagai anggota parlemen pada Juli 2019 sebagai anggota partai Hamba Rakyat yang berkuasa. Namun, pada November 2019, ia dikeluarkan oleh partai tersebut, dengan alasan perilaku tidak etis yang tidak ditentukan.

Polyakov mengatakan kepada RFE/RL pada saat itu bahwa alasan sebenarnya untuk pencopotannya adalah dorongannya untuk mulai mengumpulkan tanda tangan untuk mosi tidak percaya pada Jaksa Agung Ruslan Ryaboshapka saat itu. Dia kemudian bergabung dengan kelompok parlemen yang tidak terafiliasi untuk anggota parlemen independen.