Apakah Israel Dapat Diadilkan di Mahkamah Internasional

Apakah Israel Dapat Diadilkan di Mahkamah Internasional

Apakah Israel Dapat Diadilkan di Mahkamah Internasional – Israel adalah sebuah negara di Timur Tengah yang dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun pasir Sinai. Selain itu dikelilingi pula dua daerah Otoritas Nasional Palestina: Ketegangan antara Israel dengan Palestina telah memasuki pekan kedua. Dilansir dari Al Jazeera, sedikitnya 217 orang meninggal dunia sejak Gaza dihujani bom pada 10 Mei 2021, termasuk 63 anak-anak, dan lebih dari 1.500 orang luka-luka.

Benjamin “Bibi” Netanyahu adalah Perdana Menteri Israel. Ia menjabat juga sebagai Ketua Partai Likud, sebagai anggota Knesset, sebagai Menteri Kesehatan Israel, sebagai Menteri Urusan Pensiunan Israel, dan sebagai Strategi Ekonomi Menteri Israel. Di tengah kecaman internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru berjanji untuk terus menggempur Gaza dengan kekuatan penuh hingga kepentingan negaranya tercapai. Dia berdalih serangan tersebut diarahkan untuk melawan Hamas yang dicap sebagai teroris.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berbincang dengan Irfan Hutagalung selaku pakar hukum internasional dan hukum humaniter Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Bagaimana selengkapnya di Livechat Live22 Indonesia Simak diskusi kami di bawah ini.

1. Apa status hukum yang tepat untuk menjelaskan hubungan Israel-Palestina?

Konflik dan pendudukan bukan istilah yang bisa dipertukarkan secara sejajar. Konflik adalah dua pihak yang seimbang, negara lawan negara, ras dengan ras lain, bisa konflik masyarakat atau negara. Konflik Laut Cina Selatan misalnya. Tapi, yang tepat melihat hubungan Israel dan Palestina adalah hubungan antara negara pendudukan dengan wilayah yang diduduki. Sederhananya, sama seperti kita melawan Belanda dulu yang disebut sebagai kolonial.

2. Terkait perang dan kejahatan perang yang terjadi, apakah bisa Mahkamah Internasional mengadili Israel?

Mahkamah Internasional di sini International Criminal Court (ICC). Israel gak pernah bisa (diadili) karena dia negara. ICC hanya mengadili orang, bukan negara. Jadi yang bisa dibawa ke sana adalah pelaku individunya, apakah itu komandan atau prajurit yang diduga langsung melakukan kejahatan perang atau kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada masa perang. Israel saat ini menduduki wilayah Palestina. Peristiwa ini sejak 1948 hingga hari ini, tepatnya sejak 1967, itu adalah peristiwa perang. Jadi hukum yang berlaku (di Israel-Palestina) adalah hukum perang.

3. Israel bukan negara peratifikasi Statuta Roma atau anggota ICC, apakah itu berarti pelaku pelanggaran perang atau kejahatan kemanusiaan di Israel tidak bisa diadili ICC?

Yurisdiksi ICC tidak hanya terjadi pada mereka yang negaranya meratifikasi ICC, tapi juga bagi mereka yang melakukan kejahatan di wilayah yang menerima yurisdiksi ICC. Palestina menerima yurisdiksi ICC. Sehingga kejahatan yang terjadi di wilayah Palestina dapat di-prosecute oleh ICC.

4. Pada 2015 status Palestina telah ditingkatkan oleh PBB, kemudian Palestina meratifikasi Statuta Roma. Apakah itu berarti Palestina memiliki hak yang sama seperti negara peratifikasi lainnya?
Seorang bocah Palestina menarik gerobak yang membawa saudaranya dan barang-barang mereka saat mereka melarikan diri dari rumah mereka selama serangan udara dan artileri Israel, dekat lokasi bangunan menara yang hancur dalam serangan sebelumnya di Kota Gaza, Jumat (14/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem.
5. Apakah penyelidikan ICC terbebas dari intervensi DK PBB?

ICC adalah pengadilan independen. Tapi, sebetulnya, di dunia ini tidak ada yang bisa purely independent dari Dewan Keamanan. Dewan Keamanan bisa meminta ICC untuk menunda investigasi jika menurut mereka penyelidikan bisa mengganggu keamanan dunia. Sejauh ini hal itu belum pernah terjadi dan bisa saja diveto oleh Cina atau Rusia.

6. Israel berdalih bahwa yang mereka lakukan adalah self-defense, apakah justifikasi itu bisa digunakan?
Petugas pemadam kebakaran Israel memadamkan mobil yang terbakar setelah sebuah roket diluncurkan dari Jalur Gaza, di Ashkelon, Israel selatan, Selasa (11/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Nir Elias.
7. Apakah itu berarti Hamas akan terbebas dari pelanggaran kemanusiaan?

Tidak, karena hukum perang harus dipatuhi oleh semua pihak, apakah itu penjajah atau yang dijajah, apakah itu kelompok pemberontak maupun negara. Jadi itu berlaku bagi semua pihak. Bisa jadi juga orang Fatah, Hamas, dan Jihad Islam akan diadili.

8. Berapa lama ICC memutus suatu perkara?

Sangat lama, bertahun-tahun pasti. Kedua, saya tidak berpikir ICC bisa mengadili orang-orang Israel. Tapi proses peradilan ada itu sangat penting. Walaupun tidak tahu ujungnya gimana.

9. Bagaimana prosedur investigasi ICC?

Sebelum investigasi, jaksa harus melewati lewat pre-trial, biasa disebut pra-peradilan kepada hakim ICC. Jadi jaksa gak bisa secara sepihak mengambil inisiatif ambil investigasi, kecuali ada negara yang meminta agar jaksa melakukan investigasi, itu boleh jaksa langsung melakukannya. Tapi kalau inisiatif sendiri, dia harus minta izin dulu ke pengadilan. Kejahatan perang di Afganistan itu contoh inisiatif jaksa. Jaksa minta izin ke pengadilan. Pada awalnya pengadilan menolak, kemudian banding, dan akhirnya diterima.

10. Resolusi DK PBB kerap berakhir nihil karena digunakannya hak veto, apakah resolusi Majelis Umum bisa memberikan pengaruh?
Prajurit Israel dari sebuah unit artileri berkumpul di dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza, di sisi Israel, Jumat (14/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Amir Cohen.

Sama juga seperti kecaman dari Dewan HAM misalnya, gak akan memberikan pengaruh konkret di lapangan. Kemudian (setelah dikecam) Israel berhenti kemudian dia berpikir, tidak mungkin. Tapi untuk memberi beban moral dan dampak jangka panjang ya itu bisa.

11. Dari kaca mata hukum internasional, apa yang bisa dilakukan Indonesia untuk membantu Palestina?

Kalau secara hukum, kalau di DK PBB, Indonesia bisa bilang agar selesaikanlah masalah dengan damai. Tapi kalau sekadar rektorika saja gak akan ada efeknya. Yang bisa menyelesaikan kekejaman Israel adalah Amerika dan Uni Eropa. Tapi politik dalam negeri Amerika tidak memungkinkannya. Yang satu-satunya bisa adalah Amerika, masalahnya dia gak mau. Bisa dengan embargo atau memberi sanksi.