Badai Ida Menghantam Negara Bagian New York dan New Jersey

Badai Ida Menghantam Negara Bagian New York dan New Jersey

Badai Ida Menghantam Negara Bagian New York dan New Jersey – Topan Idai berasal dari sirkulasi memanjang yang mulai dipantau oleh kantor Météo-France di Réunion (MFR) pada 1 Maret. Saat itu, berada di Selat Mozambik dan bergerak ke barat-barat daya, menuju pantai timur Afrika. MFR terus melacak sistem selama beberapa hari berikutnya karena mengembangkan konveksi dalam yang kuat. 

Pada tanggal 4 Maret, MFR menyatakan bahwa Depresi Tropis 11 telah terbentuk di lepas pantai timur Mozambik. Sejak Minggu Badai Ida telah menghantam negara bagian New York, Amerika Serikat. Akibat badai ini, sekitar 42 orang dinyatakan meninggal dunia dengan 13 orang di antaranya kematian di New York.

Gubernur New York, Kathy Hochul telah menyatakan keadaan darurat. Hal ini setelah kota padat penduduk tersebut dilanda hujan lebat, banjir, dan tornado menghantam New York. Hal yang sama juga dilakukan Phil Murphy selaku Gubernur New Jersey. Ia menyebutkan jika badai ini adalah badai yang berhasil memecahkan rekor yang pernah terjadi di kotanya.

1. Badai Ida menyebabkan hujan lebat, banjir dan angin puting beliung

Dilansir New York Times, Dinas Cuaca Nasional menyatakan bahwa telah tercatat 8 cm (3,15, inchi) hujan yang melanda kota New York dalam satu jam selama badai.

Akibat kondisi demikian, untuk pertama kalinya Dinas Cuaca Nasional mengeluarkan Darurat Banjir untuk sekitar 9,1 juta warga New York yang dianggap berisiko. Dengan dikeluarkannya keadaan darurat ini, diperintahkan para warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Curahan hujan dan tornado yang terus menghantam hingga Rabu (1/9/2021) menyebabkan sebagian kota New York, New Jersey, Louisiana tenggelam akibat Badai Ida.

2. Korban terus berjatuhan akibat Badai Ida

Aktivitas penyelamatan terus dilakukan, baik melalui darat maupun udara. Penerbangan pengintaian yang dilakukan pada hari Rabu mengungkapkan bahwa seluruh komunitas telah hancur oleh angin dan banjir, dikutip dari Al Jazeera.

Dilansir NBC News, Departemen kepolisian New York,  melaporkan 13 orang tewas akibat badai ini. Dengan total keseluruhan dari negara bagian selatan Amerika Serikat seperti Louisiana, New York, New Jersey, Pennsylvania, Maryland tercatat sebanyak 42 kasus kematian.

“Kami melihat beberapa gambar yang paling tidak dapat dipercaya dan memilukan dari kota kami,” ucap Mayor Bill de Blasio. “Ini adalah kehilangan yang sangat tragis bagi kota kami,” lanjutnya.

Dari 42 kasus kematian, tercatat seorang anak laki-laki berumur 2 tahun yang juga meninggal akibat Badai Ida. Dengan kasus terbanyak berada di New Jersey yang menginjak angka 23 kematian.

3. Gubernur New York, Kathy Hochul umumkan keadaan darurat disusul dengan Gubernur New Jersey, Phil Murphy

Melihat badai yang semakin berkecamuk hingga mengakibatkan banjir disertai angina puting beliung, Gubernur New York, Kathy Hochul pun umumkan keadaan darurat melalui sosial medianya.

“Saya mendeklarasikan keadaan darurat untuk membantu warga New York yang terkena dampak badai mala mini,” tulis Hochul melalui akun twitter pribadinya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Gubernur New Jersey, Phil Murphy yang menetapkan keadaan darurat akibat Badai Ida ini.

“Kami mengalami peristiwa cuaca bersejarah malam ini dengan hujan yang memecahkan rekor di seluruh kota, banjir, dan kondisi berbahaya di jalanan kami,” jelas Murphy dikutip dari Al Jazeera.

Tak hanya mengungkapkan keadaan darurat, Murphy juga memberlakukan larangan perjalanan hingga pukul 5 pagi, Kamis (2/9/2021) untuk semua kendaraan non-darurat.

adalah salah satu yang terburuk badai tropis pada catatan untuk mempengaruhi Afrika dan belahan bumi selatan. Badai berumur panjang menyebabkan kerusakan besar, dan krisis kemanusiaan di Mozambik, Zimbabwe, dan Malawi, menyebabkan lebih dari 1.300 orang tewas dan banyak lagi yang hilang.

Idai adalah siklon tropis paling mematikan yang tercatat di cekungan Samudra Hindia Barat Daya . Di belahan bumi selatan, yang meliputi Australia , Pasifik Selatan , danCekungan Atlantik Selatan , Idai menempati peringkat sebagai siklon tropis paling mematikan kedua yang pernah tercatat. Satu-satunya sistem dengan korban tewas yang lebih tinggi adalah topan Flores 1973 yang menewaskan 1.650 orang di lepas pantai Indonesia