Beberapa Warga Aceh Meninggal Kecelakaan Saat Libur Lebaran

Beberapa Warga Aceh Meninggal Kecelakaan Saat Libur Lebaran

Beberapa Warga Aceh Meninggal Kecelakaan Saat Libur Lebaran – Aktivitas lalu lintas selama libur lebaran Idulfitri 1442 Hijriah di Provinsi Aceh bisa dikatakan mengalami peningkatan.

Itu dikarenakan adanya pergerakan kendaraan warga yang melakukan perjalanan untuk bersilaturahmi ke rumah sanak saudara. Kecelakaan merujuk kepada peristiwa yang terjadi secara tidak sengaja. Sebagai contoh kecelakaan lalu lintas, kecelakaan tertusuk benda tajam dan sebagainya.

Perkataan kecelakaan diambil dari kata dasar celaka. Penambahan imbuhan “ke”… dan …”an” menunjukkan nasib buruk yang terjadi atau menimpa. Banyaknya aktivitas kendaraan di jalan raya Dikutip dari Livechat Live22 Indonesia selama liburan tersebut ternyata juga menimbulkan sejumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi.

1. Sebanyak 17 kecelakaan yang terjadi

Berdasarkan catatan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Aceh, selama kurun waktu 13-16 Mei 2021 atau di masa libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah libur tersebut, terjadi 17 kecelakaan.

“Total kecelakaan lalu lintas 17 kejadian, meninggal dunia 5 orang, dan luka ringan 25 orang,” kata Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Aceh, Komisaris Besar Polisi Dicky Sandoni, pada Senin (17/5/2021).

Secara usia, korban kecelakaan dikatakan Dicky, berusia 15-30 tahun dengan rentang waktu kejadian antara pukul 09.00-12.00 WIB.

Sementara total kerugian materil yang ditimbulkan dari 17 kecelakaan lalu lintas, lebih kurang Rp17,2 juta.

2. Warga diimbau untuk lebih waspada dan berhati-hati saat berkendara

Guna meminimalisir kasus kecelakaan, Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Aceh mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengendarai kendaraan.

“Patuhi rambu-rambu, traffic light (lampu lalu lintas), marka jalan dan istirahat dulu apabila mengantuk supaya tidak menjadi korban kecelakaan lalu lintas,” imbaunya.

Tak hanya itu, warga juga diminta untuk waspada terhadap hewan ternak yang berkeliaran di jalan. Begitu juga mengantisipasi turunnya hujan deras yang bisa mengakibatkan jalanan licin dan banjir.

3. Setiap warga yang masuk ke Aceh mulai beson harus memiliki surat bebas COVID-19

Sehubungan dengan itu, guna mencegah penyebaran COVID-19, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Aceh akan memperketat penjagaan di pos penyekatan yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara.

Setiap warga yang melintas harus memiliki surat dokumen RT-PCR, swab antigen atau genose. Itu menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 440/9212.

“Ketentuan ini mulai berlaku pada tanggal 18 Mei pukul 00.00 WIB, di mana tanggal 17 sudah berakhir larangan mudik maupun penyekatan,” ujar Dicky.