Covid-19 Telah Menginfeksi 165JT Orang & 3JT Jiwa Meninggal

Covid-19 Telah Menginfeksi 165JT Orang & 3JT Jiwa Meninggal

Covid-19 Telah Menginfeksi 165JT Orang & 3JT Jiwa Meninggal – Bermula dari kota Wuhan tepatnya di Tiongkok, virus jenis baru ini telah menyebar ke berbagai belahan negara di dunia yang menyebabkan timbulnya penyakit coronavirus disease 2019 atau yang disebut juga dengan COVID-19. Tentunya, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh dan dibiarkan begitu saja.

World Health Organization (WHO) pun juga sudah menetapkan pandemi COVID-19 sejak 11 Maret 2020 yang lalu. Jumlah infeksi COVID-19 dunia terus bertambah. Dilansir dari laman Worldometers, Kamis (20/5/2021), akumulasi kasus virus corona secara global mencapai 165.517.863 kasus, dengan 3.430.586 kasus kematian, dan 143.699.818 kasus sembuh.

Saat ini masih ada 17.533.172 kasus aktif atau pasien yang masih terinfeksi SARS-CoV-2. Secara rinci, sebanyak 17.433.064 kasus atau sekitar 99,4 persen merupakan pasien CS Live22 gejala ringan hingga sedang, dan 100.108 atau 0,6 persen sisanya merupakan pasien kritis.

1. Lima negara dengan kasus corona terbanyak
COVID-19 Hari Ini: Menginfeksi 165 Juta Orang, Merenggut 3,4 Juta Jiwa

Masih dari sumber yang sama, adapun lima besar negara dengan kasus COVID-19 terbanyak adalah:

1.     Amerika Serikat (AS): 33.797.270 kasus positif,
2.     India: 25.771.405 kasus positif
3.     Brasil: 15.812.055 kasus positif
4.     Prancis: 5.917.397 kasus positif
5.     Turki: 5.151.038 kasus positif

Sementara, lima besar negara dengan kasus kematian terbanyak adalah:

1.     Amerika Serikat: 601.896 kasus kematian
2.     Brasil: 441.691 kasus kematian
3.     India: 287.156 kasus kematian
4.     Meksiko: 220.746 kasus kematian
5.     Inggris: 127.694 kasus kematian

2. Pakar kesehatan AS sarankan vaksinasi tambahan
COVID-19 Hari Ini: Menginfeksi 165 Juta Orang, Merenggut 3,4 Juta Jiwa

Pakar kesehatan terkemuka di AS Anthony Fauci menyampaikan perlunya dosis penguat selang satu tahun pasca inokulasi utama. Jika seseorang disuntik dengan vaksin rezim dua dosis, maka dia harus menerima suntikan ketiga. “Saya pikir kita hampir pasti akan membutuhkan booster dalam waktu satu tahun atau lebih setelah mendapatkan (suntikan) primer, karena perlindungan daya tahan terhadap virus corona umumnya tidak seumur hidup seperti campak,” kata Fauci yang merupakan penasihat bidang kesehatan Gedung Putih, dilansir dari Reuters, Kamis (20/5/2021).

CEO Pfizer Albert Bourla menambahkan, kemungkinan suntikan penguat perlu diberikan setelah 8-12 bulan menerima suntikan utama. Namun, para ilmuwan mempertanyakan perlunya suntikan penguat COVID-19 karena kurangnya data untuk membuat keputusan yang tepat.

3. Indonesia masuk 18 besar sebagai negara dengan kasus corona terbanyak
COVID-19 Hari Ini: Menginfeksi 165 Juta Orang, Merenggut 3,4 Juta Jiwa

Indonesia saat ini menempati peringkat 18 sebagai negara dengan kasus corona terbanyak, yaitu 1.753.101 kasus positif. Indonesia juga menempati urutan yang sama jika indikatornya adalah angka kematian, yaitu 48.669 kasus kematian. Rata-rata kematian global adalah 2,07 persen. Sementara, tingkat mortalitas corona di Indonesia adalah 2,7 persen.

Artinya, rata-rata orang yang meninggal di Indonesia akibat corona 0,7 persen lebih tinggi daripada rata-rata orang yang meninggal di dunia. Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis pertama mencapai 35,19 persen atau sekitar 14.197.224 orang.

Sedangkan jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dua dosis mencapai 23,37 persen atau sekitar 9.428.223 orang. Sasaran target vaksinasi periode awal adalah 40.349.049, mencakup tenaga kesehatan, warga lanjut usia, dan petugas publik.