Dua Calon Pejabat Paraguay Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal

Dua Calon Pejabat Paraguay Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal

Dua Calon Pejabat Paraguay Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal – Presiden Paraguay (resmi bahasa Spanyol Excelentisimo Señor Presidente de la República del Paraguay) sesuai Undang-undang Dasar Paraguay adalah Kepala cabang Eksekutif dari Pemerintahan Paraguay. Karena itu, Presiden  merupakan Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dari Republik Paraguay. Kantor Kepresidenan Paraguay adalah Palacio de los López, di Asuncion.

Residence Kepresidenan adalah Mburuvichá Roga House, juga di Asuncion. Setelah presiden tidak menjabat, mereka memiliki jabatan politik Senator Seumur Hidup, meski tidak memiliki hak suara sesuai Paraguay Konstitusi. Sebuah kejadian memilukan kembali terjadi di Paraguay, kali ini dua orang pejabat ditemukan tewas.

Diketahui dua orang tersebut ditembak oleh orang tak dikenal saat sedang berada kawasan pusat kota Nueva Germania, Departemen San Pedro. Sebelumnya, kasus kekerasan sudah beberapa kali terjadi di Paraguay, yang diduga terkait dengan kelompok pemberontak EPP (Ejército del Pueblo Paraguayo). Bahkan pada Agustus lalu, tiga orang personel militer Paraguay tewas akibat serangan bom.

1. Korban pembunuhan merupakan calon legislatif dan pejabat dalam kementerian

Dua orang korban penembakan merupakan seorang kandidat legislatif kota, Bartolomé Morel Gauto dan seorang pejabat dalam lingkup Kementerian Pertanian dan Peternakan bernama Felipe Godoy Amarilla. Bahkan Morel diketahui sedang mencalonkan menjadi parlemen dalam pemilu lokal yang diselenggarakan tahun ini, dilansir dari The Rio Times.

Sementara itu Felipe Godoy diketahui tewas ditempat sedangkan Morel meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit Santa Rosa. Keduanya diketahui mendapatkan sejumlah luka tembakan pada beberapa bagian.

Selain itu, terdapat orang ketiga yang bernama Andres Bogarin yang mengalami luka tembakan. Sedangkan kejadian ini berlangsung pada malam hari tepat pukul 22.30, pada rute 11 tepat di pusat kota Nueva Germania, dilansir dari ABC Color.

2. Pelaku diduga merupakan pembunuh bayaran

Sementara itu, dua orang pejabat itu diduga dibunuh oleh pembunuh bayaran ketika berada di sebuah tempat makan. Pasalnya, sesampainya di tempat tersebut dua orang terduga pelaku yang menggunakan sepeda motor itu kemudian melakukan aksi penembakan kepada Morel dan Godoy, dan melarikan diri.

Insiden ini juga menimbulkan pertanyaan dan kritikan terhadap Menteri Dalam Negeri Arnaldo Giuzzio yang seharusnya dapat menyelesaikan masalah ini. Hal ini terkait tingginya angka perampokan dan isu keamanan pada sejumlah wilayah di Paraguay, dilaporkan dari laman La Nacion.

Padahal Bartolomé Morel yang sedang mencalonkan sebagai anggota legislatif, saat ini sedang gencarnya melakukan kampanye. Pasalnya, pada 10 Oktober mendatang akan dilangsungkan pemilu untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat di daerah, dikutip dari laman Swiss Info.

3. Kasus pembunuhan calon legislatif ketiga di Paraguay

Kasus tewasnya dua orang pejabat ini menambah panjang daftar kasus pembunuhan pada calon pejabat daerah. Pasalnya, sebelum insiden pembunuhan ini, kasus serupa sudah terjadi di Itakyry dan Pedro Juan Caballero.

Kasus pembunuhan pertama terjadi di Itakyry, Alto Parana menimpa calon legislatif bernama Carlos Aguilera pada Senin (20/9/2021). Sementara, pembunuhan kedua menyasar kandidat legislatif di kota perbatasan Brasil, Pedro Juan Caballero bernama Néstor Echevarría pada Kamis (30/9/2021).

Padahal Echevarría saat itu sedang ditemani oleh beberapa orang, tetapi secara tiba-tiba terdapat seseorang dengan mengendarai sepeda motor menembakkan peluru ke arahnya. Tak lama kemudian, ia tewas dengan 40 peluru yang bersarang di tubuhnya, dilaporkan dari laman La Nacion.

Dilansir dari Ultima Hora, seorang kandidat legislatif di Itakyry bernama Luis Acosta Fonseca kini sedang diinvestigasi lantaran diduga terlibat pembunuhan Carlos Aguilera. Namun, Acosta diketahui melarikan diri dan masih menjadi buronan hingga kini.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan setelah terjadinya pertemuan pribadi 25 senator – merupakan mayoritas tipis di parlemen- yang menyetujui RUU untuk mengamandemen konstitusi. Dari tahun 1954 sampai 1989, Paraguay dikuasai oleh junta militer Jenderal Alfredo Stroessner, yang merebut kekuasaan dalam kudeta.

Konstitusi saat ini, disahkan pada tahun 1992 setelah tumbangnya kediktatoran, membatasi kepala negara untuk hanya menjabat satu kali dengan masa jabatan lima tahun.

Para pengunjuk rasa marah dengan RUU yang akan memungkinkan Presiden Cartes’ untuk menghapus pembatasan itu dan mencalonkan diri lagi untuk pemilihan kembali. Seorang senator oposisi, Desiree Masi, menyebut langkah itu sebagai kudeta dan menyerukan pendukungnya untuk menolaknya.