Fakta Gempa di Zona Megathrust Guncang Mentawai Hari ini

Fakta Gempa di Zona Megathrust Guncang Mentawai Hari ini

Fakta Gempa di Zona Megathrust Guncang Mentawai Hari ini – Gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi. Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang dialami selama periode waktu.

Gempa berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang Kepulauan Mentawai Rabu (5/5/2021) pukul 08.24 WIB. Diketahui episenter gempa terletak pada koordinat 2,06 Lintang Selatan (LS) dan 99,59 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 41 kilometer.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa ini terjadi di zona megathrust. “Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas Club388 Indonesia subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di bidang kontak antar lempeng atau dikenal sebagai zona megathrust,” ujar Koordinator Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono.

Ia juga menambahkan, adanya mekanisme sumber pergerak naik (thrust fault) menjadi salah satu indikasi kuat bahwa gempa ini memang terjadi di zona megathrust.

2. Guncangan terasa hingga Padang dan Pariaman

Gempa yang tejadi di Kepulauan Mentawai memiliki skala intensitas IV MMI, yang getarannya dirasakan sangat kuat di Kepulauan Mentawai. Adapun wilayah lainnya yang juga merasakan guncangan gempa yaitu Painan dengan skala intensitas III-IV MMI, Padang dan Pariaman dengan skala intensitas III MMI.

Namun, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

2. Gempa signifikan kedua di bulan Mei 2021

Selama bulan Mei 2021, gempa ini merupakan gempa signifikan kedua yang terjadi di Kepulauan Mentawai. Sebelumnya Pulau Sipora juga diguncang gempa dengan Magnitudo 5,7 pada 3 Mei 2021.

Gempa di Pulau Sipora yang menjadi pusat gempa signifikan dalam tiga hari terakhir, terletak pada segmen Megathrust Mentawai – Siberut yang memiliki magnitudo tertarget mencapai 8,9.

Tercatat juga Pulau Sipora pernah beberapa kali diguncang gempa kuat sebesar magnitudo 6,1 pada 8 Desember 1972, magnitudo 6,6 pada 11 Mei 1994, magnitudo 7,2 pada 25 Februari 2008, dan magnitudo 6,2 pada 3 Maret 2009.

3. Tidak berpotensi tsunami tapi patut diwaspadai

Daryono mengatakan, gempa di Kepulauan Mentawai ini tidak berpotensi tsunami, karena magnitudonya relatif kecil untuk dapat menciptakan deformasi di dasar samudra yang dapat mengganggu kolom air laut. Namun, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada.

“Gempa dengan kekuatan signifikan magnitudo 5,7 pagi ini tentu patut kita waspadai bersama, karena di zona ini merupakan kawasan seismic gap Sumatra yang berpotensi terjadinya gempa besar,” ujar Daryono.