Fasilitas Listrik di Venezuela Mengalami Peledakan

Fasilitas Listrik di Venezuela Mengalami Peledakan

Fasilitas Listrik di Venezuela Mengalami Peledakan РKongres oposisi Venezuela mendeklarasikan darurat nasional setelah lima hari pemadaman listrik total yang melumpuhkan negara.  Sebuah ledakan terjadi pada fasilitas listrik yang terletak di Aragua, Venezuela pada Minggu (12/9/2021).

Sedangkan Pemerintah Venezuela menuding ledakan ini disebabkan aksi terorisme yang selama ini menyerang sejumlah sistem kelistrikan negara Amerika Selatan itu. Hingga Selasa kemarin, warga Venezuela masih menderita akibat pemadaman listrik meskipun sebagian listrik mulai menyala di ibu kota Caracas pada Selasa. Maduro menuduh pemadaman listrik akibat sabotase AS.

Pada Maret lalu, Pemerintah Venezuela juga menuding ledakan kilang minyak di El Tejero, Monagas sebagai aksi terorisme. Namun terdapat dugaan bahwa ledakan disebabkan buruknya perawatan dan manajemen pipa minyak dan gas.

1. Ledakan sebabkan matinya 75 megawatt aliran listrik

Menteri Energi Listrik Venezuela, Nestor Reverol mengatakan jika sistem kelistrikan nasional mendapat serangan baru. Ia juga menegaskan apabila serangan listrik terjadi di Jose Angel Lamas, Provinsi Aragua, “Di Provinsi Aragua, kita kehilangan sebanyak 75 megawatt dan kami menunggu pengkajian kerusakan pada fasilitas listrik itu.”

Reverol juga mengapresiasi pemadam kebakaran Aragua yang mampu bertindak cepat dan efisien. Maka dari itu, semua jajarannya dapat merencanakan semua penanganan yang dibutuhkan dengan cepat dan mempercepat pengoperasian fasilitas listrik tersebut.

Beberapa pengguna sosial media juga menginformasikan terkait adanya kesalahan dalam sistem listrik pada petang hari. Menjelang malam, listrik di beberapa kota seperti Maturin, San Juan de los Morros, Punto Fijo dan Margarita langsung padam, dilansir dari El Tiempo.

2. Berdampak terganggunya aliran listrik di beberapa provinsi, termasuk Caracas

Sementara itu, dilansir dari Sputnik News dalam Republic World, Reverol juga mengatakan ledakan itu telah mengakibatkan terganggunya aliran listrik di beberapa provinsi, meliputi Zulia, Tachira, Nueva Esparta, Merida dan Falcon.

Sedangkan aliran listrik di ibu kota Caracas dan sekitarnya sudah kembali seperti semula dan sejumlah petugas sedang memperbaiki sejumlah kerusakan di daerah lain.

Berdasarkan keterangannya dalam VTV, menteri berusia 56 tahun itu mengatakan jika, “Peperangan listrik merupakan salah satu dari beberapa komponen konflik di Venezuela. Presiden Nicolas Maduro mengklaim Oktober lalu bahwa Kilang Minyak Amuay mendapat serangan teroris yang berasal dari senjata besar dan kuat.”

3. Menuding AS berada di balik sabotase listrik Venezuela

Dilaporkan dari RT, Reverol memang tidak menunjuk siapapun sebagai dalang dari aksi sabotase ini. Namun otoritas Venezuela sebelumnya menuduh Amerika Serikat yang ada di balik insiden yang sama. Bahkan Caracas menuding Washington mencoba merusak negara dan melengserkan pemimpin sosialis Nicolas Maduro dari jabatannya.

Di samping itu, Wapres Venezuela Delcy Rodriguez mengumumkan apabila pemerintahannya akan menunjukkan bukti terkait pemadaman masif di negara Amerika Latin itu yang berlangsung selama satu minggu. Bahkan pemadaman pada Maret 2019 lalu itu telah mengakibatkan 43 orang tewas.

Sistem kelistrikan Venezuela selama ini telah dihinggapi berbagai insiden ledakan dan pemadaman listrik. Menurut organisasi non profit, Comité de Afectados por los Apagones melaporkan lebih dari 96 ribu kerusakan sistem kelistrikan dan 38 ribu kasus kerusakan perangkat pada tahun ini.