Gara” Jual Serbuk Petasan 2 Pria Jombang Terancam Penjara

Gara” Jual Serbuk Petasan 2 Pria Jombang Terancam Penjara

Gara” Jual Serbuk Petasan 2 Pria Jombang Terancam PenjaraPetasan (juga dikenal sebagai mercon) adalah peledak berupa bubuk yang dikemas dalam beberapa lapis kertas, biasanya bersumbu, digunakan untuk memeriahkan berbagai peristiwa, seperti perayaan tahun baru, perkawinan, dan sebagainya. Dua orang warga Jombang harus berurusan dengan Satreskrim Polres Trenggalek. Keduanya ditangkap setelah terbukti menjual serbuk petasan beserta sumbunya.

Tersangka berinisial YM dan AS merupakan warga Desa Rejoangung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Dari tangan mereka, Dilansir dari Livechat Live22 Indonesia polisi mengamankan barang bukti berupa 25 Kg bubuk petasan serta 8 ikat sumbu petasan. Barang bukti ini kemudian dimusnahkan dengan cara dimasukkan ke dalam air.

1. Melakukan transaksi via media sosial

Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring menuturkan penangkapan kedua tersangka ini dilakukan saat bulan Ramadan lalu. Kasus ini berawal saat tersangka menawarkan bubuk petasan beserta sumbu melalui Facebook.

Tersangka YM mengaku bisa mencarikan serbuk petasan dan sumbu kepada salah seorang warga Trenggalek. Percakapan awalnya dilakukan melalui inbox Facebook sebelum mereka mereka bertukar nomor untuk melanjutkan percakapan dengan WhatsApp. “Tersangka YM kemudian menghubungi tersangka AS dan meminta bantuan untuk memenuhi pesanan bubuk petasan ini,” ujarnya, Senin (24/5/2021).

2. Ditangkap saat sedang mengantarkan bubuk petasan

Melalui seorang perantara, mereka kemudian mendapatkan barang yang dipesan sebanyak 25 Kg bubuk petasan beserta sumbunya. Keduanya lalu mengantarkan barang tersebut ke Trenggalek dengan menggunakan sepeda motor. Namun, saat berada di wilayah Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, mereka ditangkap Polisi.

Serbuk petasan dan sumbu ini rencananya akan dijual oleh tersangka seharga Rp6,2 Juta. “Keduanya ditangkap saat sedang dalam perjalanan untuk mengantarkan serbuk petasan ini,” imbuhnya.

3. Bubuk petasan dimusnahkan dengan air

Polisi sendiri masih terus melakukan penyidikan untuk menemukan pemesan serbuk petasan ini. Tersangka sendiri terancam dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 tahun 1951 Jo UU RI No. 1 tahun 1961 dengan ancaman pidana 20 tahun.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, polisi memusnahkan semua barang bukti yang diamankan. “Kita musnahkan dengan cara direndam ke air agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,”pungkasnya.