India Telah Menghadapi Virus Baru yang Dinamai Virus Nipah

India Telah Menghadapi Virus Baru yang Dinamai Virus Nipah

India Telah Menghadapi Virus Baru yang Dinamai Virus Nipah – Virus Nipah merupakan salah satu jenis virus berbahaya. Penularan virus nipah dapat terjadi melalui perantara hewan liar ke manusia. Meski belum terdeteksi di Indonesia, Anda tetap perlu waspada karena virus ini diduga dapat berpotensi menjadi pandemi. Dengan populasinya yang besar, India adalah salah satu negara dengan total kasus infeksi COVID-19 tertinggi di dunia.

Lebih dari 33 juta orang di negara tersebut telah terinfeksi dan sekitar 441 ribu orang telah meninggal dunia. Kini, India juga menghadapi kasus virus yang disebut lebih mematikan dari pada virus Corona. Virus tersebut adalah virus Nipah. Seorang bocah di negara bagian Kerala, India bagian selatan, dikabarkan meninggal karena virus tersebut.

Menurut CBS News, pasien menderita demam tinggi dan kondisinya memburuk sejak seminggu lalu. Dokter curiga ada radang otak (ensefalitis) dan segera sampel darahnya dikirim ke Institut Virologi Nasional. Hasil dari sampel itu mengonfirmasi adanya infeksi Nipah.

1. Pelacakan kontak dilakukan, ratusan orang diisolasi

Pada hari Minggu (5/9), seorang bocah berusia 12 tahun di negara bagian Kerala, dilaporkan meninggal karena virus Nipah. Hal itu membuat para pejabat kesehatan segera melakukan pelacakan kontak dan mengisolasi ratusan orang, yang diduga telah melakukan kontak dengan bocah tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera, hari Selasa (7/9), delapan orang yang melakukan kontak, telah diuji dan hasilnya negatif, menurut Menteri Kesehatan negara bagian yang bernama Veena George.

Menurut George, lebih banyak sampel akan dilakukan uji dan total rencananya 48 kontak, termasuk delapan yang dites negatif. Mereka sedang dalam pantauan intensif pihak rumah sakit.

Virus Nipah adalah salah satu virus langka yang sangat mematikan di dunia. Virus itu pertama kali diidentifikasi di Malaysia akhir tahun 1990-an. Penyebaran bisa terjadi karena dibawa oleh kelelawar buah, babi dan melalui kontak manusia dengan manusia lain.

2. Pemerintah negara bagian Karnataka ketatkan perbatasan

Menurut WHO, virus Nipah diperkirakan memiliki tingkat kematian 40 hingga 75 persen bagi mereka yang terinfeksi. Ini lebih ganas jika dibandingkan dengan virus Corona.

Selain itu, negara bagian Kerala saat ini adalah wilayah yang menyumbang infeksi COVID-19 harian tertinggi di India. Dilansir dari Associated Press, pada hari Senin (6/9), hampir 20 ribu infeksi COVID-19 harian disumbang dari Kerala dengan total kasus di seluruh negeri adalah 31.222 kasus.

Kabar munculnya infeksi virus Nipah yang telah membunuh seorang anak itu, semakin membuat negara bagian Kerala meningkatkan kesiagaannya. Pemerintah negara bagian Karnataka yang berbatasan dengan Kerala segera meningkatkan kewaspadaan di perbatasan.

Dilansir Hindustan Times, wilayah yang berbatasan dengan Kerala diharap ekstra waspada. Otoritas yang berwenang diminta selalu memantau mereka yang datang dari Kerala dan menderita gejala demam, perubahan status mental, kelemahan parah, sakit kepala, gangguan pernapasan, batuk, muntah, nyeri otot, kejang dan diare.

Pengawasan sistematis juga dinasihatkan untuk dikembangkan guna melakukan identifikasi dan deteksi dini virus Nipah tersebut. Informasi tingkat bahaya harus disebarkan agar publik juga menyadarinya.

3. Tidak menyebar seperti COVID-19

Saat ini tim ahli India telah didatangkan dari pusat, untuk membantu pemerintah negara bagian Kerala dalam melakukan pelacakan dan identifikasi kemungkinan sebaran virus. Menurut Times of India, tidak ada vaksin untuk virus Nipah.

Meski lebih mematikan dari COVID-19, tapi penyebarannya tidak seperti COVID-19 yang bisa lewat udara. Nipah disebarkan lewat kontak antara manusia dengan manusia lain.

Saran yang dianjurkan untuk menghindari terkena infeksi adalah, tidak boleh makan dari buah yang jatuh ke tanah dan tidak boleh melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.