Inggris Mengurangi Biaya Tes COVID-19 bagi Pelancong

Inggris Mengurangi Biaya Tes COVID-19 bagi Pelancong

Inggris Mengurangi Biaya Tes COVID-19 bagi Pelancong – Pemerintah Inggris menyatakan orang-orang yang tiba di Inggris dari negara yang tidak berada dalam daftar aman virus corona, mulai bulan depan akan dapat mengurangi masa karantina jika mereka dites negatif untuk virus tersebut. Menteri Transportasi Grant Shapps mengatakan, masa karantina 14 hari dapat dikurangi jika orang memiliki hasil tes negatif lima hari setelah kedatangan mereka.

Hasil tes biasanya dikeluarkan dalam waktu 24-48 jam, yang berarti, orang-orang dapat dibebaskan dari karantina enam hari setelah kedatangan. Pemerintah Inggris Raya pada hari Jumat (13/8/2021) mengumumkan bahwa biaya tes COVID-19 dari NHS (National Health Service) untuk kedatangan perjalanan internasional akan dikurangi.

Negara bagian-negara bagian itu telah bersepakat di antara mereka sendiri mengenai proposal untuk memperketat restriksi dalam beberapa pekan menjelang musim liburan itu guna membendung penyebaran virus corona. Dikutip dari Download IDN Poker77 Pemotongan ini diberikan kepada mereka yang datang dari negara yang masuk daftar hijau dan kuning atau mereka yang telah divaksinasi penuh.

1. Biaya tes COVID-19 dikurangi
Inggris Potong Tarif Tes COVID-19 bagi Pelancong

Dilansir Mirror, potongan biaya tes NHS ini dari 88 pound sterling (Rp1,7 juta) menjadi 68 pound sterling (Rp1,3 juta) diberikan untuk kedatangan dari negara dalam daftar hijau dan kuning, serta telah divaksinasi penuh, sementara kedatangan dari daftar negara kuning dan baru menerima satu dosis potongan yang diberikan dari 170 pound sterling (Rp3,3 juta) menjadi 136 pound sterling (Rp2,7 juta) untuk dua kali tes.

Dengan pengurangan harga tes terbaru ini, maka NHS telah dua kali memotong biaya tes. Tindakan pemotongan ini dilakukan setelah melakukan tinjauan pada bulan Mei yang mengurangi biaya paket hari ke-2 dan ke-8 dari 210 pound sterling (Rp4,1 juta) menjadi 170 pound sterling (Rp3,3 juta).

Iklan mengenai tes COVID-19 ini akan dilakukan NHS bersama paket pengujian perusahaan milik swasta, yang tersedia untuk dibeli dalam memenuhi persyaratan pengujian pemerintah untuk perjalanan internasional.

Layanan gratis tes PCR akan tetap tersedia bagi mereka yang menunjukkan gejala COVID-19. Mulai 16 Agustus bagi mereka yang memperoleh dua dosis vaksin dan masih di bawah 18 tahun dan telah diidentifikasi sebagai kontak dekat seseorang dengan virus akan tidak dikenakan biaya tes.

2. Pemerintah akan memastikan penyedia tes menetapkan harga yang wajar
Inggris Potong Tarif Tes COVID-19 bagi Pelancong

Dilansir The independent, pengurangan harga ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Sajid Javid, yang menjajinkan bahwa dia akan memberikan perlindungan kepada konsumen agar mendapatkan harga yang wajar dan berkulitas tinggi, dia memperingatkan bahwa penyedia yang ditemukan menawarkan harga yang tidak wajar akan dikeluarkan dari layanan.

Javid menyampaikan dengan pengurangan harga ini orang bisa menikmati liburan panas, tanpa perlu menghadapi harga tes PCR yang berlebihan, yang mungkin bisa membatalkan rencana liburan.

Meski penerapan tes bagi kedatangan internasional ini dilakukan untuk memastikan terkendalinya penyebaran virus, tapi telah menghadapi kritikan dari Munira Wilson, seorang juru bicara kesehatan dari Demokrat Liberal mengecam perusahaan swasta yang mengambil untung dalam menyediakan jasa tes, dia juga mengecam pemerintah yang dianggap masih gagal dalam menentukan harga tes PCR.

3. Turis mengeluhkan biaya tes
Inggris Potong Tarif Tes COVID-19 bagi Pelancong

Dilansir BBC, para wisatawan internasional telah mengeluhkan biaya tes PCR yang dilakukan untuk mendeteksi virus corona karena dianggap mereka terlalu mahal. Tes PCR yang diterapkan pihak swasta kepada para pelancong internasional dilaporkan dapat berkisar dari 20 pound sterling (Rp398 ribu) hingga lebih dari 500 pound sterling (Rp9,9 juta).

Selain itu layanan tes yang diberikan dianggap buruk. Penggunan jasa layanan tes telah mengeluh bahwa mereka belum menerima hasil tes atau alat tes PCR yang dikirimkan telah rusak. Ada lebih dari 400 perusahaan yang menawarkan tes PCR, beberapa di antaranya dilaporkan bahwa belum mendapat akreditasi penuh.

Mengenai akreditasi pemerintah sebelumnya telah menyampaikan bahwa penyedia jasa harus menggunakan laboratorium yang terakreditasi atau sedang menjalani akreditasi oleh layanan akreditasi. Pemerintah telah mengigatkan bahwa perusahaan yang gagal memenuhi standar akan dikeluarkan dari daftar penyedia layanan.