Jumlah Penumpang Turun Dihari Pertama Larangan Mudik Berlaku

Jumlah Penumpang Turun Dihari Pertama Larangan Mudik Berlaku

Jumlah Penumpang Turun Dihari Pertama Larangan Mudik Berlaku – Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Dalam SE tersebut, pemerintah menetapkan tanggal 6-17 Mei 2021 sebagai periode larangan mudik Lebaran. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan terjadi penurunan pergerakan transportasi dan penumpang di masa larangan mudik.

Mereka menilai penurunan ini disebabkan oleh Club388 Indonesia dua hal. Penurunan volume penumpang yang cukup signifikan di semua moda transportasi ini bisa diindikasikan, pertama, masyarakat telah melakukan perjalanan lebih dulu di masa Pra Peniadaan Mudik, atau kedua, tingkat kepatuhan masyarakat yang meningkat terhadap peraturan peniadaan mudik di tahun 2021,

1. Kemenhub akan tingkatkan penyekatan dan pengawasan

Adita menjelaskan, dari pemantauan penerapan pengendalian transportasi di hari pertama kemarin, penerapan protokol kesehatan di prasarana dan sarana transportasi umum berjalan cukup baik. Selain itu, penyekatan yang dilakukan petugas di sejumlah titik akan terus dioptimalkan.

“Selanjutnya, kami akan terus melakukan pemantauan terhadap pengendalian transportasi di masa Idul Fitri 2021 H dan memastikan perjalanan masyarakat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Adita.

2. Penurunan jumlah kendaraan dan penumpang di hari pertama larangan mudik

Kemenhub mencatat untuk transportasi darat, penumpang angkutan darat atau bus mencapai total 10.644 orang atau turun sekitar 75 persen. Untuk transportasi udara, dari 12 bandara pemantau, tercatat sebanyak 270 flight keberangkatan atau turun 82,7 persen dari hari biasa.

Pergerakan penumpang yang menggunakan kereta api mencapai 17.220 orang penumpang, turun 71 persen dari jumlah penumpang sehari sebelumnya. Sementara di transportasi laut, untuk pelabuhan antarpulau, terdapat 2.048 orang penumpang atau turun 88 persen dibandingkan hari biasa.

3. Ada 381 titik penyekatan selama larangan mudik
Hari Pertama Larangan Mudik, Jumlah Penumpang Turun Signifikan

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Arief Sulistyanto mengatakan Polri telah menambah jumlah titik penyekatan yang tersebar di Jawa, Bali, dan Sumatera.

“Penyekatan di titik yang sudah ditentukan di mana semula ada 333 titik penyekatan ditingkatkan lagi menjadi 381 titik penyekatan mulai dari Sumatra Selatan sampai ke Bali,” ujarnya

Arief memastikan, Polri akan melakukan penegakan hukum kepada mereka yang masih nekat mudik mulai tanggal 6 hingga 17 Mei.

Berikut titik penyekatan tersebut tersebar mulai dari Sumatera hingga Pulau Bali.

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan: 10 titik
Kepolisian Daerah Lampung: 9 titik
Kepolisian Daerah Banten: 16 titik
Kepolisian Daerah Metro Jaya: 14 titik
Kepolisian Daerah Jawa Barat: 158 titik
Kepolisian Daerah Jawa Tengah: 85 titik
Kepolisian Daerah Jawa Timur: 74 titik
Kepolisian Daerah DI Yogyakarta: 10 titik
Kepolisian Daerah Bali: 5 titik