Kasus Brahim Ghali Dibuka Pengadilan Tinggi Spanyol Kembali

Kasus Brahim Ghali Dibuka Pengadilan Tinggi Spanyol Kembali

Kasus Brahim Ghali Dibuka Pengadilan Tinggi Spanyol Kembali – Brahim Ghali adalah presiden saat ini di Republik Demokratik Arab Sahrawi (SADR) dan mantan duta besar SADR untuk Aljazair. Ghali telah menjadi tokoh bersejarah dan memainkan peran kunci dalam perjuangan rakyat Sahrawi untuk menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan dari Maroko.

Dia berperan penting dalam penciptaan Gerakan untuk Pembebasan Saguia el Hamra dan Wadi el Dhahab , Intifada Zemla 1970 melawan kekuasaan Spanyol, dasar dari Front Populer untuk Pembebasan Saguia el-Hamra dan Río de Oro (Front Polisario) pada tahun 1973, dan Republik Sahrawi pada tahun 1976. Ia juga memainkan peran utama dalam Perang Sahara Barat dan pembentukan MINURSO , misi penjaga perdamaian PBB untuk Sahara Barat.

Pengadilan Tinggi Spanyol memutuskan untuk membuka kembali kasus kejahatan yang diduga dilakukan pemimpin CS Live22 Polisario Brahim Ghali. Sebelumnya pemimpin Front Polisario tersebut sedang dirawat di Spanyol sejak pertengahan April lalu setelah terinfeksi COVID-19. Pembukaan investigasi ini dilakukan di tengah krisis imigrasi di Ceuta setelah masuknya ribuan imigran dari Maroko di wilayah terluar Spanyol tersebut hanya dalam kurun waktu dua hari.

1. Kembali membuka kasus yang dituduhkan pada Brahim Ghali
Pengadilan Tinggi Spanyol Buka Tuduhan Kasus Kriminal Brahim Ghali

Pada hari Selasa (18/05/2021), kepala Pengadilan Tinggi Spanyol Santiago Pedraz membuka kembali kasus kejahatan yang dituduhkan pada pemimpin Polisario Brahim Ghali.

Kasus tersebut sudah dibuka sejak Oktober 2020 lalu, tetapi harus berhenti karena dinilai tidak memiliki bukti yang cukup. Dibukanya kembali persidangan terkait kasus ini menyusul permintaan dari Asosiasi Perlindungan HAM Sahrawi (ASADEH).

Pada April lalu, ASADEH mengirimkan surat kepada Pengadilan Tinggi untuk membuka kembali kasus ini menyusul keberadaan Ghali di Spanyol, dilansir dari ABC.

2. Dituding melakukan pelanggaran HAM

Kasus persidangan yang kembali dibuka Pengadilan Tinggi Spanyol ini sebelumnya sudah diajukan sejak 2017 oleh ASADEH. Sementara itu, tindak kriminal yang dituduhkan pada 28 orang termasuk Brahim Ghali berkaitan dengan genosida, pembunuhan, kekerasan, terorisme, penahanan ilegal dan hilangnya sejumlah orang, dilansir dari La Razon.

Selain mengenai pelanggaran HAM ini, terdapat pula tudingan pada Ghali pada Agustus tahun lalu dari seorang blogger berkewarganergaraan Spanyol asal Sahrawi bernama Fadel Mihdi Breica.

Ia mengungkapkan ketika sampai di kamp Tindouf, Aljazair pada 2019, ia ditangkap dan menjadi korban kekerasan di tahanan rahasia, dikutip dari ABC.

3. Memperburuk hubungan Spanyol dan Maroko
Pengadilan Tinggi Spanyol Buka Tuduhan Kasus Kriminal Brahim Ghali

Perawatan pemimpin Polisario Brahim Ghali di Spanyol menjadi momen terburuk hubungan diplomatik Spanyol dan Maroko. Bahkan kedatangan Ghali ke Spanyol sejak sebulan lalu juga menggunakan identitas palsu berpaspor Aljazair, tetapi pihak Spanyol tetap menerimanya dengan alasan kemanusiaan, dilansir Publico.

Bahkan tensi antara kedua negara mengakibatkan krisis kemanusiaan dengan tibanya 8.000 imigran dari Maroko ke kota otonom Spanyol di Afrika, Ceuta dan Melilla hanya dalam kurun waktu 48 jam.

Masuknya imigran ini diduga sebagai bentuk protes dari Maroko kepada Spanyol yang selama ini ikut menjaga perbatasan dari gelombang imigran menuju ke wilayahnya.