Kasus Terpapar COVID-19 di Dunia telah Tembus 174 Juta Orang

Kasus Terpapar COVID-19 di Dunia telah Tembus 174 Juta Orang

Kasus Terpapar COVID-19 di Dunia telah Tembus 174 Juta Orang – Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Sejumlah negara masih terus melaporkan tambahan kasus baru infeksi virus corona. Melansir Worldometers, Minggu (6/6/2021) pagi, total kasus Covid-19 di dunia kini mencapai 173.698.490 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak pasien Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 3.735.559 orang. Sementara itu total pasien yang sembuh 156.562.849 orang dari seluruh dunia.

Jumlah kasus di Amerika Serikat melonjak sejak pertengahan 2020. Di AS, ada 34.203.561 kasus infeksi virus corona. Sebanyak 28.100.487 orang telah sembuh, dan 612.195 orang meninggal dunia. Angka kematian akibat Covid-19 di AS menjadi yang tertinggi di dunia.

Kasus COVID-19 di dunia masih terus meningkat. Melansir World O Meter, jumlah kasus COVID-19 di dunia hari ini bertambah 320.348 menjadi 174 juta orang per Senin (7/6/2021) pukul 06.57 WIB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 157 juta orang telah Deposit IDN Poker Pakai Dana sembuh dan 3,74 juta orang meninggal dunia akibat virus corona.

1. India miliki penambahan kasus harian terbanyak
Waspada! 174 Juta Orang di Dunia Sudah Terpapar COVID-19

Penambahan kasus terbanyak dalam semalam masih dimiliki India dengan total 101.232 orang. India berada di peringkat kedua dunia dengan jumlah kasus mencapai 28,9 juta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 27,1 juta orang di antaranya telah dinyatakan sembuh sedangkan 349.229 orang meninggal dunia.

2. Amerika Serikat punya kasus COVID-19 terbanyak di dunia
Waspada! 174 Juta Orang di Dunia Sudah Terpapar COVID-19

Negara dengan akumulasi kasus terbanyak masih dimiliki Amerika Serikat dengan 34,2 juta orang telah terpapar COVID-19. Jumlah itu bertambah 5.852 kasus dalam sehari terakhir.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 28,1 juta orang telah sembuh dan 612 ribu orang meninggal dunia.

3. Indonesia berada di peringkat ke-18

Berita Harian Pandemi-virus-corona Terbaru Hari Ini - Kompas.com

Indonesia berada di peringkat ke-18 dunia dengan 1,85 juta orang atau bertambah 5.832 kasus dalam 24 jam terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.7 juta orang telah sembuh dan 51.612 lainnya meninggal dunia.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan napsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara (airborne). Virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut. Sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas atau aktivitas di luar rumah. Jangan lupa pula mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline Kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.