Kelompok Penculikan Siswa Sebuah Sekolah Islam di Niger

Kelompok Penculikan Siswa Sebuah Sekolah Islam di Niger

Kelompok Penculikan Siswa Sebuah Sekolah Islam di Niger – Republik Niger adalah sebuah negara yang terkurung oleh daratan (landlocked) di bagian barat Afrika. Niger berbatasan dengan Nigeria dan Benin di sebelah selatan; Mali di barat; Aljazair dan Libya di utara; dan Chad di sebelah timur. Nama negara ini diambil dari Sungai Niger.

Ibu kotanya ialah Niamey. Niger adalah negara berkembang, dan merupakan negara dengan urutan ke-188 Indeks Pembangunan Manusia PBB. Pada akhir Mei 2021, komplotan kelompok bersenjata melakukan aksi penculikan di sebuah sekolah Islam bernama Tanko Salihu.

Sekolah itu berada di negara bagian Niger, sebelah utara ibukota Abuja. Selama Download IDN Poker77 hampir tiga bulan diculik, para siswa kemudian kabarnya dilepaskan. Hal ini dikonfirmasi oleh kepala sekolah yang bernama Abubakar Alhassan, bahwa siswa-siswa sedang diangkut ke kota Minna, di negara bagian Niger.

1. Belum diketahui berapa jumlah siswa yang dibebaskan penculik
Kelompok Bersenjata Nigeria Bebaskan Siswa yang Diculik

Sejak bulan Desember 2020, aksi penculikan meningkat di Nigeria. Gerombolan bandit kriminal bersenjata, menyergap sekolah-sekolah dan membawa para siswa. Mereka menculik untuk mencari uang tebusan.

Taktik yang mereka gunakan meniru apa yang pernah dilakukan oleh kelompok radikal Boko Haram.

Di negara bagian Niger, gerombolan penculik pada bulan Mei menyergap Sekolah Islam Tanko Salihu.

Mereka datang dengan mengendarai sepeda motor, melepaskan tembakan dan menewaskan satu orang, sebelum akhirnya mereka membawa sekitar 136 siswa dan juga termasuk guru sekolah itu.

Dilansir kantor berita Reuters, belum diketahui secara pasti berapa jumlah siswa yang dibebaskan oleh penculik. Mallam Saidu Tegina, orang tua dari salah satu siswa yang diculik mengatakan lewat telepon bahwa para siswa telah dibebaskan.

Orang tua siswa lainnya yang bernama Abubakar Garba Alhasan, memiliki tujuh anak yang ikut diculik oleh komplotan tersebut. “Mereka dibebaskan sekarang,” katanya. Dia juga menambahkan bahwa para siswa sedang dalam perjalanan ke ibukota Minna.

2. Enam siswa meninggal ketika dalam tahanan penculik
Kelompok Bersenjata Nigeria Bebaskan Siswa yang Diculik

Associated Press menyebutkan bahwa penculikan yang dilakukan pada akhir Mei itu, membawa serta anak-anak yang bahkan baru berusia lima tahun. Ada juga anak-anak prasekolah yang akhirnya ditinggalkan karena tidak bisa mengikuti langkah cepat ketika para penculik membawa siswa memasuki hutan.

Diperkirakan, sekitar 136 siswa dan beberapa gurunya telah dibawa oleh gerombolan penculik. Pada pertengahan bulan Juni, sebanyak 15 siswa dapat melarikan diri sedangkan enam lainnya dikabarkan meninggal ketika berada dalam tahanan penculik.

Pihak berwenang di Nigeria telah dikritik karena dianggap gagal mengatasi ketidak-amanan yang meluas. Ini termasuk krisis penculikan yang terus terjadi di beberapa sekolah dan universitas yang bahkan meningkat sejak Desember tahun 2020 lalu.

Pemerintah dianggap tidak mampu menghentikan serentetan penculikan dari para bandit bersenjata yang menginginkan uang tebusan. Beberapa sekolah bahkan akhirnya terpaksa harus tutup karena khawatir risiko jadi target penculikan kelompok bandit itu.

3. Uang tebusan untuk para penculik agar membebaskan siswa
Kelompok Bersenjata Nigeria Bebaskan Siswa yang Diculik

Sejak Desember 2020, lebih dari 1.000 siswa di Nigeria telah diculik oleh beberapa kelompok bandit. Kelompok tersebut meminta uang tebusan untuk pembebasan para siswa.

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari telah menyerukan agar tidak memberikan uang tebusan dan segala upaya penyelamatan akan dilakukan oleh pasukan pemerintah. Meski begitu, banyak orang tua khawatir tentang nasib anak-anaknya yang terus berada di tangan penculik.

Seperti yang terjadi di negara bagian Niger tersebut, para penculik meminta uang tebusan 300 juta Naira atau Rp10,4 miliar. Angka itu diturunkan menjadi 50 juta Naira atau Rp1,7 miliar. Tebusan itu dibayar dalam dua kali angsuran.

Dilansir media lokal Punch, selain tuntutan tersebut, penculik bersikeras meminta tambahan 20 juta Naira atau Rp699 juta dan enam sepeda motor.

Menurut BBC, orang tua dan administrator sekolah telah menjual harta benda dan sebagian tanah sekolah untuk membayar uang tebusan pada bulan Juni lalu. Tetapi mereka kemudian mengatakan bahwa pembayaran itu tidak cukup.

Saat ini ketika para siswa dibebaskan, tidak ada rincian berapa uang tebusan yang dibayarkan oleh sekolah dan orang tua kepada gerombolan bandit penculit tersebut.

Sebagian besar daerah Niger yang bukan gurun terancam mengalami kekeringan secara periodik dan penggurunan. Pusat kegiatan ekonomi terkonsentrasi di sekitar lahan yang subur di selatan negeri, ekspor bahan baku, terutama bijih uranium.

Sejak kemerdekaan, Nigeria telah hidup di bawah lima konstitusi dan tiga periode pemerintahan militer. Setelah kudeta militer pada tahun 2010, Niger telah menjadi negara demokratis, negara multi-partai. Mayoritas tinggal di daerah pedesaan, dan memiliki sedikit akses ke pendidikan lanjutan.