Kepolisian Kolombia Terlibat Bentrokan dengan Kelompok FARC

Kepolisian Kolombia Terlibat Bentrokan dengan Kelompok FARC

Kepolisian Kolombia Terlibat Bentrokan dengan Kelompok FARC – Sejumlah anggota kelompok Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) terlibat baku tembak dengan polisi setempat. Kontak senjata terjadi di pinggiran Kota Pasto, perbatasan antara Provinsi Narino dan Tumaco, sekitar 530 kilometer Barat Daya Ibu Kota Bogota. Aparat kepolisian Kolombia terlibat bentrokan dengan puluhan kelompok pembelot FARC di Tumaco, Departemen Nariño pada Jumat (20/8/2021).

Bentrokan terjadi saat anggota FARC berusaha menguasai sebuah ruas jalan untuk dijadikan sebagai pos pemeriksaan. Bahkan insiden ini mengakibatkan belasan anggota kepolisian mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit terdekat.

Meskipun kelompok gerilya FARC dan Pemerintah Kolombia sudah melangsungkan perjanjian damai sejak 2016 lalu. Dirangkum dari Download IDN Poker77 Namun masih terdapat anggota FARC yang menolak berdamai dan tetap melanjutkan aksinya melawan pemerintah.

1. Sebanyak 14 anggota kepolisian mengalami luka-luka

Bentrokan antara Polisi Hutan Komando Anti Narkoba dengan sebanyak 60 anggota gerilya pembelot FARC kembali terjadi di Tumaco, Departemen Nariño yang berbatasan langsung dengan Ekuador. Bahkan adu senjata antara pemberontak dan polisi kali ini mengakibatkan 14 orang polisi mengalami luka-luka.

Dilansir dari The Rio Times, kepala Kepolisian Kolombia, Jenderal Luis Vargas mengatakan bentrokan terjadi di area pedesaan dan mengakibatkan satu orang anggota FARC front Oliver Sinisterra tewas. “Saat di tengah pertempuran, satu orang polisi mengalami luka berat dan sudah ditangani oleh dokter, sedangkan 13 lainnya terluka akibat serpihan senjata api dan granat” kata Vargas.

2. Disebut ulah pembelot FARC Barat Daya Kolombia yang dipimpin alias Allende

Dilansir dari EFE, bentrokan antara polisi dengan pembelot FARC di ujung selatan Kolombia ini diketuai oleh pemimpin yang bernama alias Allende. Bahkan usai pertempuran, sejumlah persenjataan seperti senapan mesin, senjata peledak, peluru dan alat komunikasi sudah disita oleh petugas keamanan.

Pemerintah Kolombia sudah menawarkan hadiah bagi siapapun yang dapat menangkap pemimpin pembelot FARC tersebut. Bahkan imbalan yang akan diberikan berupa uang sebesar 90 juta peso Kolombia atau Rp336 juta.

Di samping bentrokan dengan kepolisian, pada Minggu (22/8/2021) juga terjadi kejadian pembunuhan tiga orang di Departemen Cauca yang tak jauh dari Nariño. Sementara Menteri Pertahanan Kolombia, Diego Molano menyebut jika kejadian ini juga disebabkan ulah anggota pembelot FARC, dikutip dari Associated Press.

3. Tumaco menjadi lokasi utama bentrokan antara FARC dan penyelundup narkoba
Polisi Kolombia Terlibat Bentrokan dengan Pembelot FARC

Wilayah bagian barat daya Kolombia, terutama kota pelabuhan Tumaco menjadi salah satu daerah yang menjadi zona perebutan antara kelompok penyelundup narkoba dan pembelot FARC. Sementara di kota ini terdapat 30 ribu hektare pertanian ilegal yang mayoritas berupa tanaman koka, di mana menjadi bahan utama pembuatan kokain.

Namun menurut data dari SIMCI (System for the Monitoring of Illicit Crops) dan UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) melaporkan jika terdapat 7 persen pengurangan lahan pertanian koka di Kolombia. Pada tahun 2019, mencapai 154 ribu hektare dan berkurang hingga menjdai 143 ribu hektare pada 2020, dilaporkan dari EFE.

Di sisi lain, dilansir dari Colombia Reports, adanya pembelot FARC yang menolak perjanjian perdamaian merupakan bentuk kesalahan dari pemerintah. Pasalnya saat proses perdamaian, terdapat 280 mantan anggota FARC yang dibunuh dan menyebabkan sebanyak 580 anggota menolak proses perdamaian.