Kudus Menutup Semua Akses Bagi Warga Luar Daerah

Kudus Menutup Semua Akses Bagi Warga Luar Daerah

Kudus Menutup Semua Akses Bagi Warga Luar Daerah – Indonesia akan menghadapi lonjakan kasus Covid-19 dengan semakin banyaknya kasus varian B117 dari Inggris dan varian B1617 dari India yang ditemukan Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa sudah ada 54 kasus mutasi virus SARS-Cov-2 yang tergolong variant of concern (VoC), dengan rincian 18 kasus B117, 32 kasus B1617 dan 4 kasus varian B1351 dari Afrika Selatan.

Empat provinsi di Sumatra, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau dan Sumatra Selatan, termasuk dalam zona merah Covid-19 dengan risiko tinggi. Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat jumlah kasus aktif COVID-19 saat ini mencapai 783 kasus.

Jumlah CS Live22 itu melonjak 5,7 kali lipat dibanding 12 hari sebelumnya, yang tercatat hanya 137 kasus aktif.”Saat ini kasus aktif mencapai 783 kasus atau sudah melonjak ratusan persen dibandingkan sebelumnya. Misal data 14 Mei 2021 atau saat Lebaran kasus aktif hanya 137 kasus, sebanyak 44 kasus dirawat dan selebihnya isolasi mandiri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kudus

1. Kematian akibat COVID-19 di Kudus bertambah menjadi 586 kasus
Kasus Melonjak 5 Kali Lipat! Kudus Tutup Akses Bagi Warga Luar Daerah

Total kasus positif COVID-19 pada 14 Mei 2021 tercatat hanya 6.077 kasus, meninggal 544 kasus dan sembuh 5.396 kasus. Sementara, pada Rabu (26/5/2021), ada penambahan kasus positif baru sebanyak 89 kasus sehingga total kasus saat ini mencapai 6.693 kasus.

Ia menjelaskan, saat ini dari 783 kasus positif aktif COVID-19, sebanyak 261 kasus masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 552 kasus menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, kata dia, angka kematian pun bertambah menjadi 586 kasus. Sedangkan angka sembuh juga meningkat menjadi 5.521 kasus.

Untuk menghadapi lonjakan pasien COVID-19, semua rumah sakit rujukan diminta melakukan penambahan jumlah tempat tidur isolasi dan TT ICU isolasi. Pemkab Kudus sudah menyiapkan rumah sakit cadangan dengan kapasitas 400 tempat tidur untuk pasien dengan gejala ringan.

2. Akses masuk ke Kudus ditutup sementara
Kasus Melonjak 5 Kali Lipat! Kudus Tutup Akses Bagi Warga Luar Daerah

Akibat lonjakan kasus COVDI-19 ini, akses masuk ke Kudus, ditutup sementara mulai Rabu (26/5/2021). Penutupan dilakukan guna mencegah masuknya kendaraan luar kota, termasuk wisatawan.

Salah satu akses masuk ke Kudus yang ditutup yakni di Tanggulangin, yang menjadi pintu utama masuknya kendaraan dari luar daerah, terutama dari arah Semarang. Penutupan akses menggunakan pembatas air dan hanya menyisakan akses untuk kendaraan roda dua.

“Kami memang perlu melakukan langkah konkrit, salah satunya dengan menutup akses masuk ke Kudus dan menyekat agar warga luar daerah untuk sementara tidak masuk ke Kudus,” tegas Bupati Kudus, Hartopo.

3. Objek wisata juga ditutup sementara
Kasus Melonjak 5 Kali Lipat! Kudus Tutup Akses Bagi Warga Luar Daerah

Menurut dia, pencegahan tidak hanya sekadar bus wisata dari luar kota, tapi bus mikro dan kendaraan pribadi dari luar kota. Selain mencegah masuknya warga luar kota, Tim Satgas COBID-19 Kudus juga melakukan uji cepat antigen secara acak untuk mengecek ada tidaknya warga yang terpapar virus corona.

Pemkab Kudus pun sudah menutup semua objek wisata untuk sementara waktu sambil menunggu perkembangan kasus COVID-19 di Kudus.

“Jika ada penurunan, tentu aktivitas perekonomian masyarakat akan normal kembali, termasuk objek wisata di Kudus,” ujarnya.

Pemkab Kudus mengancam terhadap setiap pelanggar dengan ancaman denda sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Kudus Nomor 41/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.