Melindungi Eropa & Kanada Serta Turki Adalah Tugas Suci AS

Melindungi Eropa & Kanada Serta Turki Adalah Tugas Suci AS

Melindungi Eropa & Kanada Serta Turki Adalah Tugas Suci AS – Tiap negara membutuhkan negara lain. Tidak ada negara yang benar-benar mandiri tanpa bantuan negara lain. Oleh sebab itu tiap negara akan mempunyai hubungan atau melakukan kerja sama dengan negara lain. Transaksi dan interaksi antarnegara dalam sistem internasional disebut kerja sama atau kooperasi atau hubungan internasional.

Pemerintah mewakili suatu negara saling berhubungan dengan mengajukan alternatif pemecahan, perundingan atau pembicaraan mengenai masalah yang dihadapi. Presiden Amerika Serikat (Joe Biden) mengatakan kepada sesama pemimpin NATO bahwa mempertahankan Eropa, Turki, dan Kanada merupakan “kewajiban suci” bagi Negeri Paman Sam. Sikap Biden terhadap NATO mencerminkan suatu perubahan signifikan jika dibanding pendahulunya, Donald Trump, yang berencana untuk menarik diri aliansi militer tersebut.

Lawatan Biden ke Brussel pascapertemuan G7 di Inggris merupakan strategi Washington untuk menahan militer Tiongkok serta menunjukkan persatuan atas Daftar Poker77 agresi Rusia. “Pasal Lima adalah kewajiban suci,” kata Biden, mengacu pada janji pertahanan kolektif, dilansir dari Channel News Asia. “Saya ingin seluruh Eropa tahu bahwa Amerika Serikat ada di sana,” katanya setelah tiba dengan limusin kepresidenan hitamnya.

1. Rusia dan Tiongkok merupakan ancaman bagi negara-negara Barat
Biden: Tugas Suci Amerika Melindungi Eropa, Kanada, Turki

Setelah pertemuan di Inggris, Tiongkok dan Rusia diprediksi akan menjadi ancaman terbaru bagi koalisi Barat. Komunike G7 yang disampaikan pada Minggu (13/6/2021) menyudutkan Tiongkok atas dalih pelanggaran hak asasi manusia, agresivitas di Selat Taiwan, dan kericuhan di Hong Kong.

Sementara itu, para pemimpin sekutu khawatir dengan aktivitas militer Rusia di dekat Ukarina dan serangan siber untuk melemahkan negara-negara Barat. Biden mengatakan Rusia dan Tiongkok gagal untuk bertindak secara konsisten sejak 1990 sesuai dengan harapan negara-negara Barat, yaitu transisi menuju demokrasi liberal.

“NATO sangat penting bagi kami,” ujar Biden, merujuk kepada NATO sebagai salah satu instrumen untuk membendung agresivitas dua negara tersebut.

2. Dilema NATO dalam menyikapi Tiongkok
Biden: Tugas Suci Amerika Melindungi Eropa, Kanada, Turki

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menunjukkan sikap dilematis tentang bagaimana aliansi militer akan merespons Tiongkok. Di satu sisi, ancaman militer Tiongkok semakin nyata. Di sisi lain, Tiongkok merupakan salah satu investor terbesar untuk pelabuhan dan jaringan telekomunikasi NATO.

“China semakin dekat dengan kami. Kami melihat mereka di ruang siber, kami melihat China di Afrika, tetapi kami juga melihat China berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur penting kami sendiri. Kita perlu merespons bersama sebagai aliansi,” tuturnya.

Terkait hal itu, para diplomat mengatakan bahwa komunike para pemimpin NATO tidak akan menyebut Tiongkok sebagai musuh. Namun, apa yang dilakukan Beijing akan dilihat sebagai tantangan sistemik untuk keamanan dan perdamaian Atlantik, terlebih Tiongkok telah menggelar latihan militer bersama Rusia.

3. Tanggapan Tiongkok atas pernyataan negara-negara Barat
Biden: Tugas Suci Amerika Melindungi Eropa, Kanada, Turki

Menanggapi dinamika terkini, Tiongkok memperingatkan para pemimpin G7 bahwa hari-hari di mana segelintir negara menentukan nasib dunia telah berakhir.

“Hari-hari ketika keputusan global didikte oleh sekelompok kecil negara sudah lama berlalu. Kami selalu percaya bahwa negara, besar atau kecil, kuat atau lemah, miskin atau kaya, adalah sama, dan bahwa urusan dunia harus ditangani melalui konsultasi oleh semua negara,” kata juru bicara kedutaan besar Tiongkok di London.

Tiongkok juga mengecam forum G7 yang dimanfaatkan untuk memperburuk citranya atas sejumlah isu kontroversial yang sarat fitnah, termasuk sumber virus corona yang berasal dari kebocoran laboratorium.

“Reputasi China tidak boleh difitnah,” ujar kedutaan.

Kerja sama internasional dilakukan antar negara dalam rangka pemenuhan kebutuhan rakyatnya dan kepentingan lain yang berpedoman pada politik luar negeri masing-masing negara. Kerja sama internasional adalah salah satu usaha negara-negara untuk menyelaraskan kepentingan-kepentingan yang sama. Juga merupakan perwujudan kondisi masyarakat yang saling tergantung satu sama lain.