Meninggal Usai Vaksinasi Vaksin AstraZeneca Yakin Dipakai

Meninggal Usai Vaksinasi Vaksin AstraZeneca Yakin Dipakai

Meninggal Usai Vaksinasi Vaksin AstraZeneca Yakin Dipakai – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan kesehatan. Kementerian Kesehatan menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca Batch atau kumpulan produksi CTMAV547 karena menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat.

Vaksin COVID-19, juga dikenal sebagai AZD1222, adalah sebuah vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca yang diberikan lewat suntikan intraotot. Kemenkes mencatat, terdapat dua laporan kasus kematian pasca-vaksinasi COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca CTMAV547, salah satunya dialami seorang pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus, warga Buaran, Jakarta Timur, yang meninggal dunia pada Kamis (6/5/2021) sehari setelah disuntik vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca.

Batch CTMAV547 yang saat ini berjumlah 448.480 dosis merupakan bagian dari 3.852.000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada tanggal 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/WHO. Batch ini sudah didistribusikan Livechat Live22 Indonesia untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

Lalu bagaimana nasib vaksinasi di Sulut dan DKI Jakarta?

1. Vaksinasi tetap menggunakan vaksin AstraZeneca

Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca tetap dilakukan dengan batch yang lain, sebab hanya batch CTMAV547 saja yang dihentikan.

“Dihentikan sementara hanya batch itu saja, vaksin AstraZeneca dengan batch lain tetap jalan dan tetap digunakan. Tidak perlu diganti, kalau stok provinsi habis baru kita akan kirim stok berikutnya,” ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa (18/5/2021).

2. Kemenkes klaim vaksin AstraZeneca aman

Nadia menegaskan, vaksin AstraZeneca sangat aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Penghentian sementara ini untuk pengujian toksisitas dan sterilitas oleh BPOM, sebagai upaya kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin tersebut.

“Vaksin ini sangat aman jadi tidak perlu khawatir, pengujian ini untuk kehati-hatian saja. Sampai saat ini sudah 160 juta dosis vaksin AstraZeneca yang disuntikan, kalau ada efek samping bisa kontak no telepon yang ada di kartu vaksin,” inbuhnya.

3. Belum pernah ada kejadian orang meninggal akibat vaksinasi COVID-19
Pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus, warga Buaran, Jakarta Timur, meninggal dunia sehari setelah disuntik vaksin COVID-19. (istimewa)

Hingga saat ini, berdasarkan data Komnas KIPI, belum pernah ada kejadian orang meninggal dunia akibat vaksinasi COVID-19 di Indonesia.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, orang yang meninggal setelah vaksinasi COVID-19, bukan karena vaksin yang diterimanya, melainkan karena penyebab lain.