Menkes Meminta Masyarakat untuk Tidak Pilih-pilih Vaksin

Menkes Meminta Masyarakat untuk Tidak Pilih-pilih Vaksin

Menkes Meminta Masyarakat untuk Tidak Pilih-pilih VaksinVaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit – penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikrob yang dilemahkan atau mati, dari toksinnya atau dari salah satu protein permukaannya.

Agen merangsang  sistem imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan. Vaksin dapat bersifat  profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan oleh patogen alami atau “liar”) atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut baik validasi penggunaan Deposit IDN Poker Pakai Dana darurat (Emergency Use) vaksin Sinovac dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). WHO telah memvalidasi penggunaan darurat tersebut melalui siaran pers pada Selasa (1/6/2021) Hal ini menegaskan pemerintah Indonesia hanya mengadakan vaksin yang aman, teruji mutunya, dan terbukti khasiatnya.

1. Jangan pilih-pilih vaksin
Vaksin Covid: Apa perbedaan vaksin China, Sinovac dan Sinopharm serta  merek-merek lain? - BBC News Indonesia

Validasi ini menandakan vaksin yang ada dan disediakan pemerintah adalah vaksin terbaik. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan berbagai jenis vaksin, karena semua jenis vaksin baik untuk mencegah penularan COVID-19 dan telah melalui uji kualitas, keamanan, dan efikasi.

“Masyarakat dimohon jangan pilih-pilih vaksin. Vaksin yang diberikan pemerintah adalah vaksin terbaik dan sudah teruji keamanannya,” ucap Budi.

2. Vaksin Sinovac telah memenuhi standar internasional untuk keamanan

Efikasi Vaksin Sinovac 50 Persen, Tidak Berdampak Buruk pada Kesehatan -  JPNN.com

Dengan diterbitkannya EUL, WHO memastikan vaksin Sinovac telah memenuhi standar internasional untuk keamanan, efikasi, dan pembuatan. Teruji mutunya karena sudah lewat uji klinis tahap ketiga dan digunakan di lebih dari 20 negara.

“Dan berkhasiat atau mempunyai dampak melindungi dan menyelamatkan nyawa. Riset juga membuktikan vaksin COVID-19 mampu mencegah kematian dan mencegah sakit parah yang berujung perawatan gawat darurat,” imbuhnya.

3. Pemerintah menerima 8 juta dosis vaksin Sinovac
WHO Terbitkan EUL Sinovac, Menkes: Jangan Pilih-pilih Vaksin

Vaksin Sinovac didapatkan melalui Covax Facility antarnegara yang memastikan kesetaraan akses terhadap vaksin. Selain Sinovac, WHO telah menerbitkan Daftar Penggunaan Darurat (EUL) untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Sinopharm.

Untuk memenuhi kebutuhan program vaksinasi di Indonesia, Pemerintah kembali menerima sebanyak 8 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bulk yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin.

Pemerintah berharap, program vaksinasi nasional dapat berjalan dengan baik dan berjalan sesuai jadwal. Dengan demikian, kesehatan masyarakat dapat pulih dan ekonomi nasional dapat bangkit.

Pemberian vaksin disebut vaksinasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Kekebalan karena vaksinasi terjadi menyeluruh di dunia sebagian besar bertanggung jawab atas pemberantasan cacar dan pembatasan penyakit seperti polio, campak, dan tetanus.

Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas, misalnya vaksin terbukti efektif termasuk vaksin influenza, vaksin HPV dan vaksin cacar air. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa vaksin berizin saat ini tersedia untuk dua puluh lima infeksi yang dapat dicegah.