Menteri Luar Negeri India & China Bertemu di Tajikistan

Menteri Luar Negeri India & China Bertemu di Tajikistan

Menteri Luar Negeri India & China Bertemu di Tajikistan – India mengatakan kepada China, hubungan bilateral mereka hanya akan berkembang ketika kedua negara menarik pasukan kembali dari daerah konfrontasi di perbatasan Himalaya yang disengketakan.

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar membahas kemungkinan kedua belah pihak menarik diri dari pertemuan tingkat tinggi.  ketika ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam acara Shanghai Cooperation Organization Summit 2021.

Pertemuan  ini sebagian besar membahas proses pemulihan hubungan bilateral pascakonfrontasi serius di kawasan sengketa. Dikutip dari Reuters, Jaishankar menyatakan bahwa India siap meningkatkan hubungan dengan Beijing apabila China menarik pasukannya dari perbatasan di wilayah sengketa.

1. Ribuan prajurit India dan China masih memadati Pegunungan Himalaya
India Minta China Tarik Pasukan bila Ingin Hubungan Membaik

Sengketa wilayah yang dihadapi India dan China di Pegunungan Himalaya menyebabkan relasi keduanya merosot tajam. Konfrontasi tersebut sempat kembali membara pada Juni 2020 di Kawasan Ladakh sehingga menyebabkan puluhan prajurit India dan China tewas.

Meskipun militer dari kedua belah pihak telah menarik ribuan prajurit, namun ribuan lainnya dikabarkan masih ditugaskan di sekitar perbatasan, seperti dilansir Al Jazeera.

Sampai saat ini situasi kawasan perbatasan Danau Pangong Tso yang pernah memanas beberapa waktu silam, masih dipenuhi prajurit serta artileri jarak jauh yang ditempatkan militer kedua negara itu. Baik India dan China mengirim lebih dari 10 ribu tentara hingga ratusan tank ke daerah tersebut, lalu memutuskan de-eskalisasi setelah perundingan empat mata antar komandan tempur.

2. Menlu China ingin kedua negara mendukung jalan damai
India Minta China Tarik Pasukan bila Ingin Hubungan Membaik

Sebagai salah satu kekuatan militer di dunia yang sedang mengembangkan kekuatannya, China harus menghadapi sengketa wilayah dengan India sebagai hal serius. Di atas kertas, alutsista China memang jauh lebih memumpuni. Namun, berperang dengan India belum menjadi target utama Beijing.

Melansir Al Jazeera,  Menteri Luar Negeri China Wang Yi memastikan jika RRC menanggapi masalah sengketa dengan India secara proporsional dan positif. Yi juga berharap kedua negara selalu berusaha menghindari konfrontasi agar terciptanya perdamaian di kawasan sekitar.

“(Kedua belah pihak harus) bekerja sama untuk menjaga perdamaian dan ketenangan di daerah perbatasan, dan menghentikan insiden perbatasan agar tidak terulang kembali,” ujar Menlu Wang Yi.

3. Konflik yang telah berumur 59 tahun
India Minta China Tarik Pasukan bila Ingin Hubungan Membaik

Hubungan India-China tidak semanis yang kita pikir. Kedua negara sudah sempat berperang  1962 dengan alasan yang sama, yaitu sengketa daerah perbatasan. Dilaporkan Reuters, konflik perbatasan antara India dan China dimulai sekitar 59 tahun yang lalu dan terus berlanjut hingga saat ini. Sebab, sengketa tidak pernah diselesaikan secara formal.

Ketegangan itu ditambah pula dengan dekatnya hubungan China dengan musuh bebuyutan India, Pakistan. Sehingga perselisihan China-India pun semakin sulit diselesaikan.

Pada Juni tahun lalu, ketegangan meletus menjadi pertempuran tangan kosong yang mengakibatkan kematian di kedua belah pihak, yang pertama di antara India dan China dalam beberapa dekade terakhir.

Setelah beberapa putaran pembicaraan antara komandan mereka, pasukan mereka telah melangkah mundur di beberapa bagian perbatasan, termasuk Danau Pangong Tso, daerah yang diperebutkan di dekat lokasi bentrokan tahun lalu.