Mohamed Ould Abdel Aziz Ditangkap Karena Kasus Korupsi

Mohamed Ould Abdel Aziz Ditangkap Karena Kasus Korupsi

Mohamed Ould Abdel Aziz Ditangkap Karena Kasus Korupsi – Mohamed Ould Abdel Aziz (lahir 20 Desember 1956; umur 64 tahun) adalah Presiden Mauritania sejak 2009. Seorang prajurit karier dan perwira tinggi militer, dia adalah tokoh terkemuka dalam kudeta Agustus 2005 yang menggulingkan Presiden Maaouya Ould Sid’Ahmed Taya. Seorang mantan presiden Mauritania bernama Mohamed Ould Abdel Aziz ditangkap oleh aparat kepolisian setelah terjerat kasus korupsi.

Setelah kudeta 2008, Abdel Aziz menjadi Presiden Dewan Tinggi Negara sebagai bagian dari apa yang digambarkan sebagai transisi politik menuju pemilihan baru. Dilansir dari Poker77 Online Bahkan skandal korupsi ini juga melibatkan beberapa jajaran pemerintahan serta sejumlah pebisnis pada masa kepemimpinannya. 

Sebelumnya Abdel Aziz juga sudah beberapa kali mangkir dari permintaan polisi untuk melaporkan diri sejak ia dijatuhi hukuman dalam kasus korupsi.

1. Abdel Aziz ditangkap lantaran mangkir dari panggilan

Pada hari Selasa (22/06/2021) sore kejaksaan memutuskan untuk menangkap mantan Presiden Mauritania Mohamed Ould Abdel Aziz setelah ia ditetapkan menjadi tahanan rumah. Penangkapan ini dikarenakan Abdel Aziz sudah dua kali mangkir dari panggilan dan tidak memberikan laporan sesuai permintaan dari pengadilan.

Kabar penangkapan Abdel Aziz ini diutarakan oleh pengacaranya Mohameden Ichidou pada Rabu (23/06/2021). Sementara pengacaranya mengatakan jika ia mangkir dari panggilan pada hari Jumat dan Minggu lalu karena mendapat hujatan dari warga beserta aparat kepolisian, dilaporkan dari DW.

2. Aziz dijerat setelah terbukti terlibat dalam skandal korupsi

Dikutip dari Africa News, Mohamed Ould Abdel Aziz sejak Maret lalu telah dijerat hukuman atas keterlibatannya dalam skandal korupsi, pencucian uang dan memperkaya diri dengan cara ilegal. Bahkan dua mantan perdana menteri dan beberapa pebisnis juga dituding terlibat dalam kasus yang menimpa Abdel Aziz.

Sementara itu, investigasi kepada Abdel Aziz sudah dilakukan oleh pemerintah setempat setelah ia mundur dari kursi presiden pada 2019 lalu. Hasil investigasi yang dilakukan selama ini telah berujung pada disitanya asetnya yang bernilai mencapai 114 juta dolar AS atau Rp1,65 triliun.

Investigasi yang ditujukan pada Abdel Aziz diprakarsai oleh parlemen terkait tudingan penyelewangan terhadap hasil minyak bumi, penjualan properti negara, menutup perusahaan penyuplai makanan milik negara dan memperbolehkan aktivitas perusahaan penangkapan ikan asal China, dilansir dari France24.

3. Abdel Aziz sudah memimpin Mauritania selama 10 tahun
Mantan Presiden Mauritania Ditangkap Atas Kasus Korupsi

Abdel Aziz merupakan mantan petinggi militer dan mantan menteri pertahanan yang berhasil menduduki jabatan sebagai presiden Mauritania ke delapan. Ia menjadi pemimpin di negara Afrika Barat tersebut setelah insiden kudeta militer pada tahun 2008 yang berhasil melengserkan mantan Presiden Sidi Ould Cheikh Abdallahi.

Bahkan mantan jenderal berusia 64 tahun tersebut telah memimpin Mauritania selama lebih dari 10 tahun lamanya. Namun selama satu dekade kepemimpinannya, ia diketahui justru terlibat dalam skandal korupsi dan upaya memperkaya diri.

Sejak dijatuhi tahanan rumah, Abdel Aziz diharuskan untuk melaporkan diri tiga kali dalam satu minggu dan apabila hendak meninggalkan ibukota Nouakchott, maka ia harus mendapatkan persetujuan, dilaporkan dari France24.