Para Turis Indonesia Bebas ke Singapura Tanpa Karantina

Para Turis Indonesia Bebas ke Singapura Tanpa Karantina

Para Turis Indonesia Bebas ke Singapura Tanpa Karantina – Setelah menutup diri, akhirnya pemerintah Singapura mulai membuka pintu untuk traveler Indonesia. Mulai dari 22 September mendatang traveler Indonesia bisa transit di Singapura.

Singapura memastikan bakal memperpanjang skema jalur perjalanan vaksinasi (vaccinated travel lanes/VTL) ke lebih banyak negara, termasuk Indonesia mulai 29 November 2021.

Dengan demikian, turis Indonesia bisa masuk ke Singapura tanpa perlu karantina 14 hari. Turis asal Indonesia cukup menunjukkan sertifikat vaksinasi dan hasil negatif tes PCR 2×24 jam, serta wajib menjalankan tes PCR di Singapura.

1. VTL sepihak dengan Indonesia

Singapura Harap Indonesia Juga Buka Perbatasannya

Sejalan dengan rencana tersebut, Menteri Transportasi Singapura, S Iswaran, menyatakan bakal ada VTL sepihak dengan Indonesia untuk saat ini.

“Indonesia masih tetap tertutup untuk perjalanan umum, tetapi sudah mulai membuka daerah perbatasannya. Sejak 14 Oktober, Indonesia secara sepihak membuka kembali perbatasannya untuk kembali dikunjungi turis dari 19 negara. Kami harap Indonesia juga bisa segera membuka kembali perbatasannya untuk pelancong dari Singapura,” ujar Iswaran, seperti dikutip IDN Times dari Channel News Asia, Senin (15/11/2021).

Sebagai permulaan, sambung Iswaran, bakal ada dua layanan penerbangan harian antara Singapura dan Jakarta. Hal tersebut akan ditingkatkan menjadi empat secara bertahap.

2. India juga bakal mendapatkan skema VTL dari Singapura pada akhir November
Turis RI Bisa ke Singapura Tanpa Karantina Mulai 29 November 2021

Kementerian Kesehatan Singapura juga berencana menerapkan VTL tersebut dengan India mulai 29 November. Iswaran menyampaikan, pihaknya dan India telah menggelar diskusi terkait pengakuan sertifikat vaksinasi.

Sejak 12 November 2021, India telah mulai mengakui sertifikat vaksinasi yang dikeluarkan Pemerintah Singapura.

“Ini berarti pelancong asal Singapura yang telah divaksinasi secara lengkap bisa masuk ke India tanpa harus menjalani karantina, mereka hanya perlu memantau diri sendiri selama 14 hari setelah kedatangan,” kata Iswaran.

Iswaran menyebutkan, Kementerian Kesehatan Singapura telah memperbarui penilaian kesehatan masyarakatnya dan akan meningkatkan India ke Kategori 2 mulai 19 November mendatang.

“Kami sedang berdiskusi tentang dimulainya kembali layanan penumpang komersial terjadwal (dengan India). Hari ini satu-satunya penerbangan dari Singapura yang diizinkan untuk membawa penumpang ke India adalah penerbangan bantuan charter pemerintah di bawah misi Vande Bharat,” ujar dia.

Menurut Iswaran, diskusi tersebut berjalan dengan baik dan pemerintah Singapura menargetkan untuk memulai kembali dua penerbangan VTL harian yang masing-masing menuju Chennai, Delhi, dan Mumbai mulai 29 November mendatang.

“Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) akan memberikan detailnya lebih lengkap begitu adanya finalisasi (dengan India),” ucap Iswaran.

Bersamaan dengan Indonesia dan India, Singapura juga memberikan skema VTL kepada Finlandia, Malaysia, dan Swedia pada 29 November 2021.

3. Negara di Timur Tengah juga bakal mendapatkan skema VTL dari Singapura
Turis RI Bisa ke Singapura Tanpa Karantina Mulai 29 November 2021

Bukan hanya Indonesia dan India, Singapura juga bakal memperpanjang skema VTL ke negara-negara Timur Tengah. Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) juga akan menjadi target VTL Singapura mulai 6 Desember 2021.

Hingga berita ini dibuat, Singapura tercatat telah memberikan VTL kepada sejumlah negara di Asia, Eropa, dan Amerika.

Negara-negara Asia yang telah mendapatkan skema VTL dari Singapura di antaranya Australia, Brunei, dan Korea Selatan.

Sementara negara-negara Eropa dan Amerika yang telah diberikan skema VTL Singapura adalah Kanada, Amerika Serikat (AS), Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, Swiss, dan Inggris Raya.

Syarat masuk Singapura

1. Menjalani tes PCR dalam 48 jam sebelum ketibaan di fasilitas medis atau laboratorium atau klinik yang berakreditasi internasional.

2. Membawa dokumen hasil tes PCR dalam bahasa Inggris (atau memiliki terjemahan bahasa Inggris). Dokumen tersebut harus berisi hasil serta tanggal tes, nama wisatawan dan tanggal lahir atau nomor paspor yang digunakan untuk ke Singapura.

3. Menjalani tes PCR setibanya di Singapura.

4. Menjalani karantina (Stay At Home Notice atau SHN) selama 14 hari di tempat yang telah ditentukan (SHN-Dedicated Facilities atau SDF).

5. Menjalani tes PCR COVID-19 pada akhir periode karantina.

6. Menjalani tes rapid antigen pada hari ketiga, ketujuh, dan ke-11 setelah ketibaan mereka di Singapura.