PBB Gelar Pertemuan Membahas Bantuan Kemanusiaan Afghanistan

PBB Gelar Pertemuan Membahas Bantuan Kemanusiaan Afghanistan

PBB Gelar Pertemuan Membahas Bantuan Kemanusiaan Afghanistan – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berupaya mengumpulkan donasi sekitar 600 juta dollar AS (Rp 8,5 triliun) untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Afghanistan. Dalam upayanya mengumpulkan donasi, PBB bakal menggelar konferensi di Jenewa, Swiss, sambil memperingatkan krisis kemanusiaan Afghanistan pasca-pengambilalihan Taliban.

PBB mengatakan, bahkan sebelum Taliban menduduki Kabul pada 15 Agustus, sekitar setengah dari populasi Afghanistan atau sekitar 18 juga jiwa masih bergantung pada bantuan. Dan PBB menggelar pertemuan pada Senin (13/9/2021) membahas tentang bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan. Pada pertemuan itu, PBB menyampaikan bahwa mereka membutuhkan sedikitnya 600 juta dolar AS (sekitar Rp8,5 triliun) untuk mencegah krisis kemanusiaan berlanjut di negara yang kini dikuasai Taliban.

Bahkan, sebelum Taliban menguasai Kabul pada pertengahan Agustus, setengah dari populasi Afghanistan atau sekitar 18 juta orang menggantungkan hidupnya pada bantuan kemanusiaan. Selain karena bencana kekeringan panjang, pandemik COVID-19 dan ketidakstabilan domestik pun memperburuk situasi kemanusiaan.

1. PBB juga sedang alami krisis finansial
PBB Butuh Rp8,5 Triliun untuk Atasi Krisis Kemanusiaan Afghanistan

Pejabat PBB dan beberapa kelompok pegiat kemanusiaan memprediksi, jumlah orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan akan bertambah. Itu terjadi karena banyak negara donor memutus bantuan untuk Taliban, mengingat mereka meragukan komitmen kelompok tersebut terhadap hak asasi manusia.

Alhasil, aset keuangan Afghanistan di luar negeri yang senilai 10 milliar dolar AS (Rp142 triliun) tidak dapat digunakan.

Situasi ini diperburuk oleh krisis finansial yang sedang dialami PBB.

“Saat ini PBB bahkan tidak mampu membayar gaji karyawannya sendiri,” kata Sekjen PBB Antonio Guterres pada Jumat (10/9/2021).

2. Konferensi Jenewa akan dihadiri pejabat dari berbagai negara
PBB Butuh Rp8,5 Triliun untuk Atasi Krisis Kemanusiaan Afghanistan

Konferensi Jenewa, yang digelar Senin sore, akan dihadiri pejabat tinggi PBB, antara lain Kepala Komite Internasional Palang Merah Peter Maurer, serta puluhan perwakilan pemerintah berbagai negara, termasuk Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dan Guterres.

Sekitar sepertiga dari target dana 606 juta dollar AS akan diupayakan terkumpul sehingga bisa digunakan oleh Program Pangan Dunia (WFP).

3. Survei: 93 persen warga Afghanistan kekurangan makanan
PBB Butuh Rp8,5 Triliun untuk Atasi Krisis Kemanusiaan Afghanistan

Berdasarkan hasil jajak pendapat PBB, sekitar 93 persen dari 1.600 warga Afghanistan yang disurvei pada Agustus-September mengaku tidak mengonsumsi makanan yang cukup. Sebagian besar karena mereka tidak memiliki akses ke uang tunai untuk membeli makanan.

“Sekarang kami berpacu dengan waktu dan salju untuk memberi bantuan penyelamatan jiwa kepada orang-orang Afghanistan yang paling membutuhkan. Kami benar-benar memohon dan meminjam dana untuk mencegah stok makanan kami habis,” kata Wakil Direktur Regional WFP, Anthea Webb.

World Health Organization (WHO), yang juga menyerukan soal bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan. Adapun WHO saat ini sedang menopang ratusan fasilitas kesehatan yang terancam tutup.

Konferensi yang digelar PBB di Jenewa tersebut akan dimulai mulai Senin sore waktu setempat. Kegiatan tersebut bakal dihadiri oleh pejabat tinggi PBB termasuk Guterres, kepala Komite Palang Merah Internasional Peter Maurer, serta puluhan perwakilan pemerintah dunia. Kira-kira sepertiga dari sekitar 600 juta dollar AS (Rp 8,5 triliun) donasi yang diharapkan terkumpul akan digunakan oleh Program Pangan Dunia (WFP) PBB.