PBB Menyebut ISIS Menyebar di 34 Provinsi Negara Afghanistan

PBB Menyebut ISIS Menyebar di 34 Provinsi Negara Afghanistan

PBB Menyebut ISIS Menyebar di 34 Provinsi Negara Afghanistan – Konflik Negara Islam-Taliban adalah konflik bersenjata yang sedang berlangsung antara cabang Khorasan Negara Islam dan Taliban. Konflik meningkat ketika gerilyawan yang berafiliasi dengan IS-K membunuh Abdul Ghani, seorang komandan senior Taliban di provinsi Logar pada 2 Februari 2015.

Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan laporan yang suram tentang situasi di Afghanistan setelah Taliban berkuasa. Mereka mengatakan bahwa afiliasi kelompok Islamic State (ISIS) telah menyebar di hampir 34 provinsi negara itu.

Perwakilan khusus PBB, Deborah Lyons, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa tanggapan Taliban terhadap perluasan Islamic State Khorasan Province (ISKP) sangat bergantung pada penahanan di luar proses hukum dan pembunuhan terhadap tersangka pejuang ISKP.

1. Aksi pengeboman yang marak akhir-akhir ini
Marak Aksi Bom Bunuh Diri, ini Sikap dan Imbauan LDII | Republika Online

Pernyataan Lyons muncul hanya beberapa jam setelah aksi pengeboman yang dilakukan oleh musuh Taliban itu. Mereka mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan pada hari Rabu di daerah komunitas Syiah di kota Kabul, dengan setidaknya satu orang meninggal dan enam orang lainnya luka-luka.

Ledakan itu adalah serangkaian serangan terbaru di Kabul yang diklaim oleh kelompok afiliasi ISIS dalam beberapa hari terakhir. Kelompok ini juga melancarkan serangan terhadap masjid-masjid Syiah di kota utara Kunduz dan kota selatan Kandahar.

Melansir Al Jazeera, ledakan juga terjadi di Dasht-e Barchi, kota pinggiran Kabul yang juga didominasi oleh Syiah yang selama bertahun-tahun telah menjadi sasaran pejuang yang berafiliasi dengan ISIS.

2. Lyons sebut Taliban tak mampu atasi ISKP

Ada 334 Serangan Teror Selama Tahun 2021, Utusan Khusus PBB Sebut Taliban  Tidak Bisa Bendung Pertumbuhan ISIS-K

Lyons dalam pernyataannya menyebut Taliban tidak mampu membendung pertumbuhan ISKP. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan serangan yang terjadi baru-baru ini.

“Dulu terbatas di beberapa provinsi dan ibu kota, ISKP sekarang tampaknya hadir di hampir semua provinsi, dan semakin aktif,” kata Lyons, seraya menambahkan bahwa jumlah serangan kelompok itu meningkat dari 60 serangan pada 2020 menjadi 334 pada tahun ini.

3. Pengambilalihan oleh Taliban
PBB Sebut ISIS-K Telah Menyebar di Hampir Seluruh Provinsi Afghanistan

Pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban sejak Agustus lalu telah menyita perhatian dunia internasional. Sejak saat itu, Taliban berusaha menampilkan diri sebagai pemerintah negara itu.

Utusan PBB mengatakan, mereka dibatasi oleh kurangnya sumber daya dan ideologi politik yang bertentangan dengan norma-norma pemerintahan internasional kontemporer.

“Pada akhirnya, Taliban harus memutuskan apakah akan memerintah sesuai dengan kebutuhan dan hak-hak penduduk Afghanistan yang beragam, atau apakah akan memerintah atas dasar ideologi yang sempit dan bahkan basis etnis yang lebih sempit,” kata Lyons, dilansir UN News.

Selain itu, Taliban tidak mendapatkan kepercayaan dari sebagian besar warga Afghanistan atau meyakinkan warga negara tentang kapasitas mereka untuk memerintah. Lyons menekankan, masyarakat internasional harus tetap terlibat dengan para pemimpin Taliban untuk membentuk lintasan masa depan yang lebih positif.

Jaringan Haqqani , Al-Qaeda dan lainnya mendukung Taliban, sementara IS didukung oleh Dewan Tinggi Imarah Islam Afghanistan Front Mullah Dadullah dan faksi pro-ISIS dari Gerakan Islam Uzbekistan.  Setelah  pengambilalihan Kabul oleh Taliban pada tahun 2021, beberapa anggota badan intelijen Afghanistan dan tentara nasional Afghanistan juga telah bergabung dengan Negara Islam – Provinsi Khorasan. 

Selama tugas pertama dalam kekuasaan Imarah Islam Afghanistan selama 1996-2001, Taliban yang berkuasa telah menekan Salafisme; dimotivasi oleh prinsip Deobandi yang ketat . Namun, setelah Invasi AS ke Afghanistan pada tahun 2001, Taliban dan Ahl-i Hadith bersekutu untuk melakukan Jihad bersama untuk melawan invasi. Banyak komandan Salafi dan organisasi Ahl-i Hadis berpartisipasi dalam pemberontakan Taliban (2001-2021) di bawah komando Taliban Afghanistan.