Pemkot Bekasi Berencana Berikan vaksinasi Booster Ke Guru

Pemkot Bekasi Berencana Berikan vaksinasi Booster Ke Guru

Pemkot Bekasi Berencana Berikan vaksinasi Booster Ke Guru – Koalisi Masyarakat untuk Akses Keadilan Kesehatan mengecam rencana Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, untuk mewajibkan semua guru dan tenaga pendidik di daerah tersebut mengikuti vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Amanda Tan dari LaporCovid-19 menegaskan sesuai aturan Kementerian Kesehatan, vaksinasi dosis ketiga tidak boleh diberikan kepada masyarakat kecuali tenaga kesehatan selama ketersediaan vaksin masih terbatas.

“Sekarang kan vaksinnya banyak. Moderna bisa, Pfizer juga bisa. Seumpamanya, terus yang kita kejar sudah. Ya kita preventif booster dong buat nakes dan buat guru. Ngga juga harus nunggu Menkes, kita kan inisiatif nih supaya vaksin juga tidak kedaluwarsa terus kebutuhan akan imun juga terjaga,” ujarnya dikutip dalam unggahan video di akun instagram resmi @bangpepen03, Jumat (8/10/2021).

1. Koalisi Masyarakat untuk Akses Keadilan Kesehatan minta pemerintah hentikan booster untuk guru
Koalisi Masyarakat Desak Rencana Vaksinasi Booster untuk Guru oleh Pemkot  Bekasi Dihentikan Halaman all - Kompas.com

Rencana Pemkot Bekasi menuai kritik dari berbagai pihak, salah satunya Koalisi Masyarakat untuk Akses Keadilan Kesehatan.

Koalisi yang terdiri dari sejumlah koalisi warga ini meminta pemerintah agar menghentikan rencana pemberian vaksinasi dosis ketiga di luar kelompok tenaga kesehatan, agar pemerataan vaksin lebih optimal.

“Rencana Pemerintah Kota Bekasi sangat berpotensi melanggar prinsip kesetaraan dan keadilan vaksin, serta menunjukkan bahwa penyelenggaraan vaksinasi masih dilakukan serampangan, sehingga melanggar prinsip vaccine equity,” ujar relawan LaporCovid-19 yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat untuk Akses Keadilan Kesehatan, Amanda Tan dalam siaran tertulis yang diterima IDN Times.

2. Capain vaksinasi masih rendah
Pemkot Bekasi Dikritik Sebab Ingin Suntikkan Dosis Booster ke Guru

Koalisi juga mencatat, capaian vaksinasi di Kota Bekasi per 4 Oktober 2021 baru 66,39 persen untuk dosis pertama dan 46,15 persen untuk dosis kedua.

Sementara, capaian vaksinasi untuk lansia di Kota Bekasi juga masih rendah, yakni 41,78 persen untuk dosis pertama dan dosis kedua 31,35 persen.

“Seharusnya, Pemerintah Kota Bekasi dapat memprioritaskan pemberian vaksin dosis ketiga tersebut kepada lansia yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama maupun dosis kedua,” tegasnya.

Di tengah capaian yang rendah, khususnya pada lansia, Pemerintah Kota Bekasi justru memberikan vaksin dosis ketiga kepada guru dan tenaga pendidik, dengan justifikasi agar kuota vaksin yang tersedia tidak kadaluarsa.

3. Capaian vaksinasi daerah sekitar Kota Bekasi juga rendah
Pemkot Bekasi Dikritik Sebab Ingin Suntikkan Dosis Booster ke Guru

Di sisi lain, daerah sekitar Kota Bekasi juga masih menunjukkan cakupan vaksinasi dosis pertama yang relatif rendah. Seperti halnya di Kabupaten Bekasi baru 59,29 persn untuk dosis pertama, Kabupaten Karawang baru 50,72 persen, Purwakarta baru 50,72 persen dan Kabupaten Subang baru 29,87 persen.

Selain itu, terdapat Kota dan Kabupaten di Jawa Barat yang kekurangan stok vaksin, seperti Kabupaten Tasikmalaya yang stok vaksinnya akan habis dalam tiga hari, Kabupaten Ciamis habis dalam empat hari dan Kabupaten Pangandaran hanya tersisa vaksin untuk enam hari.

“Vaksin yang akan kadaluarsa seharusnya diberikan kepada daerah-daerah yang sedang mengalami kekurangan vaksin dan dengan cakupan vaksin yang rendah,” ulas Amanda.

4. Menkes nilai tidak etis berikan booster untuk umum saat ini
Pemkot Bekasi Dikritik Sebab Ingin Suntikkan Dosis Booster ke Guru

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, pemberian vaksin booster untuk umum saat ini tidak etis. Selain jumlah vaksin yang terbatas, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama.

“Kasihan soalnya banyak yang belum dapat (vaksin) soalnya kesehatan. Is it ethical untuk kita memaksa, ngotot, even mau bayar mencari sumber mengambil jatah saudara-saudara yang even yang belum mendapatakan, yang lebih kaya, yang lebih mampu, yang lebih punya akses, protecting ourselves where other people die, because of it. Kalau mau booster silakan pergi ke Amerika,” ujar Menkes dalam Indonesia Knowledge Forum 2021 secara virtual, Kamis (7/10/2021).