Polres Metro Jakarta Menangkap Lima Pencuri Besi Proyek KCJB

Polres Metro Jakarta Menangkap Lima Pencuri Besi Proyek KCJB

Polres Metro Jakarta Menangkap Lima Pencuri Besi Proyek KCJB РPetugas Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur membekuk lima orang diduga pencuri besi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Cipinang Melayu. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan mengatakan kelima tersangka berinisial DR, SA, SU, AR, dan LR ditangkap pada 3 November 2021.

“Terjadi pencurian besi milik PT Wika, dalam proyek kereta cepat. Dari hasil tersebut security PT Wika berusaha menangkap pelaku, tapi melarikan diri dengan meninggalkan kendaraan jenis pikap yang di dalamnya ada besi hasil pidana,” kata Erwin Kurniawan di Jakarta, Senin (8/11).

Erwin menambahkan berdasarkan hasil penyelidikan dari keterangan tersangka diketahui bahwa kelimanya telah lama melakukan aksi pencurian besi proyek kereta cepat tersebut. “Pelaku telah menjual sebanyak 111.081 kilogram. Ini sudah berlangsung enam bulan. Ini cukup mencengangkan,” ujar Erwin.

1. Pencuri tinggalkan mobil pikap
Pencuri Mobil Pick Up di Gandul Kritis Dihajar Massa - Kastara.ID

Dalam kasus tersebut, Erwin menjelaskan sempat ada usaha penangkapan para pelaku oleh petugas keamanan PT Wika. Para pelaku berhasil kabur, namun mereka meninggalkan pikap yang dipakai untuk mengangkut besi curian.

“Dari hasil tersebut sekuriti PT Wika berusaha menangkap pelaku, tapi melarikan diri dengan meninggalkan kendaraan jenis pikap yang di dalamnya ada besi hasil pidana,” jelas Erwin.

2. Aksi pencurian sudah berlangsung enam bulan
Polisi Ringkus Lima Pencuri Besi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung -  poskota.co.id

Erwin mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku sudah lama melakukan pencurian besi proyek KCJB. Bahkan, sudah berlangsung enam bulan terakhir.

“Pelaku telah menjual sebanyak 111.081 kilogram. Ini sudah berlangsung enam bulan. Ini cukup mencengangkan,” kata Erwin.

3. Para pelaku terancam hukuman tujuh tahun penjara

Erwin mengatakan polisi masih melakukan pengembangan terkait kasus pencurian tersebut. Termasuk, mendalami kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam.

“Masalah ini menjadi melebar karena kereta cepat masuk dalam proyek strategis nasional, dan kelimanya masuk dalam penyelidikan lebih lanjut tentang siapa saja yang terlibat,” kata Erwin.

Dia mengatakan, atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Kelima pencuri terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun.