RI & Papua Nugini akhinya Sepakat Akan Membuka Perbatasan

RI & Papua Nugini akhinya Sepakat Akan Membuka Perbatasan

RI & Papua Nugini akhinya Sepakat Akan Membuka Perbatasan – Pemerintah RI dan Papua Nugini (PNG) sepakat membuka kembali perbatasan kedua negara khusus untuk perdagangan. Kesepakatan dicapai dalam pertemuan yang dilakukan dua delegasi pejabat pos lintas negara. Perbatasan baru akan dibuka sekitar 21 Juni 2021.

Pembukaan batas perdagangan harus mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku serta protokol kesehatan terkait Covid-19. Walaupun ditutup, beberapa kali perbatasan dibuka sesuai kesepakatan kedua negara untuk beberapa keperluan misalnya pemulangan pekerja migran (PMI) dan warga yang baru selesai menjalani hukuman baik di Papua Nugini maupun Papua.

Terkait kemungkinan pembukaan perbatasan untuk warga CS Live22 pada dua negara, ia mengatakan hingga kini masih akan dibahas lebih lanjut karena untuk awal hanya untuk keluar masuk barang. Namun, untuk tahap awal, perbatasan hanya dibuka untuk barang. Terkait kemungkinan pembukaan perbatasan untuk warga pada dua negara, dia mengatakan kedua pihak masih akan membahasnya lebih lanjut.

1. Perbatasan akan dibuka setiap Selasa dan Kamis
Papua Nugini-RI Sepakat Buka Perbatasan Seminggu 2 Kali

Pertemuan antarpejabat itu berlangsung. Kedua delegasi sepakat membuka kembali perbatasan negara sesuai jadwal yakni seminggu dua kali setiap Selasa dan Kamis. “Awalnya pemerintah Papua Nugini mengusulkan tiga kali seminggu namun delegasi Indonesia menyatakan untuk tahap awal hanya dua kali seminggu dan disetujui,” kata Suzanna Wanggai.

2. Kedua negara menyiapkan regulasi

Berbagai persiapan kini dilakukan termasuk regulasi yang mengaturnya mengingat saat ini pandemi COVID-19 masih mewabah. Pembukaan batas perdagangan harus mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku serta protokol kesehatan terkait COVID-19. “Mudah-mudahan pelaksanaannya berjalan lancar dan mematuhi prosedur,” harap Suzanna Wanggai

3. Perbatasan ke Papua Nugini ditutup sejak pandemik
Papua Nugini-RI Sepakat Buka Perbatasan Seminggu 2 Kali

Sejak COVID-19 mewabah, perbatasan kedua negara ditutup. Walaupun ditutup, beberapa kali perbatasan dibuka, sesuai kesepakatan kedua negara. “Misalnya pemulangan pekerja migran (PMI) dan warga yang baru selesai menjalani hukuman baik warga negara Papua Nugini maupun WNI,” jelas Susi, panggilan akrab Suzanna.

Selama masa penutupan perbatasan itu pula, Gubernur Papua Lukas Enembe sempat dideportasi dari Papua Nugini karena masuk tanpa izin. Lukas Enembe masuk ke Papua Nugini melalui jalan setapak dengan menggunakan ojek yang ada di Skouw ke area Wutung. Menurut pengemudi ojek yang ditumpangi Lukas, ia dibayar Rp100 ribu.

“Saat saya mengantar ke perbatasan PNG, saya tidak tahu bila yang diantar adalah Gubernur Papua Lukas Enembe karena dia mengenakan masker dan dibonceng salah satu penumpang yang ikut bersamanya,” kata Hendri, pengojek yang mengantar Lukas ke PNG.