Rodrigo Duterte Tidak Setuju Anaknya Jadi Presiden Filipina

Rodrigo Duterte Tidak Setuju Anaknya Jadi Presiden Filipina

Rodrigo Duterte Tidak Setuju Anaknya Jadi Presiden Filipina – Rodrigo “Rody” Roa Duterte (lahir di Maasin, Leyte, Persemakmuran Filipina, 28 Maret 1945; umur 76 tahun) adalah seorang politikus dan pengacara Filipina keturunan Visayan. Duterte adalah salah satu wali kota yang paling lama menjabat di Filipina dan merupakan wali kota Kota Davao. Presiden Rodrigo Duterte mengaku tidak ingin putrinya, Sara Duterte-Caprio, yang saat ini menjabat Wali Kota Davao, mencalonkan diri sebagai pemimpin Filipina pada 2022.

Sara Duterte-Carpio adalah seorang pengacara, politisi Filipina dan Wali Kota Davao saat ini. Sebelumnya ia telah menjabat sebagai wali kota mulai 30 Juni 2010 hingga 30 Juni 2013 dan wakil wali kota wilayah yang sama mulai 30 Juni 2007 hingga 30 Juni 2010. Duterte bahkan menyebut jabatan presiden sebagai suatu kesalahan.

“Tadi malam, saya berbicara dengan Inday (panggilan Duterte untuk putrinya),” Dilansir dari IDN Poker Versi jadul kata Duterte. “Jangan mencalonkan diri. Jangan pernah melakukan kesalahan dengan mencalonkan diri sebagai presiden,” ujar Duterte kepada anaknya.

1. Ada lima calon potensial untuk kandidat presiden
Rodrigo Duterte Tak Restu Anaknya Jadi Presiden Filipina

Di bawah hukum Filipina, seorang presiden memiliki wewenang memilih kandidat penerusnya. Ketika berbincang dengan Pendeta Apollo Quiboloy dari Kerjaan Yesus Kristus di Jaringan SMNI pada Selasa, 8 Juni 2021, Duterte menilai belum ada sosok politisi yang pantas meneruskan kepemimpinannya.

Presiden kontroversial itu mencitrakan diri sebagai sosok yang netral. Keterangan Duterte berbeda dengan pernyataan juru bicara kepresidenan Harry Roque. Baru-baru ini, Roque menyampaikan bila Duterte telah memilih lima kandidat presiden.

Mereka adalah:

  • Wali Kota Davao City dan putri Duterte Sara Duterte-Caprio
  • Wali Kota Manila Isko Moreno
  • Senator dan mantan petinju Manny Pacquiao
  • Senator Christopher Go
  • Mantan senator Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr, sekaligus putra mantan presiden Ferdinand E Marcos.
2. Tidak ingin membangun dinasti politik
Rodrigo Duterte Tak Restu Anaknya Jadi Presiden Filipina

Hasil jajak pendapat menunjukkan Sara merupakan kandidat potensial bakal calon presiden. Duterte terkesan dia tidak ingin membangun dinasti politik atau mempertahankan pengaruhnya dengan mendukung pemimpin yang bisa dikendalikan.

“Situasinya sulit karena saya akan pensiun dan saya akan memilih calon presiden. Tetapi, jika salah satu dari mereka menang, mereka akan mengatakan ‘itu hanya cara untuk mempertahankan kekuasaan.’ Jadi saya menolaknya,” tutur Duterte.

3. Duterte akan pensiun setelah habis masa jabatan
Rodrigo Duterte Tak Restu Anaknya Jadi Presiden Filipina

Hukum Filipina hanya mengizinkan seorang presiden berkuasa untuk satu masa jabatan selama enam tahun. Dukungan agar Duterte mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada 2022 mulai mencuat.

Sayangnya, Duterte menolak dukungan tersebut dan lebih memilih pensiun.

“Saya siap pensiun. Kami memiliki (Kota) Davao. Saya hanya akan berdoa di sana. Sangat indah di sana,” kelakar Duterte.