Tahanan Palestina Berhasil Kabur Dari Penjara Gilboa Israel

Tahanan Palestina Berhasil Kabur Dari Penjara Gilboa Israel

Tahanan Palestina Berhasil Kabur Dari Penjara Gilboa Israel – Penjara Gilboa adalah penjara dengan keamanan tinggi di Israel utara. Banyak yang menyebutnya sebagai penjara paling aman. Kaburnya enam tahanan pada Senin pagi, adalah salah satu pembobolan penjara paling serius dalam sejarah negara itu.

Times of Israel dalam laporannya menulis, penjaga penjara begitu buta sampai-sampai tidak menyadari adanya kegiatan penggalian terowongan sepanjang itu dan petugas di menara pengawas mungkin direkrut oleh sistem perekturan yang sedang mengantuk. Mereka semua tidak peka pada sosok-sosok yang mencurigakan.

1. Tahanan melarikan diri melalui terowongan
Heboh 6 Tahanan Palestina Sukses Kabur dari Penjara Israel - Foto 2

Media lokal melaporkan, para tahanan kemungkinan tinggal dalam satu sel yang sama. Mereka kabur melalui terowongan yang digali dari bawah toilet di dalam sel. Diduga pula mereka mendapat bantuan dari pihak luar.

Para tahanan merupakan warga Palestina yang berafiliasi dengan Fatah dan Jihad Islam. Mereka dijatuhi hukuman seumur hidup. Salah satu tahanannya Zakariye Zubeidi, lelaki berusia 46 tahun yang pernah memimpin Fatah di kota Jenin, Tepi Barat utara.

Adapun tahanan lainnya Monadel Yacoub Nafe’at (26), Yaqoub Qassem (49), Yaqoub Mahmoud Qadri (49), Ayham Nayef Kamamji (35), dan Mahmoud Abdullah Ardah (46). Mereka dipenjara karena menyerang Israel selama intifada atau pemberontakan di awal 2000-an.

Para tahanan diyakini menuju Jenin, salah satu teritori yang dikuasai Otoritas Palestina (PA). Di wilayah yang sama, beberapa pekan terakhir terjadi bentrokan antara aparat Israel dengan warga Palestina.

2. Kekalahan bagi keamanan Israel

6 Warga Palestina Kabur dari Penjara Israel

Kepala Klub Tahanan Palestina, Qadura Fares, menggambarkan pelarian itu sebagai kemenangan melawan sistem keamanan Israel.

“Kami senang dengan pelarian ini. Kami sering menyerukan pembebasan semua tahanan Palestina. Jika para tahanan dapat membebaskan diri mereka sendiri, ini adalah hal yang hebat,” ujar Fares yang pernah menghabiskan 18 tahun di penjara.

Koresponden Al Jazeera, Walid al-Omari, melaporkan bahwa pihak berwenang Israel mengetahui para tahanan melarikan diri sekitar pukul 03.30 pagi waktu setempat.

Dia mengatakan, polisi melancarkan operasi pencarian luas yang melibatkan helikopter, mulai dari wilayah kota, desa, hingga perbatasan Yordania. Para tahanan bisa saja melarikan diri ke Jenin, Yordania, atau bersembunyi di lahan pertanian di sekitar penjara, tambah al-Omari.

3. Israel menganggapnya sebagai insiden serius
6 Tahanan Palestina Kabur dari Penjara Tingkat Tinggi Israel

Hamas, kelompok yang menguasai Jalur Gaza yang diblokade Israel, menyebut pelarian itu sebagai kekalahan nyata bagi sistem keamanan Israel.

Juru bicara Jihad Islam, Dawood Shehab, juga menggambarkan pelarian itu sebagai tindakan heroik.

“Ini adalah perjuangan yang panjang dan terbuka. Pendudukan harus memahami pelajaran dengan baik, rakyat kami tidak akan pernah menyerah. Terorisme (Israel) tidak akan berhasil melanggar kehendak rakyat kami,” kata Shehab dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menyebut pelarian itu sebagai insiden serius. Bennett mengaku mengawasi operasi pencarian dan selalu menerima laporan terbaru dari tim yang bekerja di lapangan.

Sejauh ini Israel telah menahan sekitar 4.750 warga Palestina di puluhan fasilitas penjara, termasuk 42 perempuan, 200 anak-anak, dan 550 tahanan administratif, menurut kelompok hak asasi tahanan Addameer.

Penggalian terowongan tidak mungkin dilakukan dalam waktu satu dua hari. Sel tempat Zubeidi dipindahkan  telah menjadi tempat pekerjaan penggalian diam-diam selama berminggu-minggu atau mungkin berbulan-bulan.

Mereka menggali lubang dari kamar mandi dan menutupinya dengan papan lantai. Bahkan, Channel 12 menyebutkan bahwa penggalian itu bisa memakan waktu selama setahun.

Namun, mereka memang tidak perlu menggali terlalu jauh di bawah tanah, karena penjara tersebut ditopang oleh tiang beton, jangkungan, dan mereka cukup merangkak di bawahnya sampai mereka mencapai area di luar pagar.