Transjakarta Mulai Berlakukan Angkut Penumpang 100 Persen

Transjakarta Mulai Berlakukan Angkut Penumpang 100 Persen

Transjakarta Mulai Berlakukan Angkut Penumpang 100 Persen – Transjakarta (terkadang tertulis TransJakarta) adalah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai memberlakukan kapasitas angkut penumpang sebesar 100 persen, dari sebelumnya 50 persen jumlah kapasitas total.

Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibu kota yang sangat padat. Transjakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (230,9 km),  Direktur Operasional PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Prasetia Budi menyampaikan, kebijakan ini sebagai tindak lanjut dari Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 1245 Tahun 2021 berkenaan dengan turunnya level PPKM di Jakarta dari 3 menjadi Level 2.

“Transjakarta kembali melayani pelanggan secara penuh, khususnya dalam hal kapasitas pelanggan. Hal ini sejalan dengan mulai pulihnya kegiatan masyarakat seiring status PPKM yang dinyatakan turun menjadi Level 2. Jadi nanti semua marka atau tanda jarak aman yang terpasang di lantai halte, bus, dan bangku pelanggan akan dicopot secara bertahap,” ujar Prasetia dalam keterangannya, Kamis (21/10/2021).

1. Penumpang wajib menunjukkan bukti vaksinasi COVID-19
DKI PPKM Level 2, Transjakarta Kini Angkut Penumpang 100 Persen

Prasetia menegaskan, Transjakarta tetap menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat, baik di halte maupun di dalam bus.

Penumpang wajib menunjukkan bukti telah melakukan vaksinasi COVID-19 kepada petugas, baik melalui aplikasi PeduliLindungi atau cara lain.

2. Transjakarta sesuaikan jumlah armada
DKI PPKM Level 2, Transjakarta Kini Angkut Penumpang 100 Persen

Prasetia mengungkapkan, dengan kembali normalnya kapasitas angkut, Transjakarta juga turut menyesuaikan jumlah armada. Demikian juga dengan rute serta layanan Transjakarta lainnya yang sempat dihentikan sementara, sebagai upaya meminimalisir penyebaran virus COVID-19, juga akan dioperasikan kembali secara bertahap.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan memberikan layanan terbaik dan
semaksimal mungkin kepada pelanggan. Kami akan berupaya konsisten dalam memberikan layanan transportasi yang aman dan nyaman digunakan oleh masyarakat, khususnya di masa pendemi ini,” ujarnya.

3. Wajib laksanakan protokol kesehatan
DKI PPKM Level 2, Transjakarta Kini Angkut Penumpang 100 Persen

Sebelum memasuki gate halte, penumpang wajib memakai masker, mengukur
suhu tubuh, dan dilengkapi dengan ketersediaan hand sanitizer guna memastikan kebersihan tangan selama berada di area Transjakarta. Semua armada bus juga dipastikan telah dibersihkan secara berkala menggunakan cairan disinfektan.

“Hal ini untuk memastikan pelanggan tetap merasa aman dan nyaman. Meski turun level, kita tidak boleh lengah. Untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan yang berlaku, Petugas Layanan Halte (PLH) kami siap di lapangan,” ujarnya.