Turki Berencana Memesan Vaksin Nusantara yang Menuai Polemik

Turki Berencana Memesan Vaksin Nusantara yang Menuai Polemik

Turki Berencana Memesan Vaksin Nusantara yang Menuai Polemik – Salah satu upaya untuk menekan angka kasus COVID-19 yang kian meningkat adalah dengan penyediaan vaksin COVID-19 dari pemerintah. Meski masih dalam tahap uji klinis, keberadaan vaksin ini diharapkan dapat melindungi masyarakat Indonesia dari pandemi.

Hingga saat ini, pemberian vaksin COVID-19 adalah solusi yang dinilai paling jitu untuk mengurangi jumlah kasus infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular Universitas Airlangga Profesor Chairul Anwar Nidom membenarkan, pemerintah Turki membeli vaksin Nusantara dari Download IDN Poker77 Indonesia. Nidom mengatakan Turki rencananya akan memesan vaksin yang menuai polemik itu sebanyak 5,2 juta dosis.

1. Turki tawarkan uji klinik fase 3 di negaranya
Turki Tolak Vaksin COVID-19 Buatan Rusia - Dunia Tempo.co

Bahkan, Nidom menuturkan, pemerintah Turki menawarkan uji klinik fase 3 vaksin Nusantara dilakukan di negara mereka.

“Untuk Turki, vaksin Nusantara ini justru menguntungkan, karena terus terang bahwa vaksin Nusantara ini dari aspek risiko toksisitas (keracunan), faktor sosial agama itu kan gak ada masalah. Jadi kalau dia bisa menangkap itu, paling tidak negara Islam akan di-cover sama Turki,” katanya.

2. Para relawan merasa lebih nyaman usai disuntik vaksin Nusantara
Wow, Turki Akan Pesan 5,2 Juta Dosis Vaksin Nusantara Besutan Terawan

Nidom mengklaim vaksin Nusantara merupakan potensi bagi Indonesia dari aspek ekonomi, berkat terobosan baru dalam teknologi kesehatan dari sebuah vaksin yang sudah berumur 300 tahun itu.

Berdasarkan pengamatan aspek sains, Nidom juga mengklaim, pada saat uji klinik fase 1 dan 2 pada relawan tidak ditemukan adanya masalah. Bahkan, para relawan merasa lebih nyaman usai disuntik vaksin yang berbasis sel dendritik itu.

“Perbedaannya, vaksin Nusantara karena sel dendritik itu tidak terjadi inflamasi, sementara vaksin yang konvensional ini akan terjadi inflamasi,” kata Nidom.

3. Vaksin Nusantara tidak timbulkan KIPI

Menanti Keluarga di Desa Lebih Mudah Dapat Vaksin Covid-19 : Okezone Tren

Inflamasi yang dimaksud adalah kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) yang kerap dialami peserta vaksinasi COVID-19 seperti reaksi demam, kepala pusing, bengkak, bercak kemerahan, dan sebagainya, usai seseorang menerima vaksin konvensional.

“Vaksin konvensional yang saya maksud adalah yang berbasis inactivated virus (virus yang dimatikan) maupun platform mRNA. Teknologi memasukkan sesuatu ke dalam tubuh seseorang dengan bahan asing itu adalah konvensional,” kata Nidom.

Sedangkan sel dendritik pada vaksin Nusantara, kata dia, diterapkan dengan cara mengeluarkan ‘mesin’ di dalam tubuh untuk diolah di luar tubuh, kemudian setelah aktif dimasukkan kembali ke dalam tubuh penerima manfaat.

“Ini kan teknologi baru,” klaim Nidom, lagi.