Utusan ASEAN Tidak Diizinkan Untuk Menemui Aung San Suu Kyi

Utusan ASEAN Tidak Diizinkan Untuk Menemui Aung San Suu Kyi

Utusan ASEAN Tidak Diizinkan Untuk Menemui Aung San Suu Kyi – Junta  Myanmar mengatakan, tidak mungkin utusan khusus ASEAN yang ditugaskan untuk memfasilitasi dialog di negara itu akan diizinkan bertemu dengan pemimpin pro-demokrasi terguling Aung San Suu Kyi. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berada di bawah tekanan global untuk membantu menyelesaikan krisis di Myanmar.

Di mana lebih dari 1.100 orang tewas dalam kekerasan pasca-kudeta menurut sebuah kelompok pemantau. Menteri Luar Negeri Kedua Brunei Erywan Yusof, yang terpilih sebagai utusan khusus ASEAN untuk Myanmar pada Agustus setelah perdebatan panjang, telah menyerukan akses penuh ke semua pihak ketika dia berkunjung.

Junta Myanmar mengatakan bahwa utusan khusus ASEAN, yang ditugaskan untuk memfasilitasi dialog di negara yang dilanda kekacauan akibat kudeta, tidak akan diizinkan untuk bertemu dengan pemimpin prodemokrasi yang digulingkan Aung San Suu Kyi.

1. Junta tidak izinkan utusan ASEAN temui NUG
Junta Myanmar Tidak Izinkan Utusan ASEAN Temui Aung San Suu KyiKepala junta Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing, yang menggulingkan pemerintah terpilih dalam kudeta pada 1 Februari, memimpin parade militer pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar.

Pada Agustus lalu, ASEAN secara konsensus memilih Menteri Luar Negeri II Brunei Darussalam, Erywan Yusof, sebagai utusan khusus untuk Myanmar. Yusof menyerukan supaya penguasa Myanmar memberikan akses agar dirinya bisa menemui seluruh pihak yang memiliki kepentingan, termasuk Suu Kyi.

Namun, hingga saat ini, junta belum juga memberikan izin kepada Yusof untuk mengunjungi Naypyidaw.

“Kami hanya akan mengizinkan pertemuan dengan organisasi resmi,” tambah Zaw Min Tun, menegaskan bahwa Yusof tidak boleh berkomunikasi dengan National Unity Government (NUG), pemerintahan tandingan yang diisi oleh politisi Liga Nasional Demokrasi yang terguling.

2. Rekonsiliasi damai terancam gagal
Junta Myanmar Tidak Izinkan Utusan ASEAN Temui Aung San Suu Kyi

Pada pekan lalu, pengacara Suu Kyi menyampaikan bahwa kliennya ingin bertemu dengan organisasi lokal dan asing.

Sementara itu, analis politik Mg Mg Soe mengutarakan, rekonsiliasi damai tidak akan berhasil jika tidak ada pertemuan dengan perempuan yang pernah meraih Nobel perdamaian itu.

“Mereka (ASEAN) dapat bergerak selangkah lagi, untuk melanjutkan negosiasi, hanya setelah mendengarkan dari kedua belah pihak,” ucapnya.

3. Suu Kyi terancam kurungan puluhan tahun
Junta Myanmar Tidak Izinkan Utusan ASEAN Temui Aung San Suu Kyi

Suu Kyi, yang kini berusia 76 tahun, diadili atas sejumlah tuduhan, termasuk melanggar aturan pembatasan sosial di tengah pandemik COVID-19, mengimpor alat komunikasi ilegal, menghasut masyarakat untuk berbuat kerusuhan, hingga tuduhan korupsi.

Dia menghadapi ancaman puluhan tahun penjara jika terbukti bersalah atas semua tuduhan. Pemimpin Junta, Min Aung Hlaing, telah berjanji untuk mengadakan pemilihan umum dan mencabut keadaan darurat pada Agustus 2023. Untuk sementara waktu, Min Aung Hlaing mendaulat dirinya sendiri sebagai Perdana Menteri sementara Myanmar.

Namun juru bicara junta mengatakan kepada AFP baru-baru ini, bahwa akan “sulit untuk mengizinkan pertemuan dengan mereka yang menghadapi persidangan”. “Kami akan mengizinkan pertemuan dengan organisasi resmi,” tambah juru bicara Zaw Min Tun, tanpa memberikan perincian lebih lanjut tentang kapan Myanmar akan memberikan izin kepada utusan itu untuk berkunjung.

Aung San Suu Kyi, 76, saat ini diadili atas serangkaian tuduhan, melanggar pembatasan virus corona selama jajak pendapat yang dimenangkan partainya tahun lalu, mengimpor walkie talkie dan hasutan secara ilegal. Dia menghadapi puluhan tahun penjara jika terbukti bersalah atas semua tuduhan. Pengacaranya mengatakan pekan lalu bahwa pemenang Nobel belum menerima permintaan pertemuan dari organisasi lokal dan asing.