Warga Lebih Gunakan Antigen Sebab Swab di Jakarta Menurun

Warga Lebih Gunakan Antigen Sebab Swab di Jakarta Menurun

Warga Lebih Gunakan Antigen Sebab Swab di Jakarta Menurun – Tes antigen cepat, atau tes cepat, adalah tes diagnostik cepat yang cocok untuk pengujian di tempat perawatan yang secara langsung mendeteksi ada atau tidaknya antigen. Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama, mengatakan angka tes swab PCR di DKI Jakarta kian menurun dalam waktu satu pekan terakhir. Menurutnya, jumlah masyarakat yang menggunakan swab PCR berkurang.

Swab adalah cara untuk memperoleh bahan pemeriksaan ( sampel ) . Swab dilakukan pada nasofaring dan atau orofarings. Pengambilan ini dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofarings dan atau orofarings dengan menggunakan alat seperti kapas lidi khusus. Angka testing dan tracing seminggu terakhir menurun karena jumlah yang mengakses tes juga berkurang untuk PCR,” Dilansir dari Livechat Fafaslot Indonesia kata Ngabila saat dihubungi, Kamis (20/5/2021).

1. Banyak yang gunakan rapid test antigen

Ngabila menjelaskan saat ini banyak masyarakat yang memilih menggunakan rapid test antigen untuk diagnosis awal terkait dengan COVID-19. Jumlah pemeriksaan COVID-19 dengan metode tes antigen juga kian meningkat.

“Saat ini banyak masyarakat mengakses antigen, jumlah pemeriksaannya terus meningkat. Akan tetapi antigen tidak¬†dapat mendiagnosis, hanya untuk skrining awal,” ujarnya.

2. Jika punya gejala dan kontak erat, langsung tes di Puskesmas gratis

Ngabila mengimbau masyarakat yang memiliki gejala atau kontak erat dengan penderita COVID-19 bisa langsung mengikuti tes swab PCR COVID-19 di Puskesmas terdekat. Ia mengatakan tes swab PCR ini gratis.

“Kita harus¬†ingatkan masyarakat terus aware ke COVID, dan juga jangan takut atau enggan di cek PCR karena semakin cepat terdiagnosis bisa mencegah penularan ke orang lain dan ditata laksana segera dengan baik,” ujarnya.

3. Beda antigen dengan PCR

Untuk diketahui, rapid test antigen disebut-sebut lebih akurat dibandingkan rapid test antibodi. Namun, rapid test antigen hanya mendeteksi keberadaan SARS-CoV-2, bukan mendeteksi antibodi tubuh terhadap COVID-19. Antigen adalah protein yang dikeluarkan oleh virus yang bisa terdekteksi apabila ada infeksi yang sedang berlangsung di dalam tubuh.

Spesimen yang diperlukan untuk rapid test antigen adalah swab orofaring atau swab nasofaring. Hal ini menjadi penyebab rapid test antigen juga disebut sebagai rapid swab. Tes harus dilakukan di fasilitas layanan kesehatan yang memiliki fasilitas biosafety cabinet.

Sedangkan, hasil pemeriksaan COVID-19 harus dikonfirmasi dengan menggunakan tes Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tes PCR yang merupakan satu-satunya standar pengujian COVID-19 yang diakui Badan Kesehatan Dunia (WHO). Tes ini mendeteksi virus dengan mencari jejak genetik virus di sampel.