Zona Merah Bertambah Jadi 13 Daerah dalam Satu Minggu

Zona Merah Bertambah Jadi 13 Daerah dalam Satu Minggu

Zona Merah Bertambah Jadi 13 Daerah dalam Satu Minggu – Jumlah zona merah corona di Indonesia meningkat kembali. Masyarakat harus meningkatkan kedisplinan menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona penyebab Covid-19.

Zona merah corona adalah daerah berisiko tinggi penularan virus corona penyebab Covid-19. Satgas Covid-19 memperbarui data zona penularan virus corona, dari zona merah, zona hijau, dan zona oranye setiap minggu.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Wiku Adisasmito memaparkan peta Deposit IDN Poker Pakai Dana zonasi COVID-19 pekan ini. Dia mengatakan, pada minggu ini, jumlah zona merah atau wilayah dengan risiko COVID-19 meningkat dari minggu sebelumnya.

1. Zona kuning turun dari 194 menjadi 171 kabupaten/kota
Waduh! Zona Merah Pekan Ini Naik Menjadi 13 Wilayah

Sementara, untuk jumlah kabupaten/kota di zona kuning atau wilayah dengan risiko rendah menurun di pekan ini dari 194 menjadi 171 kabupaten/kota.

“Ini adalah perkembangan yang tidak diharapkan, karena artinya semakin banyak kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki risiko penularan sedang dan tinggi,” ujar Wiku.

2. Sebanyak 9 kabupaten/kota pindah dari zona oranye ke zona merah

Masuk Zona Merah Covid-19, Warga Tanjung Laut Wajib Waspada – Mendalam Dan Terpercaya

Wiku menuturkan, adanya kenaikan jumlah kabupaten/kota di zona merah dikontribusi oleh 9 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke zona merah. Ke-9 kabupaten/kota itu adalah Bengkulu Utara, Kota Solok, Pasaman Barat, Solok, Kota Prabumulih, Dairi, Kota Batam, Melawi, dan Kudus.

“Perpindahan ini didominasi oleh kabupaten/kota dari Pulau Sumatera. Perpindahan suatu kabupaten/kota ke sana yang lebih buruk menunjukkan bahwa penanganan di wilayah tersebut butuh untuk segera diperbaiki,” ucap dia.

3. Penanganan COVID-19 di Kudus belum baik
14 Kecamatan di Palembang Zona Merah Covid-19 - Bagian 1

Wiku menyebut bahwa Kudus menjadi salah satu wilayah di mana penanganan COVID-19 belum dilakukan dengan baik. Sebab, selama tiga minggu terakhir ini, Kudus masuk ke dalam zona oranye hingga berpindah ke zona merah.

“Ini sangat berpotensi terjadi, terutama pada 322 kabupaten/kota yang berada di zona oranye pada saat ini,” tutur Wiku.

Wiku mengungkapkan, masuknya ke zona merah menunjukkan buruknya penanganan COVID-19 di wilayah itu. Dia pun meminta pemerintah daerah segera memperbaiki penanganan COVID-19 dan meningkatkan kesiagaan.

“Pada periode ini, terjadi kenaikan jumlah kabupaten/kota di zona merah atau zona risiko tinggi, dari yang sebelumnya 10 menjadi 13 kabupaten atau kota. Kenaikan ini diikuti oleh zona oranye atau zona risiko sedang, dari 302 menjadi 322 kabupaten atau kota,” kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers virtual.

Jumlah daerah di zona kuning atau zona risiko rendah juga menurun. Wiku mengatakan hal itu menunjukkan banyaknya daerah yang berubah menjadi zona risiko tinggi maupun sedang.