Aksi Heroik Warga Dalam Menyelamatkan Keluarga Dari Longsor

Aksi Heroik Warga Dalam Menyelamatkan Keluarga Dari Longsor

Aksi Heroik Warga Dalam Menyelamatkan Keluarga Dari Longsor – Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu.

Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Musibah tanah longsor yang terjadi di Dusun Sadang, Desa Pakel, Kecamatan Licin, Rabu (16/6) dini hari membuat tiga rumah warga berisi 7 orang bersaudara terancam keselamatannya saat tertidur lelap.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah Daftar Poker77 seorang anak, Muhammad Ardian berusia 11 tahun, gagal diselamatkan oleh Ayahnya, karena berpacu waktu dengan peristiwa longsor. Longsor terjadi akibat hujan lebat yang terus terjadi semalaman.

1. Terbangun setelah mendengar suara gemuruh
Apa Saja Jenis dan Karakteristik Bencana Alam? - Tirto.ID

Saat peristiwa terjadi, Bondan Hariyanto (35) Ayah dari Ardian terbangun dari tidurnya karena mendengar gemuruh potensi longsor. Ia langsung keluar dari rumah untuk mencari tahu sumber suara, dan ternyata melihat ada longsoran kecil di tebing dekat rumahnya. Bondan pun bergegas masuk kembali ke rumah untuk membangunkan keluarganya.

“Saya membangunkan istri dan anak kedua untuk menyelamatkan diri,” kata Bondan, Kamis sore (17/6/2021).

Setelah berhasil menyelamatkan istri dan anaknya yang paling kecil, dia kembali ke rumah untuk menyelamatkan kedua mertua dan seorang anak sulungnya yang masih tertidur. Namun ia melihat mertuanya Laki-laki, Bunai, dalam keadaan terjepit kayu.

“Mertua Laki laki sempat terjepit kayu, berhasil saya selamatkan,” katanya.

2. Aksi heroik Bondan menyelamatkan keluarga
Sepanjang 2020, 12 Bencana Longsor Terjadi di Kabupaten Purwakarta

Usai menyelamatkan mertua Laki-laki, Bondan berupaya menyelamatkan mertua perempuan dan anak sulungnya. Namun kali ini suara gemuruh longsor lebih besar. Ia hanya berhasil menyelamatkan mertuanya Laki-laki.

Sesaat setelah menyelamatkan mertuanya, longsor susulan kembali menerjang rumah. Longsor kedua jauh lebih besar menimbun sebagian rumah mertuanya.

“Saya dan bapak mertua berhasil menyelamatkan diri. Namun saya tidak berhasil menemukan ibu mertua dan anak pertama saya,” katanya

3. Hujan menyulitkan evakuasi
Cerita Bondan Berpacu Selamatkan Keluarga dari Longsor Banyuwangi

Kapolsek Licin. Iptu Dalyono, mengatakan, kejadian bencana longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Longsor menimpa tiga rumah yang ditinggali tujuh orang dan masih satu keluarga.

“Ada tujuh orang di tiga rumah itu yang masih satu keluarga. Satu korban meninggal dunia, yakni anak berusia 11 tahun,” kata Dalyono.

Lima orang bisa menyelematkan diri, namun dua orang tertimbun material longsor. Warga pun bergotong royong menyelamatkan korban dengan peralatan seadanya. Dalyono menjelaskan proses evakuasi korban baru bisa dilakukan sekitar pukul 04.30 WIB karena hujan lebat.

“Nenek Ponirah ditemukan selamat terjepit tembok rumahnya dan akar pohon, sehingga masih ada ruang bernapas. Kondisinya lemas karena mengalami luka berat langsung dirawat ke Puskesmas Licin,” tambahnya.

Namun tidak demikian dengan Muhammad Ardian (11). Ardian ditemukan meninggal tertimbun material longsor dalam keadaan masih memakai selimut. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah saudaranya untuk dikebumikan.

Sementara itu, terkait banyaknya pemukiman warga yang berada di kawasan rawan longsor, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi masih berupaya mencari solusi. Terlebih kawasan tersebut merupakan area perkebunan.

“Saya minta Pak Camat untuk memonitor kebutuhan beliau (korban). Juga nanti dikomunikasikan dengan perkebunan, karena ini di lahan perkebunan,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani saat meninjau keluarga korban longsor.

Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:

  • erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam
  • lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat
  • gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut
  • gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
  • getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir
  • berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju