Bahrain Memerintahkan Warganya Untuk Meninggalkan Lebanon

Bahrain Memerintahkan Warganya Untuk Meninggalkan Lebanon

Bahrain Memerintahkan Warganya Untuk Meninggalkan Lebanon -Pemerintah Bahrain pada hari Sabtu, 30 Oktober 2021 meminta duta besar  Lebanon untuk meninggalkan negaranya dalam waktu 48 jam, di tengah kritik tentang Arab Saudi mengenai perang Yaman.

Kementerian Luar Negeri  Bahrain mengatakan bahwa duta besar Lebanon, Milad Hanna Nemmour diminta untuk pergi karena sikap serta pernyataan yang tidak dapat diterima, dan negatif oleh seorang pejabat negara itu.

Bahrain memerintahkan warganya di Lebanon untuk segera meninggalkan negara itu. Langkah serupa juga diputuskan negara teluk lainnya, seperti Uni Emirat Arab (UEA).

1. Ketegangan Lebanon dengan negara Teluk semakin intens
Bahrain Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Lebanon, Kenapa?

Pekan lalu, Arab Saudi mengusir utusan Lebanon dan melarang importasi ke Lebanon. Bahrain dan Kuwait mengikuti keputusan Saudi. UEA juga menarik diplomatnya dari Beirut dan melarang warganya bepergian ke Lebanon.

Hubungan Lebanon-Arab Saudi meregang sejak Beirut mengkritik peran Riyadh dalam perang Yaman. Arab Saudi, sebagai pemimpin koalisi yang melawan pemberontak Houthi, disebut telah memimpin perang yang sia-sia.

Pernyataan di atas dilontarkan George Kordahi, penyiar yang ditunjuk pemerintah sebagai Menteri Informasi. Kordahi telah membuat disclaimer bahwa tudingannya kepada Saudi merupakan opini pribadi dan bukan sikap pemerintah.

2. GCC berupaya redakan ketegangan di Lebanon
Bahrain Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Lebanon, Kenapa?

Enam anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), yang juga mencakup Qatar dan Oman, mengeluarkan pernyataan yang mengutuk ungkapan Kordahi.

Pada Senin, 1 November 2021, kantor Perdana Menteri Lebanon, Nabil Mikati, mengatakan emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, akan mengirim menteri luar negeri Qatar ke Beirut, untuk mencari cara menyelesaikan krisis di Lebanon.

3. Perang di Yaman sebabkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia
Bahrain Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Lebanon, Kenapa?

Yaman dilanda kekerasan dan ketidakstabilan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota, Sanaa. Koalisi yang dipimpin Saudi melakukan intervensi pada tahun berikutnya, dengan tujuan mengembalikan pemerintah Yaman, tetapi telah memperburuk situasi.

Perang di Yaman, keruntuhan ekonomi, serta pembatasan impor ke daerah-daerah yang dikuasai Houthi, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyebabkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan 16 juta orang menghadapi kelaparan.

Langkah itu dilakukan Bahrain setelah Arab Saudi memanggil duta besarnya di Beirut untuk konsultasi dan meminta duta besar Lebanon untuk meninggalkan Kerajaan dalam waktu 48 jam pada Jumat, 29 Oktober 2021. Bahkan, terkait hal ini Kerajaan pun menggandakan keputusannya mengenai larangan perjalanan bagi warganya yang ingin mengunjungi Lebanon.

Keputusan Arab Saudi tersebut mengikuti “pernyataan menghina” yang dibuat selama wawancara yang disampaikan oleh Menteri Informasi Lebanon George Kordahi. Hal itu terjadi karena Kordahi mengkritik perang yang dipimpin  Arab Saudi dalam melawan pemberontak bersenjata Houthi.