Bencana Longsor Besar Menghampiri Ibu Kota Ekuador di Quito

Bencana Longsor Besar Menghampiri Ibu Kota Ekuador di Quito

Bencana Longsor Besar Menghampiri Ibu Kota Ekuador di Quito

Bencana Longsor Besar Menghampiri Ibu Kota Ekuador di Quito – Longsor  atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu.

Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Bencana longsor besar menghampiri ibu kota Ekuador, Quito sejak Senin petang. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras berkepanjangan yang melanda sebagian area di negara Amerika Selatan itu dalam beberapa hari terakhir.

Dilansir dari Reuters, bencana banjir dan tanah longsor di Quito kali ini disebut sebagai yang terbesar dalam dua dekade terakhir. Bencana ini juga menerpa ratusan tempat tinggal penduduk dan mengakibatkan terputusnya akses jalan.

Setidaknya 24 orang tewas akibat bencana longsor di Quito

Wali Kota Quito Santiago Guarderas telah memperbarui jumlah korban tewas akibat bencana tanah longsor yang menerpa wilayahnya. Apabila sebelumnya jumlah korban tewas sejumlah 18 orang, kini korban bertambah menjadi 24 orang.

Sementara itu, bencana alam ini juga mengakibatkan 48 warga terluka dan 12 orang dilaporkan masih hilang. Sedangkan 38 rumah diketahui mengalami kerusakan sebagian, 3 bangunan dilaporkan hancur total dan 15 kendaraan tersapu aliran longsor.

Sejauh ini, 2.734 petugas dari institusi nasional sudah ditugaskan untuk membantu penanganan korban di area paling terdampak yakni, di La Gasca dan La Comuna. Proses pembersihan area tersebut yang diperkirakan membutuhkan waktu satu minggu, dikutip dari Telesur.

Longsor disebabkan tumpahan air waduk di atas Gunung Pichincha

Bencana longsor ini terjadi setelah sekitar 20 ribu meter kubik air menghujani waduk penampung air di atas Gunung Pichincha. Setelah itu, waduk yang hanya dapat menampung 4.500 kubik meter air itu tumpah dan menggenangi permukiman di lereng gunung.

Longsoran air, lumpur, dan batuan kemudian meluncur ke arah bawah dan menghancurkan apapun yang ada di depannya. Saat tiba di area La Comuna, longsoran menenggelamkan lapangan olahraga yang menjadi tempat berlindung warga. Sedangkan di La Gasca, longsoran sudah menyeret hampir seluruh kendaraan yang terparkir.

Sampai hari Selasa, gelombang air bercampur lumpur yang lebih kecil masih terjun ke lereng gunung. Bahkan longsoran kecil itu masih dapat menyeret batuan, dahan pohon dan reruntuhan bangunan ke bawah, dilaporkan Associated Press.

Korban tewas kemungkinan masih akan bertambah

Dilaporkan DW, tumpukan lumpur di area permukiman La Gasca dan La Comuna sudah mencapai ketinggian tiga meter. Regu penyelamat juga masih melakukan pencarian korban yang hilang dan menganjurkan warga agar tetap diam untuk memudahkan tim menemukan suara korban yang meminta tolong.

Pihak Kepolisian Quito mengatakan korban tewas kemungkinan masih akan bertambah mengingat masih ada laporan korban hilang. Sedangkan sebagian dari 2,7 juta penduduk di Quito terpaksa mengungsi untuk menghindari kemungkinan terjadi longsor susulan.

Di sisi lain, Wali Kota Guarderas juga mengakui kesalahannya lantaran tidak melakukan tindakan preventif. Ia mengaku jika harus membangun rencana komprehensif untuk melindungi lereng Pichincha, termasuk di antaranya reforestasi demi mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan, dikutip dari Telesur.

Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh.

  • erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam
  • lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat
  • gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut
  • gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
  • getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir
  • berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju