Berikut Daftar Kasus Pencegatan Pesawat yang Menggemparkan

Berikut Daftar Kasus Pencegatan Pesawat yang Menggemparkan

Berikut Daftar Kasus Pencegatan Pesawat yang Menggemparkan -Penerbangan komersial adalah bagian dari penerbangan sipil (penerbangan umum dan jasa maskapai penerbangan terjadwal) yang melibatkan pengoperasian pesawat untuk disewa. Di banyak negara, sebuah penerbangan dapat dioperasikan hanya untuk mencari untung apabila memenuhi tiga syarat pilot harus memiliki lisensi pilot komersial yang sah, pesawat terbang harus memiliki registrasi komersial yang sah dan operator harus memiliki sertifikat atau sejenis otorisasi lain untuk operasi komersial

Terdapat sejumlah pengecualian — contohnya, seorang instruktur penerbangan dibolehkan terbang untuk mencari untung dengan pesawat pribadi yang dimiliki oleh muridnya — tetapi persyaratan di atas berlaku untuk sebagian besar penerbangan di mana uang bertukar tangan. Aksi pencegatan yang dilakukan Angkatan Udara Belarusia terhadap pesawat komersial milik maskapai Ryanair asal Irlandia pada 23 Mei 2021 menimbulkan banyak kekhawatiran mengenai keamanan serta kebebasan ruang udara.

Dilansir BBC, alasan pemerintah Belarusia melancarkan aksi Deposit IDN Poker Pakai Dana pencegatan terhadap pesawat dengan nomor penerbangan FR4978 dari Athena (Yunani) menuju Vilnius (Lituania) disebabkan adanya ancaman bom. Ryanair pun diperintahkan mendarat di Bandara Minsk saat pesawat berada di ruang udara Belarusia. Namun setelah Ryanair FR4978 mendarat di Minsk, Otoritas Belarusia langsung menangkap seorang jurnalis Belarusia, Roman Protasevich, yang kerap mengkritik pemerintahan Presiden Alexander Lukashenko.

Tidak ada keterangan apa pun mengenai ancaman bom saat mereka menangkap sang jurnalis. Usai penangkapan berhasil dilakukan, Belarusia kemudian mengizinkan Ryanair untuk melanjutkan penerbangannya ke Lituania. Tindakan yang dilakukan pemerintah Belarusia tentunya mendapat kecaman keras dari Negara Barat dan International Civil Aviation Organization (ICAO). Mereka menilai hal tersebut telah melanggar hukum internasional yang berlaku. Peristiwa pencegatan seperti ini memang sangat jarang sekali terjadi. Tapi ada kejadian-kejadian serupa pada pesawat komersial, mulai dari diperintahkan melakukan pendaratan hingga ditembak jatuh.

1. Mahan Air 1152 vs F-15 AU Amerika Serikat

Penumpang maskapai Mahan Air 1152 asal Iran yang terbang di langit Suriah pada 23 Juli 2020 harus menghadapi pengalaman buruk setelah sebuah pesawat jet tempur F-15 milik Angkatan Udara AS terbang mendekati pesawat mereka. Militer AS mengaku bahwa aksi yang dilakukan pesawat tempurnya terhadap maskapai Iran itu merupakan sebuah inspeksi biasa secara jarak “dekat”, seperti yang dilaporkan CNN.

Meskipun begitu, tanpa adanya komunikasi yang jelas antara pilot kedua pesawat, Mahan Air 1152 yang dalam keadaan panik terpaksa melakukan manuver ekstrem untuk menghindari tabrakan ketika pesawat tempur mendekat. Hal itu mengakibatkan beberapa penumpang terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit segera setelah Mahan Air mendarat di Kota Beirut, Lebanon.

Pemerintah Iran yang mendengar kejadian pencegatan pesawat komersialnya langsung mengutuk aksi Angkatan Udara AS. Tehran mencap tindakan AS tidak berlandaskan hukum sama sekali karena pencegatan dilakukan di ruang udara Suriah, bukan Amerika Serikat. Manuver yang dilakukan pesawat tempurnya sangat membahayakan nyawa penumpang.

2. Air France 1558 vs Eurofighter Typhoon AU Inggris
Deretan Kasus Pencegatan Pesawat Komersial yang Menggemparkan Dunia

Kejadian pencegatan yang hampir berujung maut juga sempat terjadi di langit kawasan Yorkshire, Inggris. Dilansir The Guardian, sebuah pesawat komersial milik Air France dengan nomor penerbangan 1558 yang tengah melewati ruang udara Inggris secara tiba-tiba dicegat oleh dua pesawat tempur Eurofighter Typhoon milik AU Inggris pada 3 Mei 2016.

Pesawat Air France 1558 terus terbang tanpa memberikan identifikasi maupun penjelasan kepada Air Traffic Control (ATC) Yorkshire. Pihak ATC pun langsung mengabari Pangkalan Udara AU Inggris untuk mengirim jet tempurnya guna mencegat pesawat tersebut.

Bergegas ke lokasi, pesawat tempur Inggris menggunakan kecepatan supersonik di sekitar pemukiman penduduk hingga cukup menggemparkan masyarakat. Ketika sampai ke lokasi terbang pesawat Air France 1558 yang terbang tanpa suara, pesawat tempur Inggris mencoba melakukan komunikasi radio jarak dekat namun tidak mendapat jawaban.

Mereka kemudian mendekatkan jet tempur mereka ke jendela pilot Air France dan akhirnya sukses melakukan komunikasi visual dengan pilot. Berkat arahan pilot jet tempur Inggris, Air France 1558 sukses melakukan pendaratan di Bandara Yorkshire. Ketika dimintai keterangan, maskapai Air France menjelaskan bahwa pesawat Air France 1558 mengalami kerusakan radio sehingga pilot tidak dapat menjawab panggilan identifikasi ataupun berkomunikasi.

3. Korean Airlines 007 vs SU-15 AU Soviet
Deretan Kasus Pencegatan Pesawat Komersial yang Menggemparkan Dunia

Salah satu kasus pencegatan pesawat komersial oleh pesawat militer yang berakhir tragis adalah Korean Airlines 007. Di tengah Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada 1 September 1983, sebuah pesawat dari maskapai Korean Airlines 007 tujuan Seoul, Korea Selatan dari Anchorage, AS ditembak jatuh oleh pesawat tempur Su-15 milik AU Uni Soviet. Pesawat yang membawa 269 orang, termasuk kru dan penumpang tersebut, jatuh di dekat Pulau Sakhalin.

Dikutip dari Britannica, pencegatan dan penembakan jatuh Korean Airlines 007 oleh AU Soviet disebabkan oleh auto pilot yang membawa pesawat Korean Airlines terbang melenceng sejauh 322 km dari jalur yang diperintahkan sehingga membuat pesawat tersebut masuk ke ruang udara Soviet dan melintasi Semenanjung Kamchatka tanpa sepengetahuan pilot.

Saat itu, Militer Soviet sedang mecari pesawat mata-mata milik AU Amerika Serikat yang dikabarkan akan melakukan pengintaian di sekitar Semenanjung Kamchatka. Mereka langsung mengirim jet tempurnya untuk melakukan pencegatan ketika radar menemukan sebuah pesawat yang terbang masuk ke ruang udara Uni Soviet tanpa adanya identifikasi.

Ketika pesawat tempur Soviet sudah berada tepat di belakang pesawat Korean Airlines 007, pilot jet tempur tidak dapat memastikan apakah pesawat yang ia lihat merupakan pesawat mata-mata atau pesawat komersial dikarenakan gelapnya malam.

Tanpa adanya komunikasi antara pihak Soviet dan pesawat Korean Airlines 007, pimpinan militer Soviet akhirnya memberikan izin kepada pilot jet tempurnya untuk menembak Korean Airlines setelah pesawat itu melakukan pendakian secara tiba-tiba dan terus mendekati Pulau Sakhalin.

Jatuhnya Korean Airlines 007 akibat pencegatan koersif yang dilakukan AU Soviet membuat seluruh penumpang tewas dan Uni Soviet mendapat kecaman keras dari komunitas internasional, secara khusus Amerika Serikat. Sampai hari ini, Rusia–negara pecahan terbesar Uni Soviet–masih menolak mengakui kesalahannya.