Berikut Perbandingan Kekuatan Militer Antara AS dan Tiongkok

Berikut Perbandingan Kekuatan Militer Antara AS dan Tiongkok

Berikut Perbandingan Kekuatan Militer Antara AS dan Tiongkok – Ibarat air dan minyak, bisnis dan politik susah membaur, dan sebaiknya memang jangan dicampur. Amerika Serikat belakangan ini makin keras mengkritik Tiongkok dan memuncak dengan penerapan sanksi bagi para pejabat Tiongkok terkait tuduhan pelanggaran hak asasi manusia terhadap kelompok minoritas Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang. Penerapan sanksi itu juga melibatkan mitra Amerika: Inggris, 27 anggota Uni Eropa, dan Kanada. Di Tiongkok, aksi balasan pun mulai digerakkan lewat media sosial.

Pertama yang jadi korban adalah perusahaan apparel global asal Eropa, H&M, dan merek kondang Amerika, Nike. Sayap pemuda Partai Komunis Tiongkok mengorek kembali pernyataan H&M berbulan-bulan lalu yang menentang “kerja paksa” di perkebunan kapas Xinjiang. Di forum medsos Weibo, tanda pagar “Saya mendukung kapas Xinjiang” telah dilihat 4,4 miliar kali. Akibatnya, sejumlah toko e-commerce di Tiongkok menarik merek H&M. Tidak lama kemudian, merek-merek busana lain seperti Nike, Adidas dan Burberry juga terseret dalam konflik ini dan menghadapi seruan boikot secara nasional.

Ancaman konflik bersenjata antara Tiongkok dan AS dipercaya dapat terjadi apabila sengketa antara app idn poker kedua negara, secara khusus di Laut China Selatan dan Taiwan, terus berlanjut hingga akhirnya Beijing-Washington memutuskan untuk memilih jalur koersif. Berikut adalah penjelasan perbandingan kekuatan militer AS-Tiongkok berdasarkan The Military Balance 2020 yang dipublikasikan oleh lembaga think tank terkemuka di dunia, International Institutes for Strategic Studies (IISS).

1. Jumlah personel
Adu Kekuatan Militer AS vs Tiongkok, Siapa Lebih Kuat?

Jangan berpikir ketika membandingkan jumlah personel militer dari kedua negara, Amerika Serikat akan berada jauh di belakang. Karena meskipun jumlah populasi Tiongkok jauh lebih banyak ketimbang AS, besarnya kekuatan militer yang dimiliki AS di berbagai cabang kemiliteran membuatnya juga memiliki banyak personel aktif.

Dikutip dari Military Balance 2020, total prajurit aktif yang dimiliki Amerika Serikat sekitar 1,379,800 prajurit. Jumlah tersebut terdiri atas 481,750 Prajurit AD, 337,100 Prajurit AL, 332,650 Prajurit AU, 186,300 Prajurit Marinir, dan 42,000 Prajurit Penjaga Pantai.

Militer AS juga disokong dengan kekuatan cadangan dengan total 849,450 personel yang terdiri dari 524,700 Prajurit AD, 102,250 Prajurit AL, 176,000 Prajurit AU, 39,000 Prajurit Marinir, dan 7,500 Prajurit Penjaga Pantai. Dengan jumlah personel aktif maupun cadangan yang begitu besar Amerika Serikat tercatat sebagai negara kedua dengan jumlah prajurit terbesar di dunia.

Jika melihat ke Republik Rakyat Tiongkok, didukung dengan sumber daya manusia yang besar, Tiongkok memiliki sekitar 2,035,000 prajurit aktif. Mereka terdiri dari 975,000 Prajurit AD, 250,000 Prajurit AL, 395,000 Prajurit AU,  120,000 Prajurit Misil Strategis,145,000 Prajurit Pembantu Strategis, dan 150,000 prajurit tambahan.

Berbeda dengan Amerika Serikat, Militer Tiongkok memiliki pasukan cadangan dengan jumlah yang lebih sedikit yaitu 510,000 prajurit, namun didukung penuh oleh pasukan paramiliter dengan jumlah 660,000 yang sering aktif terlibat di garis depan, seperti Laut China Selatan.

2. Alutsista darat
Adu Kekuatan Militer AS vs Tiongkok, Siapa Lebih Kuat?

Perbandingan kekuatan darat AS dan Tiongkok tentu akan berbeda jauh karena perbedaan doktrin militer yang mereka gunakan masing-masing. AS yang berpegang teguh dengan perang elektronik dan kendaraan lapis baja berat, sedangkan Tiongkok yang menerapkan strategi yang mereka adopsi dari Uni Soviet/Rusia, yaitu memproduksi massal alutsista tempurnya, termasuk tank.

Dilansir dari Military Balance 2020, berikut adalah kekuatan alutsista darat AS: (tidak semua ditampilkan)

  • Main Battle Tank (MBT) yang terdiri dari 750 M1A1 SA Abrams, 1,605 M1A2 SEPv2
    Abrams, dan 34+ M1A2C Abrams.
  • 10,547 Armored Personel Carrier (APC)
  • 2,931 Infantry Fighting Vehicle (IFV)
  • 998 artileri bergerak 155mm
  • 1,339 artileri derek yang terdiri dari 821 M119A2/3 105mm dan 518 M777A2 155mm
  • 600 peluncur roket 227mm
  • 714 helikopter serang yang terdiri dari 414 AH-64D Apache dan 300 AH-64E Apache
  • 388 pesawat nirawak yang terdiri dari 152 MQ-1C Gray Eagle dan 236 RQ-7B Shadow

Sedangkan kekuatan darat Tiongkok sesuai dengan Military Balance 2020, antara lain: (tidak semua ditampilkan)

  • Main Battle Tank (MBT) yang terdiri dari 236 RQ-7B Shadow 300 ZTZ-59, 650 ZTZ-59-II, 600 ZTZ-59D, 200 ZTZ-79, 300 ZTZ-88A/B,1,000 ZTZ-96, 1,500 ZTZ-96A, 600 ZTZ-99, 500 ZTZ-99A, dan 200 ZTQ-15
  • 3,950 Armored Personel Carrier (APC)
  • 5,800 Infantry Fighting Vehicle (IFV)
  • 2,140 artileri bergerak 122mm, 152mm, dan 155mm
  • 1,234 artileri derek 122mm, 130mm, dan 152mm
  • 1,570 peluncur roket 107mm, 122mm, 300mm, dan 370mm
  • 270 helikopter serang yang terdiri dari 150 WZ-10 dan 120 WZ-19
3. Alutsista Udara
Adu Kekuatan Militer AS vs Tiongkok, Siapa Lebih Kuat?

Menjelajahi ranah alutsista udara, elemen ini menjadi salah satu andalan utama Amerika Serikat. Sejak Perang Dunia ke-2 dan Kejatuhan Uni Soviet 1991, Amerika Serikat tercatat sebagai satu-satunya negara di dunia yang mengoperasikan pesawat militer terbanyak di dunia.

Berdasarkan Miltary Balance 2020, beginilah kekuatan udara AS: (tidak semua ditampilkan)

  • 139 pesawat pembom berkemampuan nuklir yang terdiri atas 61 B-1B Lancer, 20 B-2A Spirit, dan 58 B-52H Stratofortress
  • 271 pesawat jet tempur buru sergap yang terdiri dari 95 F-15C Eagle, 10 F-15D Eagle, dan 166 F-22A Raptor
  • 969 pesawat jet tempur multirole (AU) yang terdiri dari 211 F-15E Strike Eagle, 442 F-16C Fighting Falcon, 111 F-16D Fighting Falcon, dan 205 F-35A Lightning II
  • 716 pesawat jet tempur multirole (AL) yang terdiri dari 28 F-35C Lightning II, 10 F-16A Fighting Falcon; 4 F-16B Fighting Falcon; 5 F/A-18B Hornet; 60 F/A-18C Hornet; 25 F/A-18D Hornet, 310 F/A-18E Super Hornet, dan  274 F/A-18F Super Hornet
  • 143 pesawat jet tempur serang A-10C Thunderbolt II
  • 251 pesawat nirawak

Setelah dimanjakan dengan AS, menurut Military Balance 2020 kekuatan udara Tiongkok adalah sebagai berikut: (tidak semua ditampilkan)

  • 759 pesawat jet tempur buru sergap yang terdiri dari  200 J-7 Fishcan, 192 J-7E Fishcan, 120 J-7G Fishcan, 50 J-8F Finback, 50 J-8H Finback, 95 J-11, 20 Su27SK Flanker, dan 32 Su-27UBK Flanker
  • 794 pesawat jet tempur multirole yang terdiri dari 220 J-10A Firebird, 55 J-10B Firebird, 100 J-10C Firebird, 70 J-10S Firebird, 30 J-11B/BS Flanker L, 100 J-16 Flanker, 22 J-20A, 73 Su30MKK Flanker G, dan 24 Su-35 Flanker M.
  • 176 pesawat pembom berkemampuan nuklir yang terdiri dari12 H-6A, 60 H-6H/M, 100 H-6K, dan 4 H-6N
  • 140 pesawat jet tempur serang JH-7A Flounder
  • 28 pesawat nirawak
4. Alutsista Laut
Adu Kekuatan Militer AS vs Tiongkok, Siapa Lebih Kuat?

Untuk memenangkan peperangan diperlukan dominasi di laut, darat, dan udara. Ketika Perang Dingin, kapal-kapal perang Amerika Serikat dan Uni Soviet menguasai lautan dunia. Namun, pasca kejatuhan Uni Soviet, Amerika Serikat menjadi penguasa tunggal lautan dengan kapal perang aktif terbanyak hingga akhirnya pada tahun 2020 Tiongkok berhasil menyingkirkan predikat itu dari Amerika Serikat.

Sesuai dengan daftar Military Balance 2020 ini adalah kekuatan laut yang dimiliki Amerika Serikat: (tidak semua ditampilkan)

  • 11 kapal induk
  • 24 kapal penjelajah
  • 67 kapal perusak
  • 19 kapal frigat
  • 84 kapal patroli lepas pantai
  • 14 kapal selam strategis (nuklir)
  • 53 kapal selam taktis (diesel dan nuklir)

Dengan jumlah yang begitu dahsyat, Tiongkok menyusul dengan kekuatan alutsista lautnya sesuai dengan Military Balance 2020, antara lain: (tidak semua ditampilkan)

  • 1 kapal induk
  • 1 kapal penjelajah
  • 28 kapal perusak
  • 52 kapal frigat
  • 43 kapal korvet
  • 166 kapal patroli lepas pantai
  • 4 kapal selam strategis (nuklir)
  • 55 kapal selam taktis (diesel dan nuklir)
5. Anggaran pertahanan

Karena terbatasanya informasi yang tersedia mengenai anggaran pertahanan suatu negara, tidak dapat dipastikan apakah semua informasi yang tersedia di internet dapat dipercaya. IISS hanya berhasil mendapatkan data anggaran pertahanan kedua negara per 2019.

Dikutip dari Military Balance 2020, perbandingan anggaran pertahanan yang digunakan Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok tentu berbeda jauh. Amerika Serikat pada tahun 2019 menyiapkan sekitar 730 milyar dollar AS atau setara dengan 10 quadriliun rupiah. Sedangkan Beijing menetapkan 181 milyar dollar AS atau setara dengan 2 quadriliun rupiah di tahun yang sama.

Perbandingan yang mencolok ini menjadi salah satu alasan mengapa Amerika Serikat sampai saat ini terus menjadi negara dengan kekuatan militer paling top di dunia tanpa pengecualian. Dengan besarnya kekuatannya yang ia miliki hal itu didukung penuh dengan uang yang sangat besar guna memastikan keberlangsungan dominasinya sebagai negara adi daya. Di sisi lain, Tiongkok secara bertahap akan terus meningkatkan kekuatan militernya, namun masih diperlukan waktu yang sangat lama bagi mereka untuk menyalip kekuatan besar AS.