DPRD Kota Bogor Memberlakukan kebijakan Semi Lockdown

DPRD Kota Bogor Memberlakukan kebijakan Semi Lockdown

DPRD Kota Bogor Memberlakukan kebijakan Semi Lockdown – Karena  pandemi COVID-19 , sejumlah intervensi non-farmasi yang biasa dikenal sebagai penguncian (meliputi perintah tinggal di rumah , jam malam,  karantina, sanitaire penjagaan dan pembatasan sosial serupa) telah di terapkan di banyak negara dan wilayah di seluruh dunia. Pembatasan ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran SARS-CoV-2 , virus penyebab  COVID-19.

Pada April 2020, sekitar setengah dari populasi dunia berada di bawah beberapa bentuk penguncian, dengan lebih dari 3,9 miliar orang di lebih dari 90 negara atau wilayah telah diminta atau diperintahkan untuk tinggal di rumah oleh pemerintah mereka. Meskipun tindakan pengendalian penyakit serupa telah digunakan selama ratusan tahun, skala yang terlihat pada tahun 2020-an dianggap belum pernah terjadi sebelumnya.

Setelah Balaikota Bogor dinyatakan tertutup, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor pun memberlakukan kebijakan Daftar Poker77 semi lockdown.  Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan, kebijakan ini diambil pasca-terkonfirmasi dua anggota DPRD Kota Bogor positif COVID-19.

1. Dua anggota DPRD Kota Bogor Positif COVID-19
Dua Anggota Dewan Positif COVID-19, DPRD Kota Bogor Semi Lockdown

Atang mengatakan selain semi lockdown, pihaknya juga akan menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan tracingtracking, dan testing.

“Kami tadi berunding dan mengambil langkah antisipatif dalam beberapa hari ke depan, yaitu dengan melakukan tracing, tracking, testing dan memberlakukan kebijakan semi lockdown kantor DPRD mulai Rabu, 23 Juni 2021 hingga Minggu, 27 Juni 2021,” kata Atang.

2. Pembatasan kegiatan perkantoran sangat ketat
Dua Anggota Dewan Positif COVID-19, DPRD Kota Bogor Semi Lockdown

Atang menjelaskan kebijakan tersebut berupa pembatasan kegiatan perkantoran secara sangat ketat. Di antaranya adalah membatasi jumlah pegawai yang masuk ke kantor maksimal 25 persen.

“Pegawai yang diperbolehkan WFO (work from office) adalah pegawai yang harus menyelesaikan pekerjaan secara mendesak, dan tidak bisa ditunda, terutama yang terkait dengan kinerja dan pelayanan DPRD. Kalau bisa, jauh di bawah 25 persen,” kata dia.

3. Rapat via daring
Dua Anggota Dewan Positif COVID-19, DPRD Kota Bogor Semi Lockdown

Untuk agenda rapat yang dijadwalkan digelar di gedung DPRD Kota Bogor, akan digelar secara daring melalui Zoom meeting ataupun Google meet.

“Beberapa rapat di kantor DPRD seperti pembahasan Raperda oleh Pansus maupun AKD yang memang harus menyelesaikan target-target pembahasan, akan dilakukan secara online. Sedangkan untuk pengaduan maupun aspirasi masyarakat, masih akan diterima namun dengan prokes yang ketat dan jumlah terbatas,” kata Atang.

Lebih lanjut, Atang menjelaskan, DPRD Kota Bogor juga akan melakukan tracing dan testing dengan menggelar swab tes PCR bagi anggota dan pegawai DPRD Kota Bogor yang melakukan kontak erat, dengan dua anggota DPRD yang terkonfirmasi positif virus corona.

“Semua kontak erat akan dilakukan uji swab untuk melakukan tindakan yang tepat selanjutnya. Selain itu sterilisasi dengan desinfeksi akan dilakukan reguler harian. Jadi, semua kebijakan tersebut diambil sebagai ikhtiar memperkecil penyebaran dan melakukan tindakan penanganan yang tepat, sekaligus tetap menjalankan fungsi peran dan kinerja DPRD,” kata Atang.

Penelitian dan studi kasus telah menunjukkan bahwa penguncian efektif dalam mengurangi penyebaran COVID-19, sehingga meratakan kurvaThe World Health Organization rekomendasi ‘s pada jam malam dan lockdowns adalah bahwa mereka harus langkah-langkah jangka pendek untuk membenahi, berkumpul kembali, sumber daya menyeimbangkan, dan tenaga kesehatan melindungi yang habis.