Gempa Bumi 5,7SR Melanda Pakistan & Menghancurkan Bangunan

Gempa Bumi 5,7SR Melanda Pakistan & Menghancurkan Bangunan

Gempa Bumi 5,7SR Melanda Pakistan & Menghancurkan Bangunan – Gempa Pakistan jadi salah satu informasi penting yang terjadi hari ini. Gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,7 memakan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan di Pakistan. Diketahui Pakistan terletak di perbatasan tempat pertemuan lempeng tektonik India dan Eurasia.

Hal ini membuat negara itu rentan terhadap gempa bumi. Dalam laporan US Geological Survey, gempa mengguncang Distrik Quetta, Balochistan, Pakistan pada sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Gempa berpusat di kedalaman 20 km dan dilaporkan terasa di Quetta dan kota lainnya.

Laporan sementara menunjukkan 20 orang kehilangan nyawa akibat tertimpa reruntuhan bangunan seperti atap rumah. Korban jiwa kemungkinan akan bertambah seiring operasi penyelamatan yang dilakukan oleh pihak yang berwenang.

1. Gempa terjadi di kedalaman yang relatif dangkal

Naseer Nasir, Direktur Jenderal Otoritas Manajemen Bencana Balochistan, mengatakan bahwa gempa bumi yang terjadi di wilayah Balochistan telah menyebabkan 20 orang meninggal dunia dan 200 lainnya luka-luka.

Dilansir dari Reuters, US Geological Survey melaporkan, pusat gempa terjadi sekitar 102 km sebelah timur kota Quetta. Terjadinya gempa juga disebut relatif dangkal dengan kedalaman sekitar 20 kilometer.

Pejabat kota Harnai, Sohail Anwar, menjelaskan sekitar 100 rumah penduduk hancur. Beberapa bangunan milik pemerintah juga rusak karena dampak dari gempa bumi tersebut.

2. Sebagian korban adalah anak-anak

Dari sekitar 20 korban meninggal yang dilaporkan, media Pakistan The News menyebut sebagian korban adalah anak-anak.

Kota-kota yang terdampak oleh gempa di Balochistan itu adalah Quetta, Sibi, Harnai, Pishin, Qila Saifullah, Chaman, Ziarat dan Zhob. Rumah Sakit Sipil Quetta telah mengumumkan darurat medis, dokter dan staf para medis dipanggil segera untuk menolong para korban.

Menteri dalam negeri provinsi Balochistan, Mir Ziaullah Langau, menjelaskan bahwa petugas penyelamat telah dikerahkan di Quetta yang terdampak gempa. Alat berat juga dikirim untuk membantu operasi.

Sementara ini, aliran listrik yang menuju daerah terdampak gempa telah dihentikan. Banyak orang diduga masih terjebak di reruntuhan bangunan.

3. Pemerintah akan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa

Dilansir dari Geo Tv, Langau menyatakan bahwa pemerintah akan membantu masyarakat yang terdampak gempa. Dia mengatakan “kami tidak akan meninggalkan orang tanpa bantuan. Kami akan mengganti kerugiannya.”

Laporan sementara dari ratusan korban yang terluka sejauh ini, sebanyak 15 orang dalam kondisi kritis. Dari video yang tersebar di media sosial, banyak upaya penyelamatan menggunakan tandu untuk membawa mereka yang terluka dan menggunakan senter ponsel sebagai obor.

Quetta sebelumnya pernah dihantam gempa bumi dahsyat. Itu terjadi pada 1935 yang lalu, sekitar 35 ribu orang diyakini tewas dan sebagian besar korban ada di kota tersebut.

Menurut Dawn, gempa bumi di Quetta, Balochistan tahun itu disebut sebagai bencana gempa bumi paling mematikan di Asia Selatan. Sebagian besar Pakistan merasakan getaran gempa tersebut, bahkan kota Agra di India juga merasakannya. Korban gempa Pakistan tertimpa reruntuhan atap dan dinding. Di daerah Harnai dan Shahrag, beberapa orang dilaporkan terkubur di bawa bangunan yang runtuh.

Saat ini tercatat ada sekitar 20 orang yang tewas akibat gempa Pakistan. Sementara sekitar 300 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan puluhan lainnya mengalami luka parah lantaran gempa terjadi saat orang-orang masih tertidur lelap. Petugas kesehatan juga membantu merawat warga yang terluka akibat kejadian tersebut. Hal ini dilakukan dengan bantuan obor imbas padamnya listrik.

“Kami menerima informasi bahwa 20 orang tewas akibat gempa. Upaya penyelamatan sedang dilakukan,” kata Hashmi yang menjabat menteri dalam negeri provinsi Mir Zia ullah Langau. Seorang pejabat senior pemerintah provinsi, Suhail Anwar Hashmi mengatakan seorang wanita dan enam anak termasuk di antara korban yang tewas.