Hubungan Diplomatik Kembali Terjalin Antara Peru & Venezuela

Hubungan Diplomatik Kembali Terjalin Antara Peru & Venezuela

Hubungan Diplomatik Kembali Terjalin Antara Peru & Venezuela – USAI Nicolas Maduro dilantik kembali sebagai Presiden Venezuela, Paraguay memutuskan hubungan diplomatik. Presiden Paraguay Mario Abdo Benitez memerintahkan para diplomatnya segera keluar dari Caracas.

Pemerintah Peru dan Venezuela pada telah sepakat untuk membuka kembali hubungan diplomatik. Pasalnya kedua negara Amerika Selatan itu sebelumnya tengah bersitegang dan bahkan keduanya sudah memutuskan menarik perwakilannya.

Imbas dari krisis politk dan ekonomi di Venezuela berdampak hebat di Kawasan Amerika Latin. Bahkan, sebagian besar negara-negara tetangganya tidak mengakui Maduro sebagai presiden resmi di Venezuela.

1. Penunjukkan kedubes baru untuk masing-masing negara

Pengembalian hubungan diplomatik antara Peru dan Venezuela resmi dilakukan tahun ini saat Peru dipimpin Pedro Castillo. Pasalnya, hubungan keduanya sudah merenggang sejak empat tahun silam. Pada kesempatan ini, keduanya juga mengumumkan penunjukkan duta besar untuk masing-masing negara.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah menunjuk Alexander Yánez Deleuze sebagai duta besar Venezuela di Peru yang baru. Yanez sebelumnya memang menjabat sebagai dubes untuk Peru tetapi dipindah menjadi deputi kementerian untuk Amerika Latin dan ditunjuk sebagai dubes untuk Bolivia.

Di sisi lain, pemerintahan Peru yang dipimpin presiden sayp kiri Pedro Castillo Terrones menunjuk Richard Rojas Garcia sebagai duta besar untuk Venezuela yang baru, dilansir dari laman Market Research Telecast.

2. Bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bagi warga Peru di Venezuela dan sebaliknya

Pembukaan hubungan diplomatik baru antara Peru dan Venezuela ini dilakukan setelah Pedro Castillo menjabat sebagai pemimpin baru. Hal ini dikarenakan Castillo merupakan presiden sayap kiri yang memiliki kedekatan dengan Partai Sosialis di Venezuela.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Peru juga mengatakan bila terdapat progres terkait evolusi dalam politik Venezuela beserta pengakuan terhadap oposisi. “Dialog di Meksiko juga sudah memperbolehkan oposisi berpartisipasi dalam proses elektoral untuk memilih otoritas daerah” ujar Menlu Peru Óscar Maúrtua.

Upaya ini juga bertujuan untuk membangun kembali Kedubes Peru di Caracas yang berdampak pada membaiknya layanan kepada warga Peru di Venezuela. Sebaliknya, ini juga menjadi solusi untuk memecahkan masalah kemanusiaan warga Venezuela di Peru, dikutip dari laman DW.

3. Pemutusan hubungan dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Kuczynski

DW, melaporkan bahwa kedua negara telah menjalani hubungan diplomatik selama empat tahun lamanya tanpa adanya perwakilan dubes. Hal ini setelah Peru memanggil perwakilannya di Caracas pada Maret 2017 dan mengusir dubes Venezuela pada Agustus di tahun yang sama, pada masa kepemimpinan Pedro Pablo Kuczynski (2016-2018).

Rezim Kuczynski mempertahankan hubungan diplomatik kedua negara hanya pada tingkat konsulat dan mempromosikan aksi di Grup Lima. Bahkan ia mendukung masuknya migran Venezuela ke negaranya, di mana kini sudah menampung sebanyak 1,2 juta.

Di sisi lain, Komisi Luar Negeri dari oposisi Venezuela yang dipimpin Juan Guaido turut menyambut pengumuman ini. Namun, Guaido berkata bahwa “Saya menghargai keputusan ini, tapi saya tidak akan meneruskan keputusan diplomatik penuh dengan Caracas.”

Hal yang sama juga dilakukan Peru. Kementerian Luar Negeri Peru menegaskan, pemilihan umum di Venezuela tidak sah. Peru juga telah menarik para diplomatnya di Caracas. “Maduro dan para pejabat yang terkait dengan pemerintahannya dilarang masuk ke Peru,” sebut pernyataan dari Kemenlu Peru.

Sebelum Maduro dilantik, Organisasi Negara-negara Amerika memilih untuk tidak mengakui legitimasi masa enam tahun jabatan Maduro untuk periode kedua ini. Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton bahkan menyebut AS tidak akan mengakui pelantikan tidak sah pemimpin diktator Maduro.