Inilah Kasus Penipuan yang Melibatkan Nama Jokowi & Pejabat

Inilah Kasus Penipuan yang Melibatkan Nama Jokowi & Pejabat

Inilah Kasus Penipuan yang Melibatkan Nama Jokowi & Pejabat – Artis Fahri Azmi melaporkan pria inisial AH atas dugaan penipuan. Dalam aksinya, AH mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya, Fahri Azmi melaporkan AH ke Polda Metro Jaya pada 14 Juli 2021 lalu. Dalam laporannya itu, pemeran di sinetron ‘Ganteng-Ganteng Serigala’ itu mengaku mengalami kerugian hingga Rp 70 juta.

Artis Fahri Azmi jadi korban kasus penipuan dengan modus meminta transfer uang, oleh oknum berinisial AH yang mengaku utusan Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Fahri pun mengalami kerugian hingga Rp75 juta. Sementara, Polres Metro Jakarta Barat kini masih bekerja mengungkap kasus ini, yang bermula dari sebuah pertemuan antara pelaku dan korban di sebuah acara.

Pencatutan nama Presiden Jokowi bukan baru terjadi sekali ini. Tak hanya nama Download IDN Poker77 Jokowi, sejumlah pejabat negara lainnya juga pernah menjadi korban pencatutan.

1. Nama Jokowi dicatut dalam kasus perpanjangan kontrak PT Freeport

Masyarakat Papua dan Masa Depan PT Freeport Indonesia

Nama Jokowi pernah dicatut dalam kasus perpanjangan kontrak PT Freeport kepada Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) kala itu, Sudirman Said.

Sudirman menyebutkan ada politikus yang mencatut nama Jokowi dan Wakil Presiden kala itu, Jusuf Kalla untuk menjadi penghubung agar Freeport memperoleh perpanjangan izin operasi.

Tak tanggung-tanggung, oknum yang menjual nama Jokowi-Jusuf Kalla meminta jatah saham PT Freeport. Namun, seiring berjalannya waktu, kasus itu tidak terungkap siapa pelakunya.

2. Nama Jokowi dicatut dalam surat hoaks minta dukungan untuk pemilu
5 Kasus Pencatutan Nama Jokowi dan Pejabat Negara

Pada 2017, nama Jokowi juga sempat dicatut dalam surat palsu berbahasa Inggris. Pihak Istana menyatakan surat yang dikirim ke berbagai instansi itu adalah hoaks alias kabar bohong.

Surat tersebut dikirim dengan kop Kantor Kepresidenan Indonesia berisikan pernyataan untuk meminta dukungan pada kontestasi Pemilu 2019 kepada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kala itu, Istana disebut-sebut akan mengambil langkah hukum untuk kasus tersebut. Kasus ini juga menguap begitu saja, tak jelas ujungnya.

3. Nama Jokowi dan Kaesang Pangarep dicatut untuk bisnis jual beli ponsel
5 Kasus Pencatutan Nama Jokowi dan Pejabat Negara

Pelaku berinisial MM juga ditangkap Kepolisian Daerah Jawa Timur terkait kasus penipuan dengan mencatut nama keluarga Jokowi.

Kala itu, MM mengatasnamakan keluarga Jokowi dan putranya, Kaesang Pangarep, untuk melancarkan bisnis jual beli ponsel.

MM beraksi selama satu tahun terakhir sebelum ditangkap pada 2020 dan memasarkan ponselnya di akun media sosial.

4. Nama Emil Dardak dicatut untuk penggalangan sumbangan dana
Alasan Emil Dardak Dukung Bupati Trenggalek Tolak Tambang Emas - Bisnis  Tempo.co

Tak hanya Jokowi, beberapa pejabat negara juga pernah dicatut namanya. Salah satunya dialami Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang pernah dicatut namanya untuk penggalangan sumbangan dana di media sosial.

Pada 2018, Emil yang kala itu berstatus Bupati Trenggalek melaporkan oknum ke kepolisian setempat. Kasus akun palsu mengatasnamakan Emil Dardak ramai lantaran banyak yang meminta klarifikasi Emil di media sosial. Akun tersebut pun dikonfirmasi palsu oleh Emil Dardak langsung.

5. Nama mantan Kapolri dicatut dalam kasus penipuan senilai Rp4,7 miliar
5 Kasus Pencatutan Nama Jokowi dan Pejabat Negara

Pada Mei 2021, aparat kepolisian juga menangkap FR dan AR yang mencatut nama mantan Kapolri, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti untuk menipu Kepala Desa Lojejer, Muhammad Sholeh.

Modusnya, kedua tersangka berpura-pura menjadi Badrodin untuk meyakinkan korban serta menjanjikan korban bisa menjadi komisaris utama di sebuah perusahaan semen di Indonesia.

Penipuan ini senilai Rp4,7 miliar. Untuk harga tersebut, kedua tersangka menjanjikan anak korban akan diloloskan masuk ke Akademi Kepolisian dan menjadi taruna.

“Saya Fahri Azmi, salah satu dari sekian banyak korban dari orang berinisial AH, di mana saat kenal dengan AH beliau mengaku sebagai utusan khusus Presiden Joko Widodo. Beliau juga mengaku pernah dicalonkan sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Menteri Terawan (pada saat itu), beliau juga mengaku sebagai anggota PBB,” kata Fahri.

Dengan tipu dayanya itu, pelaku meminjam sejumlah uang kepada Fahri dan beberapa orang lainnya. Pelaku mengaku rekeningnya dibekukan oleh KPK.

Itulah deretan kasus pencatutan nama Presiden Jokowi dan pejabat negara lainnya, semoga memberi pelajaran buat kita semua agar lebih berhati-hati dengan kasus penipuan ya.