Iran Izinkan Penggunaan Vaksin PastoCoVac untuk Anak-Anak

Iran Izinkan Penggunaan Vaksin PastoCoVac untuk Anak-Anak

Iran Izinkan Penggunaan Vaksin PastoCoVac untuk Anak-Anak – Iran adalah sebuah negara Timur Tengah yang terletak di Asia Barat Daya. Meski negara ini telah dikenal penduduk lokal sebagai Iran sejak zaman kuno, hingga tahun 1935 Iran masih disebut  Persia di dunia Barat. Pemerintah Iran pada Senin (4/10/2021) telah mengizinkan penggunaan vaksin hasil kerja sama antara Kuba dan Iran bernama PastoCoVac.

Iran berbatasan dengan Azerbaijan (500 km), dan Armenia (35 km) di barat laut, dan Laut Kaspia di utara, Turkmenistan (1000 km) di timur laut, Pakistan (909 km), dan  Afganistan (936 km) di timur, Bahkan Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan setempat sudah memberikan lampu hijau penggunaan vaksin itu kepada anak-anak.

Sebelumnya, vaksin PastoCoVac atau yang bernama asli Soberana-02 itu sudah digunakan secara luas di Kuba. Selain itu, Iran juga menjadi salah satu negara yang bergantung pada vaksin buatan dalam negeri COViran Barekat.

1. Diizinkan untuk anak-anak usia 2-18 tahun

Pemerintah Iran sudah memberikan lampu hijau untuk memberikan dua dosis suntikan vaksin PastoCoVac untuk anak-anak berusia 2-18 tahun pada bulan lalu. Bahkan, kepala Institut Pasteur Alireza Biglari mengklaim bahwa vaksin tersebut merupakan salah satu vaksin paling aman untuk anak-anak.

Nantinya, suntikan vaksin PastoCoVac untuk anak-anak akan diberikan sebanyak dua dosis. Sedangkan bagi orang dewasa diperlukan dua kali suntikan dan satu kali booster untuk meningkatkan kekebalan dari COVID-19, dikutip dari Tehran Times.

Menurut kepala Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Iran, Mohammad Reza Shanehsaz sudah mendistribusikan kloter pertama dengan enam juta dosis vaksin PastoCoVac yang dirilis.

Shanehsaz juga mengatakan bila Teheran mengharapkan jumlah suntikan akan meningkat dan dosis vaksin juga akan bertambah. Hal ini sesuai dengan kerja sama antara Kuba dan Iran untuk meningkatkan produksi vaksin, dilansir dari laman RT.

2. Vaksin kerja sama antara Iran dan Kuba

Sementara itu, vaksin PastoCoVac merupakan vaksin COVID-19 hasil kerja sama antara Institut Pasteur di Iran dan Institut Finlay di Kuba. Vaksin yang disebut dengan Soberana-02 di Kuba ini merupakan vaksin konjugasi yang disuntikkan sebanyak dua dosis dan memiliki efikasi hingga di atas 90 persen bila ditambahkan dengan satu dosis Soberana Plus.

Vaksin yang diproduksi di Iran ini sudah menjalani uji klinis pada manusia di Kuba sejak akhir tahun 2020 hingga awal 2021. Sedangkan uji klinis tahap ketiga dilakukan di Iran dengan mengikutsertakan 24 ribu relawan dan 44 ribu relawan di Kuba.

Pada Juli lalu, Bligari juga menuturkan bahwa vaksin PastoCoVac atau Soberana-02 adalah vaksin yang ampuh dalam melawan beberapa mutasi COVID-19 sekaligus, dilaporkan dari laman Tehran Times.

3. Baru 15 persen penduduk Iran yang divaksinasi penuh
Iran: Vaksin PastoCoVac Diperbolehkan Bagi Anak-Anak

Pada bulan Agustus lalu, Iran tengah berjuang dalam melawan gelombang kelima COVID-19 yang diakibatkan kemunculan varian Delta. Bahkan Pemimpin Iran Ayatolah Ali Khamenei juga mendesak peningkatan produksi vaksin beserta impor vaksin dari luar negeri dalam jumlah yang besar.

Khamenei sudah disuntik menggunakan vaksin COVIran Barekat pada Juni lalu yang disebut memiliki efikasi hingga 90 persen. Bahkan pemimpin Iran itu juga sudah melarang impor vaksin dari Inggris dan Amerika Serikat lantaran dianggap kurang dipercaya, terkait tingginya angka penularan COVID-19.

Menurut data dari WHO menunjukkan hampir 52 juta penduduk Iran yang mendapatkan suntikan pertama vaksin COVID-19. Namun, hanya 15,6 juta penduduknya yang sudah divaksinasi penuh dari 83 juta total penduduk negara Timur Tengah itu.