Jokowi Minta Agar Tak Ada Kerumunan Saat Natal & Tahun Baru

Jokowi Minta Agar Tak Ada Kerumunan Saat Natal & Tahun Baru

Jokowi Minta Agar Tak Ada Kerumunan Saat Natal & Tahun Baru – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mengelola dan mengatur libur Natal dan tahun baru (Nataru) yang berpotensi menimbulkan peningkatan kerumunan dan mobilitas masyarakat seperti mudik.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, libur Nataru menyebabkan peningkatan penyebaran Covid-19 yang tidak kecil. “Saya minta betul-betul agar dikelola, diatur, sehingga Natal dan Tahun Baru ini berjalan dengan tidak ada kerumunan,” ujar Presiden Joko Widodo dikutip dari Sekretariat Presiden, Selasa (26/10/2021).

“Inilah yang harus kita antisipasi, semua provinsi, semua kabupaten dan kota harus mengingatkan warganya agar Natal dan tahun baru ini lebih baik tidak bepergian ke mana-mana,” kata Presiden. “Saya minta betul-betul agar dikelola, diatur, sehingga Natal dan Tahun Baru ini berjalan dengan tidak ada kerumunan,” ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka, Senin (25/10/2021).

1. Jokowi minta masyarakat tidak bepergian saat libur Natal dan Tahun Baru
Jokowi Minta Tak Ada Kerumunan Saat  Libur Natal dan Tahun Baru

Jokowi mengatakan, terdapat 19,9 juta orang yang berniat mudik pada momen libur Natal dan Tahun Baru. Menurut dia, jumlah tersebut harus diantisipasi oleh semua provinsi, kabupaten dan kota.

“Inilah yang harus kita antisipasi, semua provinsi, semua kabupaten dan kota harus mengingatkan warganya agar Natal dan Tahun Baru ini lebih baik tidak bepergian ke mana-mana,” kata Jokowi.

2. Jokowi perintahkan Forkopimda sosialisasikan agar masyarakat tak bepergian
Jokowi Minta Tak Ada Kerumunan Saat  Libur Natal dan Tahun Baru

Maka dari itu, Jokowi menyebut bahwa seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memiliki peranan yang sangat penting dalam menyosialisasikan hal ini. Terutama, untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang ketiga  COVID-19 yang tidak diharapkan.

“Kita harapkan Natal dan Tahun Baru bisa kita kelola dengan baik, karena hampir semua epidemiolog takut bahwa yang memicu gelombang ketiga nanti ada di Natal dan Tahun Baru,” jelas Jokowi.

3. Jokowi minta kepala daerah merancang dan mengelola libur Natal dan Tahun Baru sesuai kondisi masyarakat setempat
Jokowi Minta Tak Ada Kerumunan Saat  Libur Natal dan Tahun Baru

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta kepala daerah agar merancang dan mengelola momen libur Natal dan Tahun Baru dengan memperhatikan kondisi masyarakat setempat.

“Saya harapkan semuanya dirancang, direncanakan secara detail sesuai dengan kondisi masyarakat setempat, menghargai norma-norma yang ada. Tetapi sekali lagi, tetap sesuai dengan protokol kesehatan dengan gas dan rem yang dinamis, selalu waspada, siap siaga, cepat bertindak, itu yang terus harus kita jaga,” tuturnya.