Jumlah Kasus COVID-19 Dunia Terus Bertambah Mencapai 182Jt

Jumlah Kasus COVID-19 Dunia Terus Bertambah Mencapai 182Jt

Jumlah Kasus COVID-19 Dunia Terus Bertambah Mencapai 182Jt – Kasus  COVID-19 dunia menurut data dari the Center for Systems Science and Engineering (CSSE) di Johns Hopkins University (JHU) hari ini pukul 10.51 sudah mencapai 181.386.878. Dengan angka kematian menembus 3.928.760. Sementara tingkat vaksinasi COVID-19 dunia yang tercatat sudah melampaui 2.960.380.464. Menurut daftar tersebut, Indonesia berada di urutan ke-17 dunia.

Mengutip World o Meter, Selasa (29/6/2021), Indonesia masuk lima besar negara dengan kasus COVID-19 terbesar dunia. Tepatnya berada di posisi ke-4 dengan 2,1 juta kasus infeksi dan 57.561 kematian. Di posisi pertama negara Asia dengan kasus COVID-19 terbanyak adalah India, lalu Turki, Iran, Indonesia, dan Filipina.

Saat ini masih ada 11.443.391 kasus aktif atau pasien yang masih Daftar Poker77 terinfeksi virus corona. Secara rinci, sebanyak 11.363.430 kasus atau sekitar 99,3 persen merupakan pasien gejala ringan hingga sedang, dan 79.961 atau 0,7 persen sisanya merupakan pasien kritis.

1. Lima negara dengan kasus corona terbanyak
[UPDATE] COVID-19 Menginfeksi 182 Juta Orang di Dunia, WHO Geram

Adapun lima besar negara dengan kasus corona terbanyak adalah:

1. Amerika Serikat: 34.526.185 kasus positif.
2. India: 30.361.699 kasus positif.
3. Brasil: 18.513.305 kasus positif.
4. Prancis: 5.772.844 kasus positif.
5. Rusia: 5.493.557 kasus positif.

Sementara, lima besar negara dengan kasus kematian terbanyak adalah:

1. Amerika Serikat: 619.933 kasus kematian.
2. Brasil: 516.119 kasus kematian.
3. India: 398.484 kasus kematian.
4. Meksiko: 232.608 kasus kematian.
5. Peru: 192.163 kasus kematian.

2. WHO geram ada negara yang izinkan beraktivitas tanpa masker
[UPDATE] COVID-19 Menginfeksi 182 Juta Orang di Dunia, WHO Geram

Dilansir dari The New York Times, World Health Organization (WHO) menyayangkan kebijakan sejumlah negara yang melonggarkan protokol kesehatan ketika varian delta sedang mengancam dunia. Salah satunya adalah kebijakan yang mengizinkan masyarakat berkerumun di ruang publik tanpa masker.

Pada saat yang sama, WHO juga mengimbau kepada siapa saja yang sudah divaksinasi untuk tetap memakai masker, menjaga jarak, rutin mencuci tangan, menghindari droplet orang lain, dan beraktivitas di ruang berventilasi.

“Apa yang kami katakan adalah setelah Anda sepenuhnya divaksinasi, teruslah bermain aman, karena Anda bisa berakhir sebagai bagian dari rantai penularan. Anda mungkin tidak sepenuhnya terlindungi,” kata penasihat senior WHO Bruce Aylward.

Dia menambahkan, “penting untuk berhati-hati ketika mengatakan, setelah Anda divaksinasi maka anda bisa melanjutkan dan melakukan apa pun.”

3. Indonesia peringkat 17 sebagai negara dengan kasus corona terbanyak
[UPDATE] COVID-19 Menginfeksi 182 Juta Orang di Dunia, WHO Geram

Indonesia saat ini menempati peringkat 17 sebagai negara dengan kasus corona terbanyak, yaitu 2.156.465 kasus positif. Indonesia juga menempati peringkat yang sama untuk negara dengan kematian akibat COVID-19 terbanyak, yaitu 58.024 kasus.

Dalam 24 jam terakhir Indonesia menyumbang 20.467 kasus infeksi corona, menjadikannya sebagai negara terbesar ke-7 dengan tambahan kasus harian terbanyak. Noktah hitam lainnya adalah penambahan 463 kasus kematian, menempatkan Indonesia dalam enam besar negara dengan tambahan kematian harian terbanyak.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis pertama mencapai 28.671.106 atau 71,06 persen dari total target. Sedangkan jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dua dosis mencapai 13.369.395, sekitar 33,13 persen.

Sasaran target vaksinasi periode awal adalah 40.349.049, mencakup tenaga kesehatan, warga lanjut usia, dan petugas publik.

Lonjakan kasus telah mendorong pemerintah untuk memberlakukan lockdown yang ketat, memicu eksodus dari ibu kota. Melansir Al Jazeera, puluhan ribu pekerja migran melarikan diri dari Dhaka, ibu kota Bangladesh menjelang pemberlakukan lockdown.

Pemerintah untuk memperketat pembatasan secara bertahap mulai, dengan membatasi kegiatan ekonomi, termasuk toko, pasar, transportasi dan kantor. Saat transportasi umum antar kota mulai dihentikan, orang-orang pergi menggunakan becak, sepeda motor dan bahkan menyewa ambulans untuk menuju desa. Sementara, lainnya menaiki kapal feri.