Masyarakat Amerika Serikat Tewas dalam Penembakan Massal

Masyarakat Amerika Serikat Tewas dalam Penembakan Massal

Masyarakat Amerika Serikat Tewas dalam Penembakan Massal – Amerika Serikat, disingkat dengan AS (bahasa Inggris: United States of America/U.S.A. disingkat United States/US), atau secara umum dikenal dengan Amerika saja, adalah sebuah negara republik konstitusional federal yang terdiri dari lima puluh negara bagian dan sebuah distrik federal. Amerika Serikat telah berusaha untuk memerangi aksi penembakan massal selama beberapa tahun terakhir. Meski begitu, aksi penembakan massal masih terus terjadi. Penembakan massal sering menyebabkan peristiwa tragis dengan korban sipil yang berjatuhan.

San José merupakan nama kota di Amerika Serikat. Letaknya di bagian barat. Tepatnya di negara bagian California, Amerika Serikat. Wilayah metropolitan San Jose adalah kota San Jose, Santa Clara, Sunnyvale, serta daerah disekitarnya. Pada hari Rabu (26/5), di stasiun transit kota San Jose, California, seorang pria bersenjata menembaki orang-orang.

Penembakan itu terjadi tepatnya di fasilitas kereta ringan yang dioperasikan oleh Valley Transportation Authority (VTA). Dilansir oleh Livechat Live22 Indonesia Ketika petugas kepolisian datang, pria bersenjata masih menembaki tapi kemudian melakukan bunuh diri.

1. Pelaku adalah karyawan VTA

Kabar tentang penembakan massal di Amerika Serikat sepertinya telah menjadi kabar yang berulang. Peristiwa tragis tersebut sering meninggalkan keprihatinan yang mendalam, begitu juga dengan apa yang terjadi di California kali ini.

Melansir dari laman Al Jazeera, sejauh ini menurut para pejabat setempat mengatakan bahwa pelaku adalah salah seorang karyawan dari VTA. Deputi Sheriff yang bernama Russell Davis mengkonfirmasi bahwa setidaknya delapan orang telah tewas, sementara banyak korban sedang dirawat karena “luka kritis.” Identitas para korban belum dirilis oleh pihak kepolisian.

Saat penembakan itu terjadi, kondisi fasilitas transit tersebut sedang dalam kondisi sibuk. Peristiwa terjadi pada pukul 06:30 waktu setempat. Semua pekerja sedang memulai pekerjaannya. Ada sekitar 40 orang yang berada di fasilitas transit kereta ringan VTA ketika tersangka melancarkan aksinya.

2. Kekesalan pejabat atas aksi kekerasan senjata api

Tempat kejadian tersebut berdekatan dengan kantor kepolisian. Jadi ketika peristiwa penembakan itu terjadi, para personel polisi langsung menuju lokasi kejadian. Salah satu deputi Sheriff yang datang masih sempat melihat pelaku menembaki orang tapi tak lama kemudian pelaku tersebut bunuh diri.

Gubernur California Gavin Newsom yang datang hampir bersamaan dengan Sheriff Laurie Smith di lokasi peristiwa penembakan massal mengaku kesal dengan kejadian kekerasan senjata api yang terus terjadi.

Melansir dari kantor berita Reuters, ia mengatakan “ini menimbulkan pertanyaan sialan apa yang sedang terjadi di Amerika Serikat. Apa yang salah dengan kita dan kapan kita akan mengatasi ini?”

Selain itu, Newsom juga mengucapkan belasungkawa mendalam untuk para kerabat korban. Ia menyebut para korban penembakan itu adalah pahlawan.

Amerika Serikat adalah salah satu negara yang warganya memiliki angka kepemilikan tertinggi di dunia. Penembakan massal sering terjadi dan juru bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, menyebutnya epidemi.

Dia mengatakan “Yang jelas, seperti yang dikatakan presiden, adalah bahwa kita menderita epidemi kekerasan senjata di negara ini.”

3. Polisi menemukan bom di lokasi kejadian

San Jose adalah kota terbesar ke-10 di Amerika Serikat dengan lebih dari satu juta penduduk. Kota itu terletak di jantung Silicon Valley, sekitar 80 kilometer di selatan San Francisco.

Petugas polisi yang kemudian datang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian menemukan ada sebuah bom. Melansir dari laman The Guardian, penemuan bom itu berkat anjing pelacak yang memiliki kemampuan untuk mengendus bahan peledak.

Petugas berwenang akhirnya mengerahkan robot pendeteksi bom untuk mencari kemungkinan peledak lain di dalam gedung tersebut.

Polisi sejauh ini belum merilis identitas pelaku namun beberapa pemberitaan menyatakan pria bersenjata yang menjadi tersangka bernama Samuel Cassidy dan berusia 57 tahun. Cassidy telah menikah selama 10 tahun dan bercerai pada 2009. Dia bekerja di stasiun transit VTA sejak tahun 2012 lalu.

Glenn Hendricks yang menjabat sebagai ketua dewas VTA mengatakan kepada wartawan tentang peristiwa tersebut bahwa “Sebuah tragedi mengerikan telah terjadi hari ini dan pikiran serta cinta kami tertuju pada keluarga VTA.”