Paraguay Telah Mengadakan Program Sensus ke Bangsa Pribumi

Paraguay Telah Mengadakan Program Sensus ke Bangsa Pribumi

Paraguay Telah Mengadakan Program Sensus ke Bangsa Pribumi Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu. Pemerintah Paraguay melakukan percepatan program untuk mendokumentasi data suku pribumi di negaranya. Langkah ini dilakukan untuk memberikan akses kepada suku pribumi agar dapat ikut andil dalam proses elektoral dan mendapat layanan bantuan. 

Pribumi adalah masyarakat yang merupakan keturunan penduduk awal dari suatu tempat, dan telah membangun kebudayaannya di tempat tersebut dengan status asli.

Dokumentasi dan pendataan ini dilakukan Daftar Fafaslot demi meningkatkan layanan fasilitas umum dan hak-hak warga negara yang seharusnya dipunyai suku pribumi sebagai bagian dari penduduk Paraguay.

1. Sensus diperkirakan berlangsung selama tiga tahun

Beberapa bulan lalu, Pemerintah Paraguay sudah meluncurkan sensus dokumentasi dan identifikasi kepada setiap warga pribumi yang berada di negaranya. Sensus ini diperkirakan akan berlangsung selama lebih dari tiga tahun lamanya yang dilakukan kepada sekitar 37 ribu penduduk pribumi dari 600 komunitas di 19 daerah.

Pada acara pembukaan di Asuncion, seorang representatif dari suku pribumi menyatakan terima kasinya atas inisiatif ini untuk membenarkan kurangnya dokumentasi terhadap komunitas pribumi. Selama ini Paraguay memang tidak memiliki data lengkap disertai kartu identitas sesuai registrasi sipil dari suku pribumi, dilansir dari laman El Diario.

2. Penduduk pribumi akan memiliki akses hak warga negara

Kebijakan sensus ini nantinya berguna untuk mendokumentasikan komunitas pribumi agar bisa mendapat akses penuh fasilitas serta bantuan dari pemerintah setempat. Nantinya masyarakat juga bisa mendapatkan hak untuk memilih atau dipilih dalam pemilihan umum dan berguna dalam partisipasi sebagai bagian dari penduduk Paraguay.

Dilansir dari laman Ultima Hora, menurut anggota organisasi Tierraviva Cynthia Fernández mengatakan apabila, “Program ini akan mencari lebih dari 640 komunitas di seluruh negeri demi mengumpulkan dokumen resmi dari penduduk pribumi. Data ini nantinya akan memberikan mereka akses kepada hak, bantuan, dan program dari pemerintah kepada penduduk pribumi. Di samping itu, ini nantinya memperbolehkan masyarakat pribumi untuk berpartisipasi langsung dalam politik dan elektoral.”

Sedangkan pemrosesan data akan dilaksanakan oleh Institut Pribumi Paraguay, Direktorat Identifikasi Polisi Nasional dan Badan Pencatatan Sipil. Petugas juga akan memberikan pelatihan kepada masyarakat pribumi untuk menggunakan mesin voting menjelang pemilihan daerah ke depan.

3. Mendapat dukungan dari organisasi pro pribumi

Sensus ini juga mendapat dukungan dari Articulación Nacional Indígena por una Vida Digna (ANIVD) untuk memersatukan berbagai organisasi di seluruh Paraguay. Dukungan ini sangat penting karena bisa menjamin partisipasi semua masyarakat pribumi agar bersedia hadir dan mengikuti program ini.

Salah satu anggota ANIVD mengatakan bahwa inisiatif ini sangat penting lantaran akan menyasar komunitas untuk menjamin akses dokumen dan berkas yang dibutuhkan untuk mendapat hak seorang warga pribumi. Ia juga mengungkapkan apabila kerja sama ini menjadi kunci utama keberhasilan proses sensus agar masyarakat pribumi mendapat akses HAM, dilansir dari Hoy.

Berdasarkan data Sensus Nasional Penduduk Pribumi pada tahun 2012 menunjukkan populasi warga pribumi hanya sebesar 112.848 jiwa di negara yang berpenduduk 7 juta jiwa. Diketahui sebagai besar penduduk pribumi hidup dalam kemiskinan ekstrem dan termarjinalisasi karena tidak lahannya yang tidak terurus dan konsekuensi akibat emigrasi ke area perkotaan.